Tambatan Hati Timmy

Tambatan Hati Timmy
Bab 88


__ADS_3

Malam ini Stevan sudah ada janji bertemu dengan Sera untuk latihan pacaran. Dan mereka sepakat untuk bertemu di apartement Stevan saja agar lebih leluasa. Maksudnya agar lebih santai, karena jika Stevan yang mengunjungi Sera di kosannya, maka di takutkan nanti akan ada rumor tidak baik.


Bukan tanpa alasan Stevan ingin latihan pacaran, selain dia yang kaku dan pemalu. Stevan juga ingin jika nanti Sera bertemu dengan anak-anak pokemon maka tingkat ke bar-barannya harus agak dikurangi. Stevan tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi nanti jika Sera berbicara tanpa saringan seperti para istri 4R. Sudah bisa di pastikan ucapan yang keluar dari bibir mereka adalah ucapan tidak berfaedah dengan pasangan mereka yang akan menjadi korban mulut lucknut mereka.


Seperti Ramon saat itu, Stevan tidak bisa membayangkan jika itu terjadi pada dirinya, maka sudah di pastikan Stevan akan langsung menggantung dirinya di pohon toge. Karena dirinya yang pemalu tidak akan sanggu menahan malu.


Stevan juga tidak ingin menjadi korban mulut lucknut Sera, karena sikap Sera tidak jauh dari Timmy si anak kambing. Astaga... apa ini karma Stevan yang selalu bergidik jika melihat istri bosnya itu dan selalu menyebut istri bosnya itu kambing liar. Dan kini Stevan juga punya pacar titisan anak kambing yaitu anak biri-biri yang nakal. Akankah Stevan kuat mengasuhnya nanti.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kini mereka berdua sudah sampai di apartement Stevan, karena Stevan tadi menjemput Sera di kosannya. Sera berdecak kagum saat melihat apaetement Stevan yang terbilang mewah. Tempatnya juga sangat rapi untuk ukuran laki-laki.


"Ini apartementnya mas pacar ?" tanya Sera


"Iya tentu saja, mana mungkin aku membawamu ke apartement tetanggaku " jawab Stevan yang membuat Sera tergelak.


"Dudukla aku akan mengambil minuman dulu" ucap Stevan. Sera melihat barang-barang yang bagus bahkan sofa yang ia duduki lebih empuk dari kasur busanya yang sudah tipis. Sera mendadak menjadi inscure melihat keadaan Stevan yang jika di bandingkan dengan dirinya sangat jauh bagaikan bumi dan langit.


Bahkan kamar kost Sera sepertinya hanya seukuran kamar mandi apartementnya milik Stevan. Tak lama Stevan pun kembali dari mengambil minumannya.


"Ini minumanmu ?" Stevan memberikan minuman kaleng kepada Sera dan langsung duduk di seberang Sera, Sera langsung membolak-balikan minuman itu. Stevan yang sedang minum merasa heran dengan tingkah bocah kecil di depannya.


"Apa yang kau lihat? " tanya Stevan penasaran


"Ini ga di masukin apa - apa kan? "tanya Sera.


"Aku tidak memasukan racun atau pun yang lainnya dasar kau....?" kesal Stevan.


"Beneran...? " tanyanya lagi seolah tidak percaya kepada Stevan.

__ADS_1


"Kemarikan minumanmu, dan ini ambilah minuman yang sudah aku minum. Agar kau percaya jika aku tidak memasukan apa-apa pada minumanmu " ucap Stevan. Stevan pun langsung membuka minuman itu dan meminumnya di depan Sera.


Sera pun mengambil minuman yang sudah di minum Stevan tadi dan meminumnya.


"Kalo gini rasanya, kaya kita ciuman tapi ga langsung ya, bekas bibirnya mas pacar nempel di bibir aku" ucapnya santai, namun Stevan yang sedang minum sontak saja langsung tersedak. Ciuman katanya...


Membuat otak Stevan jadi berkelana lagi menyusuri gunung dan lembah.


Uhuk


uhuk


uhuk


Sera langsung menghampiri Stevan dan menepuk-nepuk punggung lebar Stevan itu. "Ya ampun mas pacar kalo minum itu hati-hati, keselek kan jadinya " Ucap Sera tanpa merasa berdosa jika tersedaknya Stevan karena ucapannya barusan. Dasar bocah menyebalkan pikir Stevan.


"Kau bilang apa barusan ciuman? " tanya Stevan dan gadis itu malah mengangguk. Tanpa sadar Stevan langsung memegang bibirnya. "Berarti aku sudah pernah ciumannya kalau begitu? " gumam Stevan namun masih terdengar jelas di telinga Sera.


"Kau gemas padaku? " tanya Stevan dan Sera langsung mengangguk cepat.


"Oh astaga jantungku.... " jantung Stevan berdetak tidak normal lagi.


"Mas pacar pernah ciuman ga? " tanya Sera


"Pernah...? " jawab Stevan.


"Yaaaahhhh..... " Sera terdengar kecewa


"Kenapa memangnya....? " tanya Stevan

__ADS_1


"Katanya bujang ting-ting tapi udah pernah ciuman gimana sihh...." Sera terdengar merajuk.


"Hey bukankah kau barusan yang menciumku....?" tiba-tiba asistent pemalu itu sewot.


"Haaahhh..... kapan ?" Sera merasa bingung, memangnya kapan ia mencium Stevan pikirnya. Ia pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.


"Barusan.... barusan kau bilang kita sudah ciuman secara tidak langsung lewat kaleng itu " jawabnya dengan masih sewot . Stevan terlihat seperti seorang gadis yang sudah kehilangan ciuman pertamanya saja. Mendengar ucapan Stevan sontak saja Sera tertawa terpingkal-pingkal sambil memegang perutnya.


"Hey bocah kenapa kau tertawa....? " tanya Stevan kesal.


"Ya ampuuunnn.... mas pacar lucu banget sihh... " Sera masih tertawa saja.


"Lucu kenapa ?"


"Itu seumpama mas pacar cuma umpama aja... " jawab Sera masih dengan sisa tawanya.


"Mas pacar nonton drakor dehh, biar bisa tahu tutorial cara ciuman yang romantis... " Sera jadi tersenyum - senyum membayangkan adegan yang selalu ia tonton di film kesukaannya. Berharap ia bisa melakukanya dengan orang yang ia suka nanti contohnya Stevan. Pria baik dan lugu.


"Aku tidak mau menontonnya.... " ucap Stevan, tentu saja Stevan tidak akan mau menonton adegan seperti itu. Bagaimana nanti jika gagang sapunya tiba-tiba mengamuk lagi sampai muntah. Oh tidak...


"Payah.... " ucap Sera


"Hey bocah, kau menciumku? " tanya Stevan tiba-tiba, yang kini membuat jantung Sera bertalu-talu.


"Haah....!!! "


*


*

__ADS_1


*


tiga kali up nihh, mana hadiahnya 😘😘😘


__ADS_2