
Ada yang berbeda di keluarga Wijaya sekarang karena menantu dan mertua itu sekarang terlihat akur. Tidak jarang mereka menghabiskan waktu bersama seperti ke salon dan berbelanja, nyonya sarah juga sangat menikmati waktunya dengan Anggi. Selama ini dia kehilangan banyak waktu dengan keluarganya bahkan untuk dirinya sendiri .
Untuk itu dia memutuskan ingin fokus kepada keluarganya dan tentu saja tuan Wijaya sangat menyetujuinya begitu pun dengan Rama dia sangat bahagia melihat keluarganya terlihat utuh. Rama sekarang merasa hidupnya sangat sempurna, menikah dengan gadis yang du cintainya san juga ibu yang menyayanginya dan peduli padanya.
Seperti biasa saat sedang merasa bosan nyonya Sarah mengajak Anggi untuk pergi keluar dia ingin pergi ke salon setelah itu nyonya Sarah mengajak Anggi pergi berbelanja.
"Mah kalo aku sering ke salon bahaya deh... " ucap Anggi tiba-tiba saat merek sedang berada di dalam mobil untuk menuju sebuah salon langganan myonya Sarah.
"Loh bahaya kenapa? "tanya nyonya Sarah bingung, kenapa pergi ke salon berbahaya bukankah itu bagus untuk perawatan diri.
"Ya bahaya soalnya aku bakalan makin cantik dan kak Rama bakalan makin ga bisa berhenti ngajakin aku ngadon dede bayi " ucap Anggi, sontak saja nyonya Sarah tertawa mendengarnya.
"Ternyata Rama sama seperti papanya nya, astaga"ucap nyonya Sarah teringat ketika dia masih muda.
"Papa juga gitu mah? "tanya Anggi tidak percaya karena sosok tuan Wira yang sangat kalem dan berwibawa.
"Iya, seperti itu sekarang juga masih seperti itu usia tidak membuatnya lelah meminta hal itu "ucap nyonya Sarah lagi setelah itu dia menyadari ucapannya yang sudah membuka tentang hubungannya dengan suaminya. Nyonya Sarah menutup mulutnya dan langsung menepuk lengan Anggi.
"Gara-gara kau anak kam-bing mamah jadi keceplosan" ucap nyonya Sarah dan Anggi malah tertawa mendengarnya .
"Ga apa-apa kali mah, lagian aku juga udah tahu hal begituan mah ga usah malu. Anak mamah aja mintanya tiap hari, lama lagi " ucap Anggi sambil geleng-geleng kepala.
"Bicaramu memang tidak pernah di saring ya" balas nyonya Sarah
"Iya soalnya pas aku di lahirin sama mamah, mulut aku udah ga ada saringannya gitu, ga tahu nyangkut dimana" ucapnya sambil mengangkat bahu.
"Dasar makhluk aneh memang... " gumam nyonya Sarah.
*
*
__ADS_1
Setelah melakukan perjalanan kini mereka sudah sampai di salon, baru saja mereka sampai, kedatangan mereka berdua sudah di sambut oleh Seruni dan mamahnya yang kebetulan sedang berada di sana.
Ya tuntutan untuk Seruni di cabut atas permintaan Anggi, ia tidak mau membawa masalah ini sampai jauh. Anggi tidak tega membayangkan Seruni yang biasa hidup mewah kini tinggal di jeruji besi. Lagi pula Seruni tidak sengaja, dengan membujuk Rama beberapa kali akhirnya Rama terpaksa mencabut tuntutannya. Karena sebenarnya Rama ingin gadis sombong dam serakah itu memdekam di sana.
"Wah... wahh lihatlah mertua dan menantu sepertinya sekarang sudah akur" ucap Seruni dengan nada sinis.
"Iya, karena harusnya memang seperti ini hubungan kami dari dulu, aku terlambat menyadarinya" jawab nyonya Sarah.
"Setelah kau memberikan harapan palsu terhadap putriku, kau dengan mudahnya melupakan janjimu untuk menikahkan putramu dengan putriku" sambung mamahnya Seruni.
"Aku tidak memberikan harapan pada putrimu, maaf. Aku hanya bilang berusahalah untuk merebut hati putraku, tapi nyatanya putrimu tidak mampu menggoyahkan hati putraku. Namun aku sangat bersyukur untuk itu, karena ternyata menantuku jauh lebih baik dari putrimu "jawab nyonya Sarah. panjang lebar.
"Maksudmu menantumu yang miskin ini, dia bahkan bukan terlahir dari keluarga terhormat seperti putriku. Kau benar-benar sudah keliru dalam memilih menantu Sarah, kau lupa dari mana ia berasal "ucap mamahnya Seruni dengan nada menghina. Wuoaahhh sepertinya anak Kam-bing sudah tidak tahan untuk menyeruduk kedua hama yang ada di depannya .Tangannya sudah mengepal mencoba menahan emosi yang ada dalam hatinya.
"Sekarang aku ngerti kenapa manusia ulat bulu ini jadi manusia yang ga punya adab, ternyata sifatnya menurun dari mamahnya atau memang anakmu yang tidak pernah di didik dengan baik oleh anda nyonya, apa putrimu bisa lulus sekolah dengan menyogok pihak sekolahnya. Karena di mataku nilai akhlak dan normanya sama sekali tidak ada" Anggi sudah tidak tahan mendengar ucapan Seruni dan mamahnya yang memojokan dan menghina dari mana ia berasal. Bukankah setiap manusia mempunyai nilai yang sama di mata Tuhannya. Lalu kenapa mereka yang hanya manusia biasa teramat sangat sombong dengan apa yang di miliknya.
"Jaga bicaramu gadis rendahan....!!!! " sentak mamahnya Seruni.
"Kau bicara tentang adab, apa kau tidak malu bicara seperti itu. Seorang ibu yang mengaku punya adab tapi dia malah mencarikan putranya istri baru untuk sia nikahi dan meninggalkan istri pertamanya. Itu yang kau sebut punya adab? dasar tidak tahu malu" balas mamahnya Seruni.
Ucapan itu tengah menyentil hatinya, hingga Sarah bungkam dan merasa malu dengan perbuatannya dulu.
"Tapi seenggaknya mamah berubah menjadi baik dan tidak terus terjerumus dalam kesalahan seperti kalian, ayo mah kita pergi "ajak Anggi yang sudah malas berdebat dan menjadi tontonan orang di sana.
Mereka berjalan keluar meninggalkan salon itu dengan perasaan kesal dan menuju mobil. Nyonya Sarah tampak diam saat sudah berada di dalam mobil.
"Udah deh mah jangan di pikirin ulat bulu kaya gitu mah, cuman bikin gatel aja "ucap Anggi. Nyonya Sarah menghela nafas kasar.
"Iya, maafkan mamah Timmy.... "ucapnya sedih
"Iya mah, udah jangan di pikirin lagi. Nanti jadi keriputan malu loh sama papa "goda Anggi.
__ADS_1
"Dasar anak kam-bing menyebalkan, sekarang mamah tahu kenapa Rama selalu berkata seperti itu padamu " kini mereka tertawa bersama.
*
*
Karena mood mereka sudah hancur akhirnya mereka tidak jadi jalan-jalan. Dan Anggi memutuskan untuk pergi ke kantor Rama.
"Hay suami aku yang ganteng.... "ucap Anggi
Rama yang melihat kedatangan Anggi ke kantornya sangat senang.
Berbanding dengan Stevan yang merasa terkejut dengan kedatangan anak kam-bing.
"Oh astaga.... "gumam Stevan
"Kau tidak perlu khawatir dia sudah jinak "ucap Rama sambil tersenyum ke arah Anggi.
"Kak Rama sibuk banget ya... ?"tanya Anggi
"Tidak terlalu, memangnya kenapa? kau ingin mengajaku mengadon bayi "ucap Rama sambil tersenyum kearah Anggi dan menghampirinya yang sudah duduk di sofa. Kemudian mengecup bibirnya sekilas.
Aahh jiwa jomblo Stevan mendadak bangkit, melihat kemesraan anak unta dan anak kam-bing.
"Aku juga ingin punya pacar...."gumam Stevan
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Likenya sumbangin dong 😘😘😘
Hadiah sama votenya mimin tunggu 😊😊
__ADS_1