
"Astaga jantungku.... " gumam Stevan dalam hati
Sera melihat Stevan memegang dadanya dan terlihat bengong membuat Sera agak khawatir melihatnya apalagi wajah Stevan kini tengah pucat.
"Om kenapa ? Om punya penyakit jantung? " tanya Sera sambil memegang dada bidang Stevan.
Oh astaga kini giliran Sera yang terkena serangan jantung, menyentuh dada bidang Stevan dan melihat wajah tampannya dari dekat di tambah aroma maskulin yang menguar ke indra penciumannya membuat Sera semakin terpana kepada Stevan.
"Ya ampun keren banget dadanya kokoh banget jadi pengen di peluk " gumam Sera dalam hati.
"Om.... " panggil Sera
"Ada apa? " tanya Stevan yang masih mengumpulkan kesadarannya gara-gara gadis kecil di depannya
"Kita ke penghulu sekarang yukk, aku udah ga tahan pengen di halalin Om ganteng " ucap Sera
Ucapan Sera membuat kesadarannya pulih hingga dengan spontan Stevan langsung menoyor gadis cantik di depannya hingga terjungkal, untung saja Sera jatuh ke atas gulungan kain. Jadi dia tidak merasakan sakit hanya saja posisi jatuhnya sangat memalukan karena kedua kakinya ke atas dan kepalanya ke bawah. Stevan terkejut melihat Sera terjungkal dan langsung menolong gadis itu.
"Belum aja di halalin udah kdrt gimana sihh... " protes Sera dengan penampilan acak-acakan karena habis terjatuh.
"Memangnya siapa mau menghalalkanmu bocil percaya diri sekali " ucap Stevan
"Ya Om ganteng lah, siapa lagi kalo jodoh itu ga akan kemana buktinya Om ganteng ngejar Sera sampai kesini " ucap Sera sangat percaya diri
"Kau di beri makan apa oleh orangtuamu hingga rasa malumu itu tidak ada sama sekali, apa tidak ada sisanya sedikit saja " ucap Stevan.
"Dulu di kasih nasi lah sama orang tua aku, tapi sekarang ga pernah di kasih makan lagi sama mereka " jawab Sera
"Memangnya kenapa ? apa orangtuamu menyesal punya anak sepertimu " ledek Stevan
"Iya mau ngasih aku makan gimana, orang tua aku aja udah ga ada mereka udah meninggal tiga tahun yang lalu akibat kecelakaan " jawab Sera merasa sedih terlihat dari wajahnya yang tiba -tiba murung dan terlihat seperti ada genangan air mata yang sudah siap menetes di pipi mulusnya.
"Maaf ...." Stevan merasa tidak enak pada gadis itu.
__ADS_1
"Ngga apa-apa kok Om, bisa pake wali hakim kalo kita nanti nikahan.... " jawabnya sambil tersenyum manis. Ingin sekali Stevan menjitak gadis di depannya, tapi dia merasa kasihan takut gadis kecil ini terjungkal lagi akibat toyoran yang menurutnya tidak seberapa tapi mampu membuat gadis ini terjungkal. Tentu saja tubuh Stevan yang tinggi menjulang dan berotot, menoyor gadis kecil sebatas dadanya saja pasti langsung terjatuh. Stevan benar-benar tidak sadar diri dengan tubuhnya itu.
"Bangunlah.... bangun jangan bermimpi terus siapa yang mau menikah dengan anak kecil sepertimu. Aku suka gadis matang dan dewasa bukan gadis yang sedang masih dalam pertumbuhan " ucap Stevan.
"Padahal dada aku ukurannya lumayan lohh, ga kecil-kecil amat " ucap Sera sambil memegang kedua buah mangga di dadanya, hingga membuat Stevan terkesiap dan ingin coba memegangnya juga untuk memastikan ukurannya. Astaga Stevan jadi berpikir mesum gara-gara gadis kecil ini.
"Sudahlah sana bekerja lagi, aku ingin barang selesai dan bisa di kirim malam ini atau terlambatnya besok pagi " ucap Stevan menyudahi obrolannya dengan Sera karena pikirannya sudah mulai traveling kemana-mana. Hingga ingin tahu rasanya memegang buah mangga matang yang masih ranum.
"Oke Om, Aku tunggu lamarannya loh, nikah sama aku itu banyak pahalanya soalnya bakalan ngebahagiain anak yatim piatu " ucapnya Stevan hanya geleng-geleng kepala saja menyikapinya.
"Tinggi dulu baru ngajak nikah dasar pendek " ucap Stevan sambil pergi
"I love Om ganteng muuaacchhh.... " ucap Sera sambil sun jauh. Stevan tidak mau melihatnya karena takut terkena serangan jantung dadakan lagi.
*
*
*
Stevan pun keluar dari pabrik dan samar-samar melihat seorang gadis duduk sendirian di jalan sambil mengutak- atik ponselnya. Setelah lebih dekat ternyata gadis itu adalah Sera.
"Sedang apa malam-malam begini ia di luar, apa si pendek itu ikut lembur? " pikir Stevan, Stevan pun menghampirinya dengan menjalankan mobilnya perlahan. Setelah mobilnya berada di samping Sera barulah Stevan memberhentikan mobilnya dan membuka kaca mobilnya. Terlihat jelas kini wajah Sera yang sedang celingukan melihat ke arah mobil.
"Hey anak kecil, kau sedang apa di pinggir jalan malam-malam " ucap Stevan
"Lagi nunggu ojek online Om mau pulang" jawab Salsa
"Ojek...? "
"Iya... " jawab Salsa sambil mengangguk
Stevan berpikir apa tidak bahaya jika seorang gadis pulang malam-malam menggunakan ojek online, bagaimana jika ada yang berniat jahat padanya. Apalagi Sera termasuk jajaran gadis cantik dan imut menurut Stevan. Astaga Stevan merinding membayangkannya.
__ADS_1
"Masuklah bocil aku akan mengantarmu pulang"ucap Stevan.Sera merasa terkejut karena diajak pulang bersama oleh tangan kanan pemilik perusahaan. Rasanya seperti mimpi bisa satu mobil dengannya.
Ya Sera baru tahu jika pria tampan yang dia sebut Om adalah Stevan asistent Rama pemilik dari tempat ia bekerja.
"Cepatlah sebelum aku berubah pikiran...." ucap Stevan. Sera pun langsung mengangguk dan naik kedalam mobil Stevan setelah sebelumnya ia mengcancel drivernya.
Sera langsung duduk di depan di samping Stevan, jantungnya semakin berdebar saja berada satu mobil dengan pria pujaannya.
"Pakai setbealtmu.... " Sera pun mengangguk dan memakainya tapi sepertinya Sera kesusahan memakainya. Stevan berdecak melihatnya
"Apa kau tidak bisa memakainya....?" tanya Stevan
"Ngga bisa Om aku ga ngerti, soalnya kalo naik. angkot ga perlu pake beginian " jujur Sera yang memang tidak bisa memasang setbealtnya. Stevan pun langsung memakaikannya hingga tubuh keduanya sangat dekat. Membuat Sera merasa betah berlama-lama dekat Stevan. Tak lama terdengar suara klik...
"Sudah.... " Ucap Stevan yang merasakan rasa yang sama saat dekat dengan seorang gadis.
"Kok udah lagi siihh... " ucapnya kecewa
"Memangnya harus bagaimana lagi " jawab Stevan sambil menghidupkan mobilnya.
"Kirain aku tadi aku bakalan di cium...." jawabnya sambil tersenyum
"Apa.... " Stevan terkejut dengan gadis di depannya
"Hey bocil awas kau jangan bicara seperti itu lagi, untung saja aku pria kuat iman "ucap Stevan dengan degup jantung yang terasa bertalu-talu membayangkan mencium bibir kecil Sera yang berwarna pink dan sangat menggoda pasti terasa sangat manis saat mencobanya.
"Astaga aku jadi ingin menikah.... " gumam Stevan dalam hati.
*
*
*
__ADS_1
Udah double up nihh like sama hadiahnya di tunggu ya 😘😘