Tambatan Hati Timmy

Tambatan Hati Timmy
Bab 57


__ADS_3

Seperti biasa saat di kantor David selalu menjadi sasaran para staf wanita di sana, yang selalu ingin di layaninya. Baru kali ini David merasa kesal dengan wajah tampannya. Karena wajah tampannya kini malah membuat nya kesusahan.


Danisa yang melihat kelakuan para staf wanita hanya geleng-geleng kepala. Menurut Danisa mereka terlalu berlebihan dalam memandang David. Bahkan mereka secara Terang-terangan menggoda David. David dulu sangat menyukai perempuan yang tergoda oleh ketampananannya, tapi sekarang entahlah dia merasa jengah dengan sikap wanita yang seperti itu.


Sejak mengenal Anggi, pikiran nya terhadap wanita jadi berubah. Yang David inginkan adalah mencintai satu wanita dan hidup bahagia bersamanya. Ya meskipun David tidak tahu dengan siapa dia akan melabuhkan hatinya nanti. Tapi dia akan berusaha melupakan Anggi, karena tidak mungkin ia bisa memilikinya. Karena hati Anggi sudah tertambat oleh sepupunya Rama. Sakit sekali rasanya jika mengingat hal itu.


David menghela nafas kasar dia mendudukan sejenak tubuh nya karena merasa lelah. Hingga ia melihat satu gelas air putih di depan wajahnya, kemudian David melihat ke arah orang yang memberinya minum. Ternyata itu si nobita, David pun langsung meminum nya.


"Terima kasih... " ucap David


"Sama-sama " jawab Danisa


Danisa kemudian membuka tas nya dan memberikan satu wadah makanan kepada David karena sebentar lagi akan memasuki makan siang. Dan pasti para staf akan, menyuruh mereka untuk membeli makanan di kantin kantor ataupun di luar kantor. Untuk itu mereka makan siang lebih awal supaya saat tugas itu datang tubuh mereka sudah bertenaga.


"Nih makan dulu mas jangkung.... " ucap Danisa


"Berhenti memanggilku tukang baso nobita " jawab David dengan kesal.


Danisa hanya tersenyum saja tidak menanggapi David yang terlihat kesal. "Aku sangat kesal kepada mereka, apa pekerjaan cleaning servis memang seperti ini? " tanya David

__ADS_1


Danisa langsung menggelengkan kepala "bukan, itu kerjaan OB " jawab ya sambil menyiapkan nasi ke mulut nya.


"Lalu kenapa mereka menyuruh ku seperti ini" kesal David


"Mungkin mas jangkung naik pangkat jadi OB" jawab Danisa santai


"Mana ada naik pangkat dari cleaning servis menjadi OB, Bukankah cleaning servis dan OB sama saja " ucap David sambil memasukan nasi ke mulutnya.


Danisa hanya mengangkat bahu " aku ngga tahu "jawabnya acuh, membuat David kesal merasa tidak di hiraukan. Kenapa di kantor ini hanya si nobita saja yang tidak terpesona kepadanya. Bahkan untuk bersikap manis saja sepertinya tidak bisa.


" Hey, nobita apa kau tidak terpesona padaku?" tanya David


"Kenapa? " tanya David


"Muka kaya mas jangkung itu muka playboy, ihhh ... " Danisa langsung memperlihatkan ekspresi merinding dan bergidik kepada David.


Dan satu toyoran pun mendarat di kening Danisa " jangan menuduh orang sembarangan nobita, kau tidak mengenalku jangan asal menilaiku "dasar gadis menyebalkan.


Danisa langsung cemberut sambil mengusap-usap keningnya. " Mas jangkung jangan main toyor dong, nyebelin banget sihh"kesal Danisa

__ADS_1


"Biar saja, semoga toyoranku membuat otakmu berada di posisi yang benar " jawab David kesal.


"Oh, iya mas jangkung kalo ada yang nanya hubungan kita apa bilang aja kita sodara jauh ya " Tiba-tiba Danisa berkata seperti itu


"Kenapa? " tanya David penasaran


"Aku takut orang lain salah paham, aku kan tinggal di rumah sendiri terus mas jangkung ngontrak di depan rumah aku. Jarak kita deket banget, aku takut orang lain salah paham aja terus nuduh kita yang engga-engga" ucap Danisa.


David mengangguk mengerti, David terlalu malas pindah kontrakan karena melelahkan juga jika mengontrak di tempat gadis nobita ini dia tidak perlu repot mencari makanan karena gadis ini akan memasak untuknya.


"Aku duluan ya, mau beresin lantai lima dulu " ucap Danisa David pun mengangguk sambil menatap kepergian gadis berkaca mata yang di kucir kuda itu.


David juga akan melanjutkan tugasnya, namun saat keluar David melihat Danisa sedang di marahi seorang staf perempuan di sana, dia di marahi sambil di tunjuk-tunjuk keningnya dan Danisa hanya menunduk saja saat sedang di marahi wanita itu. David merasa tidak suka melihat staf wanita itu dan langsung menghampiri mereka.


"Apa yang di lakukan si nobita hingga di marahi nenek sihir sepertinya" gumam David


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Sumbangin like sama poinnya ya 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2