
"DASAR ASISTEN PELIT GILA... " ucap Stevan dan Ivan bersama.
"DASAR ASISTENT JOMBLO...!!! " balas Bagas
"Astaga sejak dia menikah pikirannya semakin tidak waras saja...." Ramon geleng-geleng kepala
"Sepertinya makhluk ini mengalami over dosis bercinta " timpal Revan
"Dia terlalu sering bercocok tanam hingga membuat otaknya menjadi rusak, ini peringatan untuk k8alian yang masih jomblo agar jangan terlalu berlebihan bercocok tanam bersama istri kalian nanti. Jika kalian tidak ingin gila seperti dia " ucap Regan
"Pak, kenapa anda tidak membela saya...? " Bagas merajuk.
"Diam atau aku potong gajimu... " jawab Regan sambil memijat keningnya terasa pusing. Ancaman dari Regan membuat si mulut mercon kalah telak. Bagas tidak bisa berbuat apa-apa, dia lebih baik memilih diam demi menyelamatkan angka nol di belakang gajinya. Yang bisa-bisa nanti di tendang oleh Regan, hingga menghilang.
Sedangkan Stevan dan Ivan tertawa mengejek " si mata duitan sangat takut gajinya hilang... " ledek Ivan
"Tentu saja aku sangat takut karena ada seorang istri yang harus aku nafkahi tidak seperti kalian uang jomblo " balas Bagas tidak mau kalah
"Sudahlah kalian para jomblo sebaiknya kalian diam saja, karena kalian tidak akan menang melawan dia. status kalian terlalu lemah " ucap Regan tidak kalah menyebalkan
"Kalian memang sangat cocok...." ucap Ramon pada Regan dan Bagas
"Tentu kami adalah pasangan serasi... " jawab Bagas
Bukk....
Satu pukulan pun mendarat di kepala Revan
"Aku tidak sudi berpasangan denganmu, aku terlihat serasi hanya bersama istriku yang cantik saja bukan denganmu asistent gila " kesal Regan Bagas hanya mengusap-usap kepalanya yang bekas terkena pukulan Regan.
"Aku geli mendengarnya..." ucap Ivan geleng-geleng kepala.
Yang lainnya hanya tertawa saja menyaksikan pertunjukan unfaedah dari Regan dan Bagas.
*
*
*
Di kediaman Wijaya
__ADS_1
Danisa merasa sangat lemas karena sudah melayani suaminya yang tidak mau berhenti menyentuhnya. Danisa tidak tahu jika setelah bercinta tubuhnya akan terasa remuk dan hancur. Saat ini mereka masih berpelukan dalam keadaan polos. Si Suneo tidak mau melepaskan si Nobita, dia terus memeluknya dengan erat.
"Kak David bisa bantu aku ke kamar mandi ?"tanya Danisa kepada David yang masih mengelus punggung polos Danisa. Danis takut jika tidak di hentikan maka ritual aye-aye ini tidak akan berhenti.
David melihat wajah istrinya yang kelelahan dan merasa kasihan. "Baiklah ayo.... " jawab David
"Tapi aku jangan di apa-apain ya... " ucap Danisa
"Tidak sayang, maaf kan aku ya... " David berbicara sambil membelai lembut wajah cantik Danisa
Mulai saat ini David memutuskan bahwa hatinya memang terpaut pada Danisa. Dia memang mencintai Danisa, David sudah meyakinkan Danisa.
David pun beranjak dari tempat tidurnya, Danisa langsung melilitkan selimutke tubuh mungilnya.
"Aakh.... " Danisa memekik kesakitan karena lembah sempitnya semalaman di selami oleh kapal selam David.
"Kenapa ?apa sangat sakit? "tanya David khawatir
Danisa meringis kesakitan membuat David menyesal sudah menggempurnya semalaman dan tadi pagi.
"Iya ini sakit banget... " jawab Danisa sambil mencoba bangun dan di bantu oleh David.
"Asataga itu.....? " tunjuk Danisa pada burung David yang tengah tidur menjuntai. Danisa sampai bergidik melihatnya. Namun si Suneo tampaknya tidak peduli dan malah tersenyum tengil.
Danisa hanya memasang wajah heran, Danisa baru tahu jika ada sisi tidak waras di balik wajah tampan suaminya. David langsung menggendong tubuh Danisa ke kamar mandi, dengan menurut Danisa diam saja dia terlalu lelah akibat olahraga malam dan paginya.
David langsung mendudukan Danisa di closed, dan menyiapkan air panas untuk mandi. Dia kuga memasukam wewangian di sana hingga tercium sangat wangi oleh Danisa dan aromanya sangat menenangkan.
Setelah semuanya siao David memasukan Danisa ke dalamnya. Dan ia pun ikut maskuk ke dalamnya.
"Kenapa kak David malah ikut masuk? " tanya Danisa memasang wajah siaga.
"Aku akan membantumu untuk mandi, kasihan kan kau terlalu lemah untuk mandi sendiri. Maka dari itu sebagai suami yang bertanggung jawab aku akan membantumu" ucap David yang kini tangannya sudah kemana-mana "
"Cuman mandi aja, aku cape banget " ucap Danisa
"Iya baiklah, tidak masalah "jawab David, David tidak setega itu jika harus menggempurnya kembali.
*
*
__ADS_1
*
Setelah pulang dari perusahaan Maheswara, Stevan kembali ke kantornya Wijaya Group. Namun sebelum kembali kesana Stevan di minta untuk pergi ke pabrik dan melihat barang yang akan di eksport malam ini.
Meskipun lelah, Stevan tetap pergi kesana karena sudah kewajibannya untuk mengecek barang dan memastikan barang beres tepat waktu.
Sampainya di pabrik Stevan langsung masuk ke dalam pabrik dan melihat para karyawan di sana. Stevan melihat satu per satu karyawan di sana, Stevan terus berjalan sambil terus memoerhatikan kinerja karyawan di sana. Namun saat masuk ke bagian produksi. Matanya yang tajam langsung menangkap sosok gadis kecil yang pernah ia temui sedang membawa barang dalam jumlah banyak di dalam roda.
Gadis kecil itu terlihat sangat bersemangat sekali membawa barang dari line ke line sambil tersenyum manis. Stevan bisa melihat senyumannya karena gadis itu tengah melepaskan maskernya.
Diam-diam Stevan mengikuti gadis itu, semua karyawan di sana tidak ada yang berani mengangkat kepalanya karena takut dengan keberadaan Stevan di sana. Jadi tidak ada yang tahu jika Stevan tengah menatap gadis kecil itu.
Karena penasaran Stevan pun terus mengikutinya. Hingga ia berada di gudang kain, kebetulan di sana sedang tidak ada siapa-siapa selain dia dan juga Stevan. Karena kebetulan gudang kain ada di bagian belakang pabrik.
Terlihat gadis itu membawa sebuah kertas dan melihat kesana kemari seperti mencari sesuatu.
"Hey bocil...... " panggil Stevan
Sera pun langsung berbalik dan melihat ke arah Stevan dan langsung tersenyum manis merasa sangat senang bisa bertemu lagi dengan pria tampan yang pernah ia temui waktu itu.
Ya gadis itu adalah Sera, gadis yang pernah Stevan temui di tempat makan itu.
"Ya ampun, om ganteng lagi apa di sini ? nyari aku ya?" ucapnya dengan percaya diri
"Siapa yang mencarimu, aku hanya ingin tahu sedang apa anak kecil ada di di dalam pabrik ?" tanya Stevan dengan wajah so cool nya.
"Aihhh ganteng-ganteng rabun, aku lagi kerja liat nihh aku pake seragam kerja kan? "
"Seenaknya saja kau bilang aku rabun, aku akan memecatmu jika kau berani bicara seperti itu lagi " ucap Stevan menakuti gadis di depannya, karena Stevan tidak setega itu harus memecat seorang karyawan karena hal sepele.
Namun gadis itu sepertinya tidak takut dengan ancaman Stevan dia malah terus tersenyum kepada Stevan. Membuat detak jantung Stevan mendadak tidak normal.
"Ga apa-apa di pecat juga, kalo mau di halalin sama om ganteng, soalnya hati aku kayanya udah nyangkut di hati om dehh.... " jawab Sera
"Astaga jantungku...." guman Stevan
*
*
*
__ADS_1
Jangan lupa dukung terus ya dengan like dan komen serta poin 😘😘