Tambatan Hati Timmy

Tambatan Hati Timmy
Bab 95


__ADS_3

Setelah kejadian tadi biri-biri kecil itu tidak banyak bicara. Dia lebih banyak diam sedari tadi, mungkin dia merasa malu bahkan sangat malu. Tapi dari kejadian itu Stevan menangkap satu point yang ada dalam diri Sera yang berbeda dengan si Timmy anak kambing bar-bar. Jika Timmy melakukan hal konyol wajahnya selalu tampak biasa saja seperti tidak terjadi apa -apa atau bahkan Timmy malah tertawa terpingkal-pingkal menertawakan kebodohannya sendiri. Lain dengan Sera yang jika ia merasa malu dia akan diam, sedari tadi saja Sera hanya duduk diam di ruangan Stevan setelah pemecatannya. Dia tidak mau melihat Stevan secara langsung dengan menatap matanya, saat keluar dari ruangan HRD pun ia hanya tertunduk malu bahkan tulang pipinya terlihat sangat merah. Terlihat menggemaskan menurut Stevan.


"Ternyata biri-biri kecil ini punya sisi imut juga" gumam Stevan dalam hati.


Kini mereka berdua sedang duduk bersama di ruangan Stevan, Stevan memberikan Sera minuman dingin untuk meradam rasa malunya. Sera langsung menghabiskan minuman itu hingga tandas. Sepertinya gadis itu merasa sangat kehausan setelah mengeluarkan air mata konyolnya. Menahan rasa malu juga mengeluarkan banyak tenaga bukan, karena menahan beban mental yang berat.


"Hey bocil, kenapa kau diam saja dari tadi ?" tanya Stevan


"Aku tuhh malu gara-gara mas Stevan tahu, malunya tembus sampe ke jantung dan sekarang udah naik ke ubun-ubun" jawab Sera


"Woahh benarkah kau merasa malu? " goda Stevan


"Iya aku malu banget, karena gara - gara mas Stevan HRD itu jadi tahu kalo aku pernah di cip*k sama mas Stev, muka aku mau di taruh dimana coba" ucapnya dengan menggebu-gebu


"Taruh saja di ember lalu simpan di kamar mandi" jawab Stevan santai sambil meminum minumannya


"Isshh, emangnya aku cucian apa? " rasa malunya sudah berganti menjadi kesal.


"Iya kau terlihat seperti cucian kusut yang belum di setrika " ucap Stevan Sera hanya mencebikan bibirnya kesal.


"Kemarilah.... " Stevan meminta Sera mendekat.


"Ngga mau, aku maunya di bujuk " jawab Sera merajuk.


"Tapi aku tidak bisa membujuk seorang gadis " ucap Stevan.

__ADS_1


"Aihhh.... " Sera kesal namun Stevan malah menggaruk kepalanya yang tidak gatal, sepertinya membujuk Rama untuk naik gaji lebih mudah dari pada mencoba membujuk biri-biri kecilnya.


"Kau mau jajan... ayo kau mau jajan apa aku belikan" bujuk Stevan sambil tersenyum manis semanis madu di tambah susu dan gula manisnya sangat kelewatan.


Sera masih diam tidak bergeming padahal hatinya sangat berbunga-bunga melihat Stevan yang terlihat manis. Tapi Sera sedikit tersenyum membuat Stevan merasa gemas.


"Ayo kemarilah anak manis duduklah di sini di pangkuan calon suamimu" ucap Stevan sambil menepuk-nepuk pahanya. Tanpa di bujuk lagi Sera pun langsung duduk di pangkuan Stevan dan bergelayut manja di leher Stevan yang kokoh.


"Ya ampun, gadis ini setiap hari mengikis imanku" ucap Stevan, yang memeluk gadis kecil di pangkuannya itu.


"Hey Seramun lepaskan, jangan memelukku seperti ini " ucap Stevan, Sera yang merasa nyaman memeluk Stevan pun langsung memberenggut kesal.


"Kenapa? " tanyanya


"Aku hanya takut saja" jawab Stevan yang merasakan gagang sapunya bangun perlahan.


"Bukan itu maksudku Seramuuuunnn.... " ucap Stevan


"Kok nama aku jadi jelek sihh.... "


"Siapa bilang nama itu jelek, itu singkatan dari Sera mirip sailormoon, Sailormoon itu kan cantik" jawab Stevan tersenyum.


"Benera...? Stevan pun mengangguk


"Makasih.... "

__ADS_1


Cup


Sera mencium pipi Stevan, Stevan semakin geleng-geleng kepala. "Di saat imanku sudah menipis bocah ini malah semakin mengikisnya" gumam Stevan dalam hati.


"Seramun...." panggil Stevan


"Apa....? " jawab Sera yang masih betah bergelayut manja di leher Stevan.


"Tolong carikan penghulu sekarang juga, aku sudah tidak kuat lagi menahannya" ucap Stevan dengan wajah memelas. Sera mengangkat kepalanya dan melihat wajah calon suaminya yang sangat tampan.


Tanpa menunggu Stevan langsung membenamkan bibirnya di bibir mungil Sera. Stevan menciumnya dengan sangat lembut Sera pun membalas ciuman Stevan. Keduanya terhanyut dalam ciuman itu, Stevan sedang menekan hasratnya agar tidak melakukan hal lebih pada Sera. Dengan perlahan Stevan menurunkan Sera dari pangkuannya dan menidurkannya do sofa dan mengungkung gadis kecil itu. Melepaskan sebentar pagutannya dan melanjutkan lagi.


Tangannya sedang menahan agar tidak bergerak menyentuh buah ranum yang ada di depannya yang terlihat mengintip di balik seragam kerja Sera. Akhirnya tangannya hanya memegang leher kecil itu sambil terus mencium bibir Sera dengan lagi dan lagi .Namun bibirnya tidak bisa menahan untuk sedikit menjelajah ke leher jenjang Sera dan memberikan banyak gigitan di sana. Biar saja pikir Stevan, karena bekas gigitannya masih bisa di tutupi oleh make up Sera. Maka dari itu ia sapuasnya menggigit leher Sera.


Sera hanya melenguh menikmati semua yang di lakukan Stevan selama itu tidak berlebihan menurutnya.


Lama mereka bermesraan di sana untung saja pintu ruangan itu di kunci dan Stevan juga sudah meminta ijin pada Rama untuk libur bekerja karena akan membawa Sera bertemu orang tuanya.


"Astaga aku sudah tidak kuat, dan ingin menikah sekarang juga " gumam Stevan dan tanpa sengaja tangannya memegang salah satu benda keramat itu. Sera terkejut saat tangan Stevan mencoba menelusup kesana.


"Masss Stevan..... "


*


*

__ADS_1


Ya ampun babang Steve kok nackal siih 😚😚 tahan sebentar ya mas Stevan ganteng. Tadi mimin udah cariin penghulunya kok, katanya masih sibuk di hajatan tetangga 😝


Saweran likenya dong buat modal nikahan Stevan sama Sera 😘😘


__ADS_2