Tambatan Hati Timmy

Tambatan Hati Timmy
Bab 35


__ADS_3

"Rama benarkah yang di katakan Seruni kalau gadis bar-bar itu meneleponmu ?" tanya nyonya Sarah, meskipun Rama tahu kalau Anggi berbohong tapi tentu saja Rama tidak akan pernah memberitahukannya.


"Iya " jawab Rama


"Berarti kau tahu kalau gadis itu akan menyakitiku ?" tanya Seruni


"Menyakiti apa maksudmu ? bukankah kau yang menyakiti istriku lebih dulu " ucap Rama, Rama menekankan kata istri di sana agar Seruni tahu diri. Namun gadis ini sepertinya masih tidak tahu malu.


"Aku tidak begitu Rama, tante tolong beri tahu Rama kalau aku ga mungkin ngelakuin hal kaya gitu " ucapnya manja


"Apa kau buta, tadi aku melihat di layar laptopku kalau dia meringis, aku tahu siapa istriku dia tidak akan pernah menyerang siapa pun kalau orang lain tidak mengganggunya. Tapi jika dia sudah merasa terusik maka dia akan melawan sekuat tenaganya, kau tahu istriku seorang gadis yang tangguh. Bukankah sudah beberapa kali kau mencoba mengganggunya namun dan kau pasti sudah tahu bagaimana rasanya melawan istri bar-bar ku " ucap Rama dengan tersenyum miring.


Tentu saja Seruni tahu rasanya menghadapi gadis itu, Anggi bukan tipe perempuan yang mudah untuk di kalahkan, dia terlalu kuat untuk di serang. Apalagi ada Rama yang akan selalu ada di belakangnya untuk mendukung semua tindakannya. Apa sekarang sudah saatnya untuk dia menyerah mendapatkan cinta Rama. Tidak, dia tidak bisa menerima kekalahan Seruni tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan cinta Rama meskipun rasanya sangat mustahil untuk ia dapatkan.


"Baiklah, panggil gadis itu kemari tanyakan apa yang sebenarnya terjadi mamah ingin tahu kejadian jelasnya " ucap nyonya Sarah, karena dia juga tidak mau salah memilih menantu. Jika Seruni tidak sebaik yang ia pikir maka mungkin ia akan mencari kandidat baru untuk mencari calon menantu idamannya.


Rama pun setuju dan langsung menelepon Anggi dan memintanya untuk datang ke kantornya. Setelah berbicara dengan Anggi, Anggi pun setuju datang ke kantor Rama karena sebelumnya Anggi menolak karena malah bertemu sang ratu dugong dan manusia ulat bulu itu.


"Aku akan mengantarmu " ajak David


"Ga usah deh kak, aku pergi sendiri " tolak Anggi karena Anggi ingin menjaga jarak dengan David


"Jika aku mengantarmu kau akan lebih cepat sampai, dan apa kau tidak perlu saksi di sana karena pasti Seruni akan memojokanmu " terang David, Anggi terlihat berpikir dan kemudian menyetujuinya karena ratu dugong pasti akan menyalahkannya.


Setelah melakukan perjalanan dengan David Anggi pun sampai di kantor Rama. Anggi dan David langsung ke ruangan Rama di sana ketiga orang itu sudah menunggu kedatangan Anggi.


"Cepatlah masuk dan duduk di situ " perintah nyonya Sarah

__ADS_1


"Ni orang lebih cocok jadi mak lampir di banding jadi mertua gue, sebel banget sumpah liatnya " gumam Anggi dalam hati


Anggi pun langsung menuju sofa di sana namun tangannya di tarik oleh Rama hingga dia duduk di dekatnya dan merangkul pinggangnya dengan erat. Karena Rama merasa cemburu Anggi datang bersama dengan David. David yang melihat pun tak kuasa melihat gadis pujaannya di dekap erat oleh sepupunya, namun dia bisa apa David hanya bisa memendam rasanya pada istri sepupunya itu.


"Langsung saja pada intinya, kenapa kau berbuat kasar pada Seruni " ketus nyonya Sarah


"Dia yang mulai duluan sengaja menumpahkan air panas padaku, lihat ini tangan aku melepuh " ucap Anggi sambil memperlihatkan tangannya yang melepuh terkena air panas. Rama yang melihatnya sangat marah dan menunjukan tatapan tajam pada Seruni. Seruni yang di tatap seperti itu oleh Rama merasa takut dan menundukan kepalanya.


"Benar itu Seruni ?" tanya nyonya Sarah


"Aku tidak sengaja tante " jawab Seruni


"Hentikan dramamu Seruni, dan mamah juga mamah sudah melihatnya tadi di rekaman cctv rumah kalau Seruni sengaja melakukan itu, jangan bohongi diri mamah sendiri, sudah jelas dari tadi kalau wanita itu berbohong pada kita dengan menambah luka tamparan di pipinya , aku sudah muak pergi dari sini dan jangan pernah tunjukan wajahmu lagi di depanku dan rumahku tertutup untukmu....!!! " ucap Rama dengan sangat marah


Seruni langsung memandang wajah nyonya Sarah berharap pembelaan darinya namun nyonya Sarah malah memalingkan wajahnya, mungkin dia merasa malu kalau calon menantu kesayangannya ternyata tidak sebaik yang ia pikirkan.


"Tante kecewa padamu Seruni " ucap nyonya Sarah namun wajahnya enggan melihat Seruni.


"Kalian semua jahaaatt....!!!!! lihat saja nanti aku akan membalas kalian semua terutama kau gadis menyebalkan aku akan membalasmu....!!!" teriak Seruni sambil pergi meninggalkan kantor Rama.


Setelah Seruni pergi Rama berbicara pada ibunya " mulai sekarang hentikan mencari calon istriku mah, karena aku sudah mempunyai istri yang sangat aku cintai " ucap Rama sambil mencium mesra pipi istrinya. David langsung meninggalkan ruangan itu karena hatinya merasa terbakar melihat kemesraan Rama terhadap Anggi dan bagaimana Rama terlihat sangat posesif terhadapnya.


"Tanpa bicara apa-apa nyonya Sarah langsung pergi meninggalkan ruangan Rama, sepertinya suasana hatinya sedang sangat buruk.


"Anak onta aktingnya bagus banget siihh, cinta dia bilang, masa iya ni orang cinta sama gue " gumam Anggi dalam hati, Anggi masih ragu dengan perasaan Rama karena selama ini Rama belum pernah mengungkapkan isi hatinya kepada Anggi. Rama berpikir dengan sikapnya selama ini Anggi akan mengerti dengan perasaanya. Rama tidak tahu kalau anak kam-bingnya tidak pintar dalam menilai perasaan suaminya.


Kini tinggal mereka berdua yang berada di dalam ruangan kantor Rama. Pandangan Rama langsung menuju kepada Anggi dan melihatnya dengan intens.

__ADS_1


"Kenapa liatin muka aku kaya gitu ?" tanya Anggi yang merasa aneh dengan tatapannya.


"Apa yang kau lakukan berduaan dengan David ?" tanya Rama


"Oh, kak David nyetir mobil terus aku duduk di kursi pinggirnya gak mungkin kan aku duduk di pangkuan kak David nanti nyetirnya gimana " jawab Anggi sambil tertawa lucu. Namun Rama yang mendengarnya merasa marah Rama jadi membayangkan Anggi duduk di pangkuan David dadanya menjadi terasa sangat panas.


"Dasar gadis nakal berani kau macam - macam denganku lihat saja nanti " ucap Rama


Anggi pun langsung terdiam, Rama menarik Anggi semakin dekat dan tidak sengaja menekan tangannya.


"Aaawwhh ssshh..." Anggi meringis


"Pelan-pelan tangan aku sakit gara-gara si seruling" ucap Anggi sambil meniup-niup tangannya


Rama langsung mengambil tangan Anggi dan menciumnya dengan lembut hingga Anggi merasa merinding dengan ciuman Rama di tangannya.


"Maafkan aku " ucap Rama


"Yang salah bukan kak Rama tapi si seruling itu, jahat banget jadi orang " kesal Anggi


"Dan kau juga anak kam-bing yang bar-bar " ucap Rama sambil tertawa. Anggi pun jadi ikut tertawa mendengarnya.


Rama semakin mendekap Anggi dan membawanya ke dalam pelukannya yang hangat, entah kenapa Anggi menyukai itu ia pun melingkarkan tangan mungilnya di punggung Rama yang kokoh. Rama melepas pelukannya dan langsung mendaratkan ciuman lembut di bibir Anggi Anggi pun membalas ciuman Rama dengan lembut.


Hingga kini tangan Rama sudah berada di dua benda kesayangannya. Saat Rama baru saja akan mengangkat pakaian Anggi ke atas, Stevan tiba-tiba masuk ke dalam ruangan Rama, Stevan melihat bos nya sedang bertukar saliva membuatnya yang melihat menjadi panas dingin. Rama yang terkejut langsung melepaskan Anggi dan dengan cepat menarik pakaian Anggi ke bawah.


"Ma-maaf pak, saya tidak tahu anda...." Stevan langsung menutup pintunya dan keluar ruangan Rama setelah melihat tatapan tajam dar Rama.

__ADS_1


"Ya Tuhan mata suciku sudah ternoda, ah sial aku jadi ingin punya pacar " gumam Stevan


__ADS_2