Talak Aku!

Talak Aku!
Mencoba Pergi


__ADS_3

"Kalau dia tidak mau makan jangan di paksa!" suara seorang wanita yang di kenali Fikri dan Diana datang secara tiba-tiba. Hal itu membuat Diana dan Fikri menoleh untuk melihatnya guna memastikan benarkan suara itu adalah suara wanita yang sama. Dan...


Deg...


"Salma...!" ujar Diana dan Fikri secara bersamaan cukup kaget ada Salma di sana. Tapi yang lebih membuat terkejut itu Fikri. Pria hitam manis berlesung pipi itu terbelalak kaget saat melihat Salma ada di sana.


"Salma, ngapain kau kemari, hah?" Fikri yang tadinya duduk di tepi ranjang langsung berdiri kemudian menyimpan piring yang ia pegang di atas meja kecil samping kasur.


Salma tersenyum tanpa merasa bersalah sedikitpun. Meskipun wajahnya sedikit memar tapi wanita itu melangkah ringan seakan tidak terjadi sesuatu antara dirinya dan juga Fikri.


"Tentunya ingin menemui suamiku. Apa salah? Sekalian ku mau menemui maduku ini." Salma membalas pertanyaan Fikri seraya melangkah mendekati Diana yang juga sedang menatapnya.


Bibir Diana tersenyum sinis begitu heran kepada orang-orang yang ada di dekatnya ini. Dia berpikir apakah Salma dan Fikri tidak memiliki rasa malu sehingga menunjukkan wajah keduanya di sini? Atau mereka memang dua manusia yang pandai Bersandiwara tanpa memiliki rasa malu dan rasa bersalah terhadap apa yang mereka lakukan.


"Saya sudah menceraikanmu karena kita hanya nikah siri. Jadi kau bukan lagi istriku dan kau tidak usah lagi mendekatiku." Fikri menarik tangan Salma menyeretnya ke luar kamar, namun wanita itu menghempaskannya secara kasar.


"Kau itu bicara apa, hah? Kita tidak bisa bercerai, Bli Fikri. Sampai kapanpun saya ini akan menjadi istri mu dan terus menjadi istrimu." Tak sedikitpun rasa malu yang Salma tunjukan karena yang ia inginkan hanyalah sebuah kehancuran bagi seorang Fikri.


Salma mendekati Diana dan berdiri di dekatnya seraya memperhatikan wajah tampan balita yang ada di gendongan Diana.


"Bolehkan Mbak Diana? Aku ingin kamu berbagi suami denganku," lanjutnya meminta izin sekaligus terang-terangan menunjukkan Jika dia tertarik kepada Fikri.


"Saya tidak mau...!" ujar Fikri.


"Tentu saja boleh," ujar Diana. Dua jawaban berbeda keluar dari mulut Fikri dan Diana. Yang satu tidak mau memiliki istri selain Diana, dan yang satu mengizinkannya karena sudah muak berada di dekat Fikri.


"Wow, hebat."

__ADS_1


"Saya keberatan kau menjadi istriku. Jadi lebih baik kau ini pergi dari sini dan jangan mengganggu lagi keluarga kecilku!" Fikri semakin menggeram kesal pada wanita yang selalu membuatnya naik darah. Pria itu kembali menyeret raksasa kali ini menghempaskannya secara kasar hingga sama terduduk ke lantai tepat di dekat pintu masuk kamar Diana.


"Pergi...!"


"Cukup...!" pekik Diana menghentikan ucapan Fikri. Ibu satu anak itu pun menatap tajam silih berganti dua orang yang telah melakukan sebuah pengkhianatan di belakangnya.


Perlahan Diana membaringkan baby terlebih dulu lalu prenjak turun dari atas kasur, kemudian mendorong keluar dari kamarnya.


"Sudah cukup sandiwara yang kalian lakukan. Dan sekarang kalian urus semua masalah kalian sendiri dan jangan lagi menyangkut pautkan dengan diriku. Aku tidak ingin lagi melihat kalian berdua di rumahku ini. Jadi ku mohon pergi dari rumahku!" Diana membentak Fikri lalu menatap tajam Salma. Tak segan lagi ia mendorong kembali Fikri agar pria itu keluar dari rumahnya.


"Diana, kau ini apa-apaan sih. Kau tidak perlu mengusirku seenaknya saja. Orang yang perlu kau usir itu Salma, bukan saya!" Fikri menghindari dorongan dari Diana dan malah menarik kembali Salma.


"Seharusnya Diana yang kau usir dari sini bukan aku. Saya ini istrimu dan kau harus menceraikan Diana hari ini juga!" Salma malah membuat runyam keadaan sampai membuat Fikri dan Diana terheran.


"Kau memang tidak waras Salma, ini rumah Diana jadi kaulah yang pergi dari sini. Buruan!"


"Kau juga pergi, Bli Fikri! Dan bebaskan saya!" Diana memekik keras meminta Fikri melepaskan kata talak padanya.


Plak...!


Kali ini tamparan keras Fikri dapatkan dari Diana.


"Saya masih terima saat kau mengatai saya yang tidak-tidak. Tapi saya tidak terima jika kau membawa anak saya yang tidak berdosa itu."


Plak...


Sekali lagi Diana menampar pipi Fikri saking marahnya atas tindakan pria itu yang sudah membuatnya begini.

__ADS_1


Otaknya Fikri semakin mendidih membuat amarah Fikri kembali datang dengan sorot mata tak terima di tampar begini. Diana pun tak kalah benci dengan sorot mata tajam marah atas ucapan Fikri. Diana tidak terima anaknya di bawa-bawa, tidak terima di katai anak haram.


"Sialan kau Diana, beraninya kau memukulku, hah." Fikri sudah menaikan tangannya siap membalas tamparan Diana namun, di cegah oleh Salma yang sedang memegangi tangan Fikri agar tidak sampai terkena wajah Diana. Lalu Salma mengunci kedua tangan Fikri ke belakang punggungnya agar Fikri tidak bisa kabur.


"Diana, lebih baik kau pergi dari sini, buruan! Bawa anakmu pergi dan cari bantuan agar kau bisa terbebas dari pria gila ini!" pekik Salma melawan Fikri dengan cara menahan kuat tangan Fikri agar pria itu tidak terlepas dari cengkeraman tangannya.


Diana dibuat tidak mengerti oleh perkataan Salma yang memintanya pergi dari rumahnya sendiri. Dia bingung kenapa harus dirinya yang pergi?


"Kau tidak boleh pergi meninggalkanku, Diana. Kau harus tetap denganku! Minggir kau cewek murahan!" Fikri membentak Salma kemudian mencoba melepaskan kuncian Salma.


"Diana buruan lari! Kau mau terus-terusan di siksa lahir batin olehnya? Kau mau anakmu jadi korban kekejaman dia? Buruan pergi! Bawa seluruh harta penting kau miliki!" Salma kembali berkata dengan nada tinggi agar Diana tidak diam saja di saat ada kesempatan kabur.


Barulah Diana tersadar dari keterkejutannya atas ucapan Salma. Dia berpikir jika Salma ada benarnya juga. Lalu Diana berlari masuk ke dalam kamar mengambil gendongan bayi dan mengambil putranya serta mencari tas untuk membawa seluruh barang-barang penting seperti, dompet, handphone, surat-surat rumah, dan apapun itu yang di rasa bisa di bawa di dalam tas.


"Diana kau jangan coba-coba pergi dari ku! Lepaskan saya Salma!" Fikri bertambah emosi melihat pergerakan Diana yang sudah terlihat membawa Baby A dan tas gendong kecil namun berisi barang penting semua hendak berlari menjauhi keduanya.


Dengan sekuat tenaga Fikri berusaha lepas dari Salma. Dia memutar tubuhnya lalu mengangkat tangannya ke atas dan menerjang Salma.


"Lari Diana...!" Salma terus berteriak meminta Diana pergi di saat situasi mulai memanas.


"Brengsek kau Salma!"


Plak...


Fikri menampar wajah Salma tidak terima gara-gara dia Diana lari. Diana sempat menoleh ke belakang melihat bagaimana Fikri begitu kasar dan keras menampar Salma. Matanya menatap sedih tidak tega melihat Salma di sakiti. Tapi dia juga harus pergi sebelum Fikri semakin menjadi menyakiti dia dan Baby A.


"Kau jangan pergi dariku. Kau tidak boleh meninggalkanku!" Fikri mengejar Diana dan Salma mencoba berdiri menghadang Fikri dengan cara memeluknya dari belakang agar tidak bisa mengejar seraya berkata, "Go Diana... Pergi...! Nyawa kalian dalam bahaya, pergi buruan!"

__ADS_1


Diana mengangguk seraya meneteskan air mata berterima kasih pada Salma. Lalu kembali melanjutkan langkahnya.


"Diana jangan kabur kau...!"


__ADS_2