
Melihat si Nobita di marahi perempuan staf itu David merasa tidak suka dan jengah dengan sikap staf yang sangat sok menurut David.
David pun menghampiri mereka dan mendengar perempuan itu sedang memarahi Nobita.
"Maaf, ada apa ini? " tanya David, perempuan yang sedang marah itu langsung merubah ekspresi wajahnya dari sangat marah menjadi sangat manis, sayang nya David mendadak merasa jijik dengan sikap staf perempuan itu.
"Ini loh mas David, si Danisa ini numpahin teh ke baju aku liat nih baju aku jadi kotor " ucap gadis itu dengan manja sambil memperlihatkan sedikit tumpahan teh di bagian dadanya, dan semakin membusungkan dadanya agar terlihat oleh David, benar-benar menggelikan pikir David.
"A-aku ga sengaja tadi pas aku jalan, mba nya langsung balik ke belakang jadi aku ga sempet menghindar " jawab Danisa
"Jadi kamu nyalahin aku, dasar pegawai rendahan kamu ya. Gaji kamu aja ga bakalan cukup buat ganti baju aku ini tahu " ucapannya sangat sarkas menurut David, dia hanya seorang staf tapi bicaranya melebihi seorang atasan .
"Kalau begitu tambah dengan gajiku, apa cukup untuk mengganti baju nona yang kotor" ucap David.
Gadis itu langsung membuka matanya terkejut mendengar ucapan David. "Kamu ga perlu bantuin dia, buat apa dia itu cuma gadis miskin yatim piatu " ucapnya dengan nada meledek.
"Tentu saja aku harus membantunya untuk mengganti bajumu nona, karena gadis ini adalah sepupu ku. Iya kan Nobi? ucap David sambil merangkul Danisa.
" N-nobi....? " ucap Danisa tergagap
"Kenapa kau memanggilnya Nobi? namanya Danisa " ucap Staf perempuan itu
"Itu panggilannya saat kecil, dia memang yatim piatu tapi dia tidak sendiri masih ada aku yang akan selalu menjaganya. Jadi nona jika gaji ku dan gajinya nanti di satukan apa cukup untuk mengganti bajumu? " tanya David, seketika hati Danisa terasa menghangat baru kali ini ada orang yang membelanya selain orang tuanya.
Staf itu langsung terdiam menatap dengan bingung ke arah Danisa dan David. "Mas David tidak usah di ganti saja, tidak apa-apa uangnya buat pegangan mas David aja. Kok aku baru tahu kalo kamu punya sepupu tampan kaya mas David? " tanyanya pada Danisa.
"I-itu karena? " Danisa bingung dan malah menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
"Itu karena tempat tinggal kami jauh, kami tinggal di kota yang berbeda. Dan karena aku sedang membutuhkan pekerjaan, Nobita memberi tahu ku kalau di sini ada lowongan . Ya walau hanya pekerjaan seperti ini yang penting aku punya penghasilan " jawab David sangat lugas.
"Oh begitu ya " jawab staf itu sambil tersenyum manis ke arah David.
"Ayo Nobita, kita harus membereskan lantai atas kan " ajak David, Danisa pun mengangguk.
"Maafkan sepupu ku nona" ucap David sambil tersenyum dengan sangat manis ke arah staf itu. David mengeluarkan senyum mautnya, walau sebenarnya hatinya sangat jengah melihat sikap sarkas gadis staf itu.
David dan Danisa pun pergi meninggalkan staf itu. "Menjijikan.... " ucap David
"Apa....? " tanya Danisa
Gadis tadi, sikapnya sangat menjijikan "ucap David.
" Oh...Makasih ya mas mas jangkung udah nolongin aku"ucap Danisa
"Oke... nanti malem aku masak ayam" ucap Danisa.
"Baiklah, harus enak ya. Kau dengar aku Nobita.
" Iya Suneo.... "jawab Danisa sambil tertawa
" Dasar gadis pendek, jangan, panggil aku Suneo. Julukan itu terlalu jelek untukku"jawab David.Danisa hanya tertawa menanggapinya.
*
*
__ADS_1
*
David dan Danisa pulang kerja dengan berjalan kaki lagi, lumayan menghemat ongkos dan untuk uang ongkosnya David bisa sedikit David sisihkan untuk tabungannya.
Kini David sudah sampai di rumah kontrakannya, dia langsung saja merebahkan tubuhnya yang terasa sangat lelah. setelah beristirahat sejenak David pun langsung mandi dan akan pergi makan di rumah Danisa. Semoga saja makanan nya sudah siap karena David sudah sangat lapar.
Setelah selesai mandi David langsung ke rumah Danisa. Tapi Danisa terdengar sedang mengusir seseorang.
"Pergi sana.... pergi kau jangan masuk ke rumah ku...!!! " ucap nya dengan marah.
David takut ada orang jahat yang masuk ke rumah Danisa. Tapi saat David masuk ke sana Danisa terlihat sedang berjongkok ke arah kolong lemarinya sambil memegang sapu.
"Pergi kau tikus jelek jangan tinggal di rumahku.... " ucap nya lagi
"Ternyata tikus, aku pikir pencuri dasar Nobita" gumam David
Argghhhh.....
Danisa berteriak sambil melempar sapunya dan berlari menabrak dada David yang keras.
"Auuwwww.... " rintih Danisa sambil memegang hidungnya.
David sejenak terpaku melihat Danisa tanpa, kacamatanya. Rambutnya tergerai setengah basah bibir pinknya indah merekah dan bulu mata lentik seperti boneka serta mata yang sangat indah.
"Cantik.... " gumamnya.
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐🌟⭐🌟
__ADS_1
Minta like nya dong 🤭🤭☺☺