
Anggi kaget bukan main saat Rama membuka pakaiannya dan juga bermain dengan tubuhnya.
"Gue benci pikiran gue, kenapa gue nikmatin sentuhan anak onta ini " gumam Anggi dalam hati
"Aku sangat suka ini " gumam Rama dalam hati
Rama sangat menikmati benda squisi itu, tangan dan bibirnya bergantian memainkan benda itu. Lama dia bermain di sana hingga merasa puas.
Karena Rama terus menyentuh di area sensitif Anggi, ******* pun keluar dari mulut Anggi hingga membuat Rama tersenyum.
"Dasar mulut lucknut, sebel gue " ucap Anggi dalam hati
"Kak Rama udah, jangan gini aku takut " ucap Anggi, namun sepertinya Rama tidak peduli dengan ucapan Anggi. Dia masih menikmati kegiatannya. Hingga Anggi tidak tau harus melakukan apa lagi, dia pasrah dengan apa yang Rama perbuat, toh tubuhnya sudah halal untuk Rama. Meskipun mereka tidak saling mencintai tapi hal yang di lakukan mereka adalah wajar mengingat mereka adalah suami istri yang sudah sah.
Setelah puas Rama pun melepaskan cengkramannya pada Anggi. Melihat Rama sudah melepaskannya Anggi langsung menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Anggi pikir Rama menyudahi kegiatannya, namun ternyata dia salah, karena Rama melepaskannya karena ia ingin melepaskan pakaiannya. Anggi benar-benar terkejut melihat Rama, apalagi tubuhnya yang atletis benar-benar sedap di pandang mata, membuat Anggi merasa khilaf.
"Ya ampun badannya keren banget, gue jadi pengen di peluk " gumam Anggi dalam hati.
Rama yang menyadari tatapan Anggi hanya tersenyum smirk, setelah selesai melepaskan pakaiannya Rama mengungkung Anggi.
"Hey anak kam-bing hari ini aku akan memakanmu " ucapnya sambil mencium pipi Anggi dan memberi gigitan kecil di telinganya. Sontak saja tubuh Anggi meremang di perlakukan seperti itu.
"Ga mau, aku mau pergi aja " ucap Anggi sambil mencoba berontak kepada Rama. Namun tentu saja tenaga Anggi kalah jauh dengan Rama.
__ADS_1
"Cepat buka selimutmu " Rama menarik selimut yang di pakai Anggi. Namun Anggi tidak mau melepaskannya tapi Rama terus memaksanya dan.menarik selimut itu hingga terbuka dan memperlihatkan tubuh Anggi bagian atas yang sudah tidak tertutup.
"Ngga mau, nanti anak onta nyusu lagi " ucap Anggi sambil menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya. mendengar itu Rama hanya tertawa.
"Benar, cepatlah bayi besar ini sedang haus" Satu tarikan Rama berhasil membuat Anggi berada dalam kungkungannya.
Dengan cepat Rama langsung mencium Anggi lagi, ciuman itu sangat lembut Anggi bisa merasakannya. Dan tangan Rama sudah kemana -mana. Ciumannya kini turun ke leher dan tengkuk Anggi, Rama memberikan banyak kecupan dan tanda percintaanya di kulitnya yang putih itu.
Merasa sudah tiidak bisa lepas lagi dari Rama Anggi hanya pasrah, mungkin hari ini adalah hari terakhirnya menyandang status perawan.
Kini di antara mereka sudah tidak ada penghalang apa pun lagi karena Rama sudah meyingkirkan semuanya. Setelah puas dengan tubuh Anggi, Rama pun akan memulai penyatuannya.
"Kak, bisa nanti lagi ga ? aku takut kaya nya ga bakal muat dehh " ucap Anggi merengek berharap Rama mengurungkan niatnya. Namun si anak unta rupanya sudah tidak sabar untuk memakan anak kam-bing serta tidak mempedulikan rengekannya.
"Jika melakukan sesuatu lakukannlah hingga tuntas, jangan setengah-setengah mengerti " ucap Rama sambil mencium lembut lagi bibir Anggi yang sepertinya sudah membuat candu Rama mulai saat ini.
Aaakkhhhh.....
Anggi memekik sakit "Ini sakit banget kak..." ucap Anggi merintih. Rama sudah mencobanya beberapa kali memang sangat susah karena ini yang pertama . Tangan Anggi mencengkram punggung Rama dengan kuat. Rama tidak mempedulikan sakit di punggungnya yang dia inginkan hanya ingin segera menerobos anak kam-bing ini.
Rama juga merasa kasihan dengan Anggi yang merasa kesakitan . Dia tidak ingin membuang waktu lagi dan satu hentakan ia langsung memasukinya, dan teriakan dari lolos dari bibir Anggi hingga Rama langsung membungkamnya dengan ciumannya.
Rama merasakan sesuatu yang sangat indah yang kini ia tengah rasakan, begitu pun dengan Anggi dia menikmatinya walau masih terasa sakit di intinya. Akhirnya Rama berhasil memiliki Anggi seutuhnya.
__ADS_1
Sungguh hari ini adalah hari terindah untuk Rama, baru kali ini Rama merasakan sesuatu yang luar biasa dalam hidupnya. Kini mereka merasakan apa itu surga dunia. Hingga setelah beberapa lama mereka pun mengakhiri kegiatan panas mereka, mereka berdua sangat kelelahan. Buliran keringat pun muncul di kening Anggi. Rama menyeka keringat Anggi. Saat ini Rama masih betah mengungkung Anggi walau kegiatan mereka telah selesai.
Rama masih ingin menciumi wajah Anggi, namun Anggi haya diam saja tubuhnya terlalu lelah untuk berontak, apalagi sekarang dia sudah menjadi mantan perawan. Terserah Rama mau berbuat apa padanha.Rama melihat ada noda darah di sprei itu, menandakan itu yang pertama untuk Anggi. Rama merasa bahagia karena dialah orang pertama yang menyentuh istrinya.
"Udah ihh, aku cape " rengek Anggi karena memang benar dia merasa sangat kelelahan dan ingin tidur karena kegiatan barusan menguras tenaganya, padahal dari awal sampai akhir Rama yang memegang kendali tapi Anggi yang kelelahan. Namun Rama malah terus menciuminya sambil tersenyum.
Setelah puas mencium Anggi Rama pun merebahkan dirinya di samping Anggi lalu kemudian memeluknya dari belakang, menempelkan tubuhnya yang keras ke tubuh Anggi yang terasa lembut di kulitnya.
Rama meyingkirkan rambut Anggi yang menutupi leher dan bahunya yang putih, agar ia bisa menempelkan wajahnya di sana.
"Dasar onta mesum " ucap Anggi sambil menutup matanya karena mengantuk. Rama yang mendengarnya hanya tersenyum. "Gara-gara anak onta sekarang akunjadi mantan perawan " ucap Anggi.Rama tidak peduli pada ocehan Anggi yang sudah membuatnya menjadi mantan perawan.
"Bukan hanya kau yang menjadi mantan perawan, aku juga menjadi mantan perjaka karena mu " jawab Rama.
Tak lama setelah berdebat mereka pun tertidur karena kelelahan, hingga melewatkan makan malam.
Di ruang makan kediaman Wijaya
Tuan Wira yang melihat wajah keponakannya lebam bertanya. "Apa yang terjadi dengan wajahmu David ?" tanya Tuan Wira
"Tidak apa- apa om " jawab David
"Apa kau berkelahi dengan Rama ?" tanya Nyonya Sarah, namun David hanya diam saja. Membuat tuan Wira tertawa.
__ADS_1
"Aku sudah mengatakannya pada kalian jangan pernah mengganggu Rama dan istrinya, biarkan mereka bahagia " ucap tuan Wira
Nyonya Sarah hanya diam saja menanggapi ucapan suaminya.