Tambatan Hati Timmy

Tambatan Hati Timmy
Bab 92


__ADS_3

"Adik....?" tanya Sera pada mereka merasa bingung


"Iya, kamu adiknya mas Stevan ?" tanya Anggi


"Oh, bukan.. ..kenalin namaku Sera calon teman hidupnya mas Stevan " jawab Sera sambil tersenyum manis. Semua orang terkejut mendengar asistent Rama yang agak pemalu itu tiba-tiba punya pacar. Karena setahu mereka Stevan tidak pernah dekat dengan perempuan mana pun.


"Jadi kau pacarnya Stev ?" tanya Regan


"Iya..." jawab Sera


"Ahh...dasar Sasako dia itu bukan adiknya mas Stevan, tapi pacarnya" ucap Yura


"Kan tadi Sasa mah cuman nanya... "jawabnya polos.


"Iya, tapi pertanyaanmu membuat Stevan terlihat shock, kasihan dia "timpal Ramon


"Iya, kasian jantung mas Stevan tadi sampe kesemutan denger pertanyaan kamu" ucap Bira


Sedangkan Sasako yang di hakimi terlihat santai, dia terus saja makan kue kesukaannya di sana. Tanpa mempedulikan orang-orang berkata padanya.


Stevan dan Sera pun langsung menuju ke kursi tempat mereka berkumpul untuk duduk bergabung di sana.


"Hey asistent pelit, kenapa sejak menikah mulutmu itu selalu menyebalkan...? " tanya Stevan pada Bagas


"Itu hadiah dari bos ku yang baik hati... " jawabnya santai

__ADS_1


"Maksudmu....? " tanya Stevan dan tentu saja membuat semua orang penasaran karena mereka pun mempunyai pertanyaan yang sama pada Bagas. Kenapa mulut Bagas sekarang tidak pendiam seperti dulu.


"Pak Regan pernah bilang kepadaku, jika aku sampai menikah dan mempunyai wanita yang sangat aku cintai. Maka dia menghadiahkanku supaya bisa mengungkapkan isi hatiku. Bicarakan dan jangan di pendam, tapi tentu saja aku tidak melupakan rasa hormatku kepada bos ku. Dan kepada kalian, aku hanya bercanda jadi jangan di masukan ke hati.


"Sebenarnya aku orang yang periang dan senang bercanda, tapi saat aku kerja dengan pak Regan yang jarang bicara aku menjadi sungkan" Bagas menjeda bicaranya dan melihat semua orang tampak serius mendengarkannya. Dan Bagas pun melanjutkan pembicaraan yang selalu menjadi pertanyaan setiap orang.


"Namun saat pak Regan mengenal nona Bira yang sering bicara sembarangan dan juga banyak tertawa dalam kesehariannya membawa efek perubahan besar pada pak Regan. Beliau yang biasa bicara hanya dengan bahasa Iya dan Tidak serta gelengan kepala membuatnya menjadi berbicara layaknya manusia normal. Itu adalah efek dari cinta pak Regan dengan nona Bira. Dan pak Regan pun pernah berkata padaku jika aku menemukan cintaku maka hidupku pasti akan sepertinya mempunyai banyak perubahan. Dan akan banyak senyuman"


"JADILAH DIRIMU SENDIRI SAAT KAU MENDAPATKAN CINTAMU SUATU SAAT NANTI, itulah yang di ucapkan pak Regan padaku. Hanya mungkin saat itu aku bertemu dengan Sasako dan menjalin cinta dengannya " ucapan Bagas membuat Ramon dan Siena sedikit cemburu.


"Hanya karena takdir berkata lain, aku menikah dengan Siena wanita yang aku cintai sekarang dan nanti, jadi kau tidak perlu cemburu padaku bayi besar" ucap Bagas yang melihat Ramon langsung merangkul pinggang Salsa dengan posesif.


Dan Siena pun tersenyum bahagia mendengar ucapan cinta Bagas di hadapan yang lainnya. Semua orang kini mengerti dengan ucapan Bagas, mereka saja yang baperan dan tidak sadar diri. Karena bahasa anak-anak pokemon jauh lebih menyebalkan dari Bagas.


Tidak boleh ada yang protes karena itu permintaan ibu hamil. Siapa lagi kalau bukan nyonya rumah si anak kambing.


"Titim kok makannya dikit sihh, kasian dede pinguin dong... " ucap Yura yang melihat Anggi hanya makan sedikit padahal acara makan malam ini dia yang mau.


"Gak tahu kenapa, gue kalo liat makanan aromanya bikin pusing dan mual aja, jadi gak bisa makan banyak padahal gue laper banget " ucap Anggi, mendengar hal itu Rama menjadi kasihan kepada istrinya. Dia pasti merasa tersiksa dengan kehamilannya. Karena vitamin apa pun tidak berpengaruh pada istrinya ini.


"Nihh, Bira buatin khusus buat kamu.... " Bira memberikan salad buah buatannya yang ia bawa dari rumah tadi dan meminta pelayan untuk menyimpannya di kulkas.


"Dulu Bira juga kaya kamu, tapi mas suami selalu buatin aku itu biar ga mual katanya " ucap Bira yang mengetahui keluhan Anggi tentang kehamilannya hingga membuat tubuhnya terlihat semakin kurus saja.


Anggi pun langsung membuka kotak salad itu dam. langsung memakannya "Makasih... ini enak bangeeett " ucap Anggi sambil terus memakan salad buah buatan Bira yang terasa segar di mulut.

__ADS_1


"Jelas aja kalo si titim lebih suka buah orang makanan anak embe kan buah dan sayur, kalo makan daging sama aja dia makan temen-temennya dong" ucap Yura sambil tertawa.


"Benar tidak mungkin jika Timmy memakan kalian kan ..." timpal Revan hingga membuat semua orang tertawa. Siena pun ikut tertawa dan mulai membiasakan diri dengan orang-orang aneh di sekitarnya sekarang.


"Oh ya, kapan kalian mau nikah ?" tanya Salsa pada Stevan dan Sera.


"Kalo itu gimana keputusan mas Stev aja" jawab Sera.


Stevan merasa bingung di tanya seperti itu, karena dia juga belum menyiapkan tanggal pernikahannnya.


"Biar orang tuaku saja, yang akan memilih tanggal nanti " jawab Stevan.


"Jangan terlalu lama menunda, aku takut timunmu itu tidak bisa menahan dan akan mengamuk serta menerobosnya lebih dulu" ledek Rama


"Aiihh kenapa pak Rama bicara seperti itu.... " jawab Stevan merasa malu.


"Mas Stevan emang punya timun yang suka ngamuk...? " tanya Sera. Semua terdiam mereka lupa jika di sana ada personil yang belum tahu tentang amukan si timun ajaib yang getahnya bisa membuat bengkak selama sembilan bulan.


*


*


*


Hari senin waktunya vote ya 😘😘

__ADS_1


__ADS_2