
"Apa....." ucap Rama terkejut, dokter bilang istrinya keguguran. Bahkan Rama dan juga Anggi juga tidak mengetahuinya. Rama akan mencari tahu nanti siapa yang sudah membuat istrinya kesakitan dan juga sudah membuat calon anaknya yang belum lahir ke dunia sudah di nyatakan tidak bisa selamat.
Membuat jantung Rama seakan di remas dengan sangat kuat. "Kak Rama...." panggil Anggi dengan suara lemah dan juga bercucuran air mata, hingga membuat Rama menjadi tidak tega. Gadis yang selalu penuh tawa kini sedang meringis kesakitan.
"Maafin aku...." ucapnya tersengal dan nafas terputus-putus serta air mata yang terus bercucuran.
"Tidak sayang, kau tidak bersalah. Aku yang bersalah karena tidak bisa menjagamu " Rama membelai rambut Anggi dengan sayang dan mencium keningnya. Sedangkan tangannya ia gengam erat.
"Akhhhhh......sakiiittttt " ucap Anggi sambil terus menangis.
"Dokter, selamatkan istriku" ucap Rama dengan sangat sedih.
"Iya pak, kami sedang melakukan proses kuret " jawab dokter itu, hingga Rama terus memalingkan wajahnya karena merasa ngilu dengan apa yang di lakukan dokter itu dan bunyinya yang terdengar merinding oleh Rama. Apalagi Anggi yang merasakannya hingga kesakitan , Hingga tak terasa cairan hangat itu meleleh di pipi Rama.
"Kak....." ucapnya semakin lemah
"Ada apa..." ucap Rama sambil menunduk dan menghapus air matanya.
"Jangan tinggalin aku " ucapnya lemah hingga Anggi menutup matanya perlahan. Rama terkejut melihat istrinya menutup mata.
"Dokter kenapa dengan istriku tidak sadar ?" tanya Rama panik.
"Tidak apa-apa pak, obat biusnya baru bekerja " jawab dokter itu, hingga membuat Rama lega. Karena Anggi tidak sadar dan para dokter pun melakukan proses penyelamatan Anggi, Rama pun keluar untuk bertanya bagaimana istrinya bisa sampao celaka.
Penampilan Rama sangat berantakan dengan pakaian penuh noda darah. Dia menghampiri Siena.dan juga Salsa.
"Apa yang terjadi pada istriku ?" tanya Rama dingin, Salsa ketakutan melihat wajah Rama yang dingin berbeda dengan Siena yang bersikap lebih tenang.
"Aku tidak tahu kejadian pastinya, karena waktu aku ke restoran itu istrimu sudah terjatuh " jawab Siena
"I-itu karena ada perempuan yang narik tangan Timmy dengan keras sampe Timmy jatoh kebentur, pas Timmy udah jatoh dia terus nunduk terus nangis, makanya permpuan tadi langsung di pukul sama Yura" jawab Salsa.
"Siapa perempuan itu ?" tanya Rama sambil menahan amarah di dadanya .
"Seruni...." jawab Siena
"Apa.....!!!!"
"Mbanya kenal ?" tanya Salsa
"Tidak, hanya tahu sedikit saja karena dulu aku dan teman-temanku sering berkumpul dan aku sering melihat gadis manja itu "jawab Siena. Salsa pun mengangguk mengerti.
"Seruni awas kau....." gumam Rama.
Karena mendapat telepon dari bayi besarnya Salsa memutuskan untuk pulang dan Siena tetap di sana karena Rama sedang bertanya tentang Seruni. Siena pun memberitahukan info tentang Seruni yang dia tahu.
Saat sedang berbicara dengan Rama Stevan datang dengan membawa pakaian ganti untuk Rama.
"Pak Rama "panggil Stevan
__ADS_1
Rama dan Siena pun berbalik ke arah Stevan. "Ini pakaian anda pak " sambil memberikan paper bag kepada Rama. Rama pun dengan cepat mengambilnya.
"Apa aku boleh pulang sekarang ?" tanya Siena
"Pulanglah "jawab Rama sambil pergi untuk mengganti pakaiannya yang kotor tekena darah Anggi.
"Oh astaga bagaimana bisa ada bidadari cantik di rumah sakit " ucap Stevan
"Apa....?" tanya Siena
"T-tidak nona, maaf aku salah bicara " jawab Stevan, Siena pun hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Stevan.
"Oh ya tuan boleh aku bertanya ?" tanya Siena
"I-iya nona silahkan " jawab Stevan terlihat nervous
"Apa kau punya nomor telepon tempat pencucian mobil, aku ingin mencuci mobilku yang kotor, tapi aku malas kesana jadi aku ingin mereka mengambil mobilku di sini saja " tanya Siena karena dia ingin mencuci mobilnya yang terkena banyak darah Anggi.
"Ada nona tunggu sebentar " jawab Stevan sambil mengutak-atik ponselnya dan menghubungi orang untuk membawa mobil gadis cantik di depannya untuk di bawa ke tempat pencucian mobil.
"Saya sudah menghubunginya nona, anda tinggal menunggunya saja, tidak akan lama pasti sebentar lagi sampai" ucap Stevan.
"Baiklah, terima kasih " ucap Siena tersenyum
"Ooohhh jantungku, aku butuh dokter jantung sekarang " gumam Stevan dalam hati, Stevan terpukau melihat senyum Siena yang terlihat sangat cantik di matanya. Tentu saja Siena sangat cantik karena dia seorang model dulunya sebelum skandal itu. Bentuk tubuh yang proposional perut ramping rambut panjang tergerai dan kulit putihnya yang sangat mulus benar-benar membuat Stevan terpesona. Sampai suara seseorang mengganggu khayalannya.
"Ck, asisten pelit menyebalkan sedang apa di sini " gumam Siena.
"Sedang apa kau di sini ?" tanyanya
"Mengantar teman istri atasanmu " jawab Siena
"Bagaimana keadaannya ? aku di minta oleh pak Regan dan pak Revan kesini untuk melihat keaadaan Timmy " ucap Bagas
"Dia keguguran dan sekarang sedang proses kuret "
"Apa...."
"Sepertinya gadis itu tidak tahu kalau dia sedang hamil "jawab Siena
"Nona, tukangnya sudah datang orang itu sedang menunggu di luar "ucap Stevan
"Siapa ?" tanya Bagas
"Tukang cuci mobil " jawab Siena
"Nona, karena mobilmu akan di bawa, aku bisa mengantarmu pulang " tawar Stevan
"Tidak perlu repot-repot tuan " ucap Siena
__ADS_1
"Tidak masalah " jawab Stevan sambil tersenyum malu-malu.
"Biar dia pulang dengan suaminya saja " ucap Bagas
"A-apa, jadi nona sudah menikah ?" tanya Stevan tidak percaya sekaligus patah hati
"Iya, dan orang yang berada di depanmu adalah suaminya " jawab Bagas
"Oh astaga, kenapa asistent menyebalkan ini sangat beruntung menikah dengan gadis yang sangat cantik seperti nona Siena " ucap Stevan dalam hati. Bagas dan Siena pun pergi meninggalkan Stevan sendiri" Jadi begini yang di rasakan pak Rama jatuh cinta dan patah hati bersamaan, rasanya benar-benar tidak enak " ucap Stevan.
Kini Anggi sudah di pindahkan ke ruang rawat, tubuh kecil itu kini terbaring lemah di sana. Hingga membuat Rama sedih dan tidak tega melihatnya.
Rama belum memberi tahu orang tua Anggi, karena Rama ingin menungguinya dulu sendiri. Rama melihat mata Anggi terbuka dan langsung menghampirinya.
"Sayang...." panggil Rama sambil memegang tangannya.
"Kak Rama...." jawabnya lemah
"Ada apa, apa masih terasa sakit ?" tanya Rama
"Sakit banget...."jawab Anggi
Rama terus membelai rambut Anggi dengan sayang
"Maaf aku ga tahu kalo aku lagi hamil" ucap Anggi sedih sambil meneteskan air matanya.
"Tidak apa-apa sayang, yang penting kau selamat" jawab Rama.
"Kak Rama pasti kecewa sama aku "
"Tidak sayang...."
"Emang kak Rama sayang sama aku, dari tadi manggil sayang terus ?" tanya Anggi
"Tentu saja aku sangat menyayangi anak kam-bingku yang lucu " ucap Rama, Anggi mencebikan bibir
"Dan juga sangat mencintaimu " ucap Rama lagi, hingga Anggi melebarkan matanya tidak percaya.
"Beneran kak Rama cinta sama aku ?" tanya Anggi tidak percaya
"Kalau tidak mencintaimu, untuk apa setiap hari aku menyentuhmu gadis bodoh " ucap Rama sambil tersenyum.
"Dan masalah anak, kau jangan khawatir bukankah kita bisa memprosesnya lagi, kita akan melakukannya terus menerus sampai bayi itu tumbuh di rahimmu " ucap Rama tersenyum
"Dasar onta mesum " ledek Anggi dan Rama pun tertawa. Lalu kemudian mendaratkan ciuman lembut di bibir Anggi yang sekarang terlihat pucat, ciuman yang sangat lembut dan penuh cinta.
"Aku mencintaimu anak kam-bing"
"Aku juga cinta sama anak onta " Mereka pun tersenyum bahagia. Dan sejenak melupakan masalah karena Rama tidak ingin Anggi menyalahkan dirinya sendiri karena kejadian ini.
__ADS_1