
Yura dan Sabira beserta suami mereka kini telah pulang karena mereka tidak bisa lama-lama pergi meninggalkan anak mereka, karena anak mereka yang masih kecil begitu pun dengan Regan dan juga Revan yang sedang di tunggu oleh pekerjaan mereka.
Orang tua Anggi juga sedang bersiap pulang karena banyak orderan yang belum di kirim karena mereka tadi mendapat kabar kalau Rama sedang menuju ke rumah sakit.
Tak lama mereka menunggu Rama pun tiba di sana, orang tua Anggi pun berpamitan untuk pulang. "Timmy mamah sama papa pulang dulu ya, jaga kesehatan kamu nanti semoga kamu bisa cepet hamil lagi ,jadi mamah bisa gendong bayi. Mamah udah lama banget ga gendong bayi, jadi kangen punya bayi "ucap mamah Anggi sambil mengusap rambut anaknya
"Papa juga pulang dulu ya Tim, papa sayang sama kamu nanti kalau kamu sembuh main lagi ke rumah ya papa bakalan masak makanan kesukaan kamu " ucap papa Anggi.
"Iya mah, pah kalian hati-hati ya, jangan bikin adik lagi, aku ga mau punya adik malu udah gede. Nanti aku kasih kalian cucu aja " ucap Anggi sambil tertawa
__ADS_1
"Dasar anak sableng , lagi sakit juga tetep aja mulutnya kaya sambel .Siapa juga yang mau bikinin kamu adik, cukup ngadon aja ga usah di jadiin, iya kan pah " ucap mamah Anggi
"Iya lah, anak kita cukup kamu aja. Lagian kita juga udah punya menantu serasa jadi punya anak dua papa" ucap papa Anggi sambil tertawa. Meskipun berbicara dengan nada biasa bahkan di bubuhi tawa tapi Rama merasa bahagia dan hatinya pun menghangat saat papa nya Anggi mengatakan kalau dia menganggapnya sebagai anak. Rama pun tertawa melihat interaksi Anggi dan orang tuanya yang apa adanya tanpa kepura-puraan walau pun sebenarnya mereka lebih cocok di sebut dengan keluarga absurd.
Mamah dan papa Anggi pun pulang meninggalkan rumah sakit. "Bagaimana keadaanmu sekarang ?" tanya Rama
"Ada apa ?" tanya Rama melihat Anggi melamun lalu menghampirinya.
"Eh, ngga ada kak, aku cuma lagi mikir aja padahal daftar ngidam udah aku catat tapi hamilnya ga jadi" ucap Anggi berbohong.
__ADS_1
"Kamu tenang saja, aku akan memberikannya. Kau bisa memberikan catatannya padaku " ucap Rama tersenyum lalu kemudian memeluk Anggi dengan sayang.
"Uuuhhh, gue ga tega kalo gue bilang gue trauma hamil, anak onta baik banget sama gue, oke gue mesti semangat nyetak anak " gumam Anggi dalam hati. Berada dalam pelukan Rama membuatnya terasa sangat nyaman. Hingga ia tidak mau melepaskannya.
"Timmy, apa nanti kau akan meninggalkan aku ?" tanya Rama tiba-tiba. Anggi langsung melepaskan pelukannya kepada Rama.
"Kok kak Rama nanyanya gitu sih ? tanya Anggi merasa heran kenapa suaminya tiba-tiba berkata seperti itu.Apa mungkin Rama kecewa padanya dan akan meninggalkannya.
Tidak...itu tidak boleh terjadi di saat hatinya mulai terpaut padanya pria yang di cintainya akan pergi meninggalkannya. Hatinya tidak akan sanggup menerimanya.
__ADS_1