
Sepulang bekerja David ingin mencari kontrakan yang tidak terlalu besar karena keuangannya yang semakin menipis, dia harus berhemat. Dulu dalam waktu satu hari ia bisa menghabiskan uang berjuta-juta untuk sesuatu yang tidak penting, namun sekarang untuk mengeluarkan uang seratus ribu saja ia sangat merasa sayang. Untuk makan saja ia harus menghemat. Tidak ada restoran mewah lagi yang akan ia kunjungi untuk makan, tapi untuk makan saja ia harus membeli ke warung nasi biasa yang ada di pinggir jalan. Benar-benar sangat drastis perubahan hidupnya.
Saat sedang makan di rumah makan sederhana yang ia kunjungi sehabis pulang kerja, David bertanya kepada pemilik rumah makan itu, barangkali ia tahu ada kontrakan murah di sekitar sana. Agar jarak David ke tempat pekerjaannya tidak jauh, dan bisa menghemat transfortasi. Karena sekarang mobil pun ia tak punya. Dan pemilik warung makan itu pun menunjukan kalau du gang depan ada kontrakan murah dan tempatnya juga bersih dan yang terpenting jarak ke tempat kerja David tidak jauh dan bisa di jangkau hanya dengan jalan kaki.
"Kalian benar-benar tega kepadaku, mah...pah " gumam David
"Apa mencintaimu harus sesakit ini Timmy, kenapa aku bukan pria yang kau cintai " ucapnya lagi saat sedang duduk di warung makan itu, dan istirahat sejenak di sana. Setelah merasa puas beristirahat di sana, David pun langsung pergi menuju kontrakan itu.
Rumah yang kecil dan ada satu bangunan kecil yang David pikir itu adala kontrakan kosong itu. Karena ada tulisan di sana kalau ada kamar kosong yang di kontrakan. Pemilik warung makan itu bilang kalau pemiliknya adalah seorang gadis yatim piatu. Mungkin jika David mengontrak di sana hitung-hitung membantu perekonomian gadis yatim piatu itu pikir David.
David pun mulai masuk ke dalam pagar rumah itu, kebetulan pagarnya tidak di kunci jadi David bisa langsung masuk ke dalam sana.
tok
tok
tok
David langsung mengetuk pintu. Tak lama setelah itu ada seseorang yang membuka pintu. Dan munculah gadis berambut sebahu dengan memakai kacamata. Sepertinya David pernah melihat gadis itu, tapi dimana David lupa.
"Kamu ? ngapain di sini ?" tanya gadis itu
__ADS_1
"Siapa kamu, apa kamu mengenalku dan apa kita pernah bertemu ?" tanya David
"Ternyata selain nyebelin pede nya juga selangit, kamu ini ternyata cowok pikun " ucap gadis itu, David merasa heran kepada gadis di depannya, siapa dia hingga berbicara seperti itu padanya.
"Siapa kamu, aku benar-benar tidak ingat " ucap David benar-benar lupa, karena banyak pikiran dan.juga tidak fokus David tidak mengingat siapa saja orang yang dia temui hari ini.
"Ga usah di inget-inget juga, kamu mau apa kesini ?" tanya gadis itu.
"Aku mencari kontrakan, apa benar di sini ada kamar kosong ?" tanya David, ekspresi gadis itu jadi berubah menjadi senang.
"Ada....kamu mau nyewa kamar ?" tanya nya senang
"Iya..." jawab David
"Berapa harga sewanya ?" tanya David
"Tujuh ratus ribu per bulan, gimana ?" tanya gadis itu
"Apa tidak bisa kurang, gajiku sebagai cleaning servis tidak besar " ucap David
Gadis itu terlihat berpikir dan akhirnya menyetujuinya di harga enam ratus per bulannya. Mengingat David baru sehari bekerja di tempat yang sama sepertinya.
__ADS_1
"Oke, jadi enam ratus per bulan ya ?" ucap gadis itu
"Oke, tapi uangnya besok sekalian aku membawa barang-barangku " jawab David
"Yahhh, kok ngehutang sihh...."keluh gadis itu meruntuhkan harga diri David
"Besok aku bayar nona aku tidak akan berhutang " jawab David dengan kesal bercampur malu, karena ia memang tidak membawa uangnya dan harus mengambil dulu di atmnya yang sebelumnya sudah di kuras oleh papanya dan hanya meninggalkan sisa uang yang tidak banyak.
"Oke deh, awas jangan bohong ya " ucap gadis itu yang terdengar sangat menyebalkan di telinga David.
"Aku tidak akan berbohong nona, besok aku kemari setelah pulang bekerja " ucap David, gadis itu pun menganggukan kepalanya.
"Ya sudah...." ucap gadis itu
Setelah itu David pun pergi pulang ke hotel tempatnya menginap untuk membereskan barangnya yang sedikit itu.
"Ternyata isi dompetnya ga sebagus wajahnya " ucap gadis itu namun terdengar jelas di telinga David.
"Apa.....!!!" ucap David
Gadis itu pun langsung berlari ke rumahnya dan langsung mengunci pintunya karena takut David akan memarahinya.
__ADS_1
David yang melihatnya hanya geleng-geleng kepala. " Kalian memang orang tua yang kejam " ucap David sambil pergi meninggalkan tempat itu sambil menghela nafas kasar.