
"Mas Stevan.... " Sera terkejut karena satu tangan David sudah menelusup ke balik baju Sera dan menyentuh squishinya. Stevan pun terbangun dan terkejut karena sudah khilaf dan merasa lancang memegang benda keramat yang membawa nikmat itu.
"Astaga Sera maafkan aku.... " ucap Stevan merasa tidak enak.
"Iya mas, maafin Sera juga udah nyadarin mas Stevan yang lagi enak - enak " jawab Sera
"A-apa....? "
"Iya kan mas Stevan lagi enak-enak tadi, tapi Sera takut kebablasan. Takut mas Stevan minta celup duluan terus Sera tekdung duluan "jawab Sera,
"Oh ya ampun, anak ini bicaranya sangat membuat aku ahhh.... susah di ungkapkan " gumam Stevan dalam hati.
"Benar tadi aku sedang enak-enak tapi kau malah menyadarkanku yang sebentar lagi akan naik gunung" jawab Stevan yang membuat Sera bengong. Bukankah tadi ia meminta maaf, tapi sekarang malah terlihat merajuk gara-gara gagal naik gunung.
"Ahh sudahlah tidak usah dibahas, aku akan membawamu ke rumah orang tuaku saat ini juga, agar aku bisa dengan cepat menghalalkanmu " ucap Stevan
"Kau bersedia kan Sera, walaupun perkenalan kita sangat singkat aku harap itu tidak masalah untukmu. Karena aku pria yang mencari calon istri bukan mencari pacar. Kau tahu kan aku ini pria matang" ucap Stevan.
"Aku ngerti kok mas Stevan, aku juga berharap mas Stevan bisa cinta dan sayang sama gadis setengah matang kaya aku " jawab Sera, Stevan dan Sera pun tertawa bersama. Bukankah tidak masalah jika seseorang meskipun belum lama mengenal mereka memutuskan akan menikah. Bahkan 4 R saja menikah tanpa lama mengenal calon istri mereka. Tapi mereka bahagia, termasuk asistent pelit dan juga bayi hello kitty itu. Mereka bahkan menikahi orang yang salah tapi mereka bahagia.
Maka dari itu Stevan tidak salah bukan jika memutuskan untuk menikahi Sera dengan cepat. Dan berharap akan bahagia seperti anak-anak pokemon dan para suaminya.
*
*
*
__ADS_1
*
Di sebuah Rumah mewah seorang perempuan muda terlihat sangat lemah dan berwajah pucat, terlihat sangat tidak bergairah melakukan apa pun. Kepalanya terasa sangat pusing dan merasakan mual yang amat sangat. Danisa merasa tidak enak badan sekarang, tak terasa sudah hampir dua bulan pernikahannya dengan David dan selama satu bulan lebih ia meninggalkan kediaman Wijaya dan tinggal di kediaman Darma milik papanya David.
Perlakukan orang tua David kepadanya sangatlah baik, mereka sangat ramah dan suka sekali bercanda. Dari dulu nyonya Diana sangat menginginkan anak perempuan tapi itu tidak terkabul, entah karena apa sangat sulit bahkan untuk hamil David saja nyonya Diana menunggu samapi tiga tahun dan setelah David lahir ia menggunakan kontrasepsi tapi setelah dua tahun melepaskan kontrasepsi karena ingin hamil lagi, itu tidak terwujud sampai sekarang.
Makanya nyonya Diana meminta David dan Danisa untuk tinggal di sana agar bisa berkumpul dengan anak dan menantunya.
Saat makan malam nyonya Diana melihat menantunya yang imut itu sangat pucat, dan terlihat sangat loyo David juga melihat istrinya seperti sedang tidak baik-baik saja. Dia sudah menanyakan kepada Danisa apa dia sakit? tapi Danisa hanya bilang di hanya pusing.
"Danisa, apa kau tidak sehat sayang? " tanya nyonya Diana
"Aku hanya pusing mah... "jawab Danisa
"David kau jangan terlalu menggempurnya kasihan menantuku, sudah badannya kecil di timpa kudanil besar seperti mu" ucap nyonya Diana membuat David merasa kesal saja kepada ibunya ini. Sedangkan Danisa hanya menahan malu mendengar ucapan mama mertuanya.
"Kasihan sekali.... " ledek tuan Darma
"Astaga...." gumam Danisa
"Atau jangan-jangan cebongmu itu sudah mengendap di tubuh Danisa" ucap nyonya Diana lagi
"Maksud mamah apa ?" tanya David sambil menyuapkan nasi ke mulutnya.
"Ahh anakku ini memang bodoh, setiap kali burungmu muntah-muntah karena keenakan , dia itu memuntahkan cebong" ucap nyonya Diana kesal.
"Kenapa mereka malah membahas masalah itu di sini, aku kan jadi malu " gumam Danisa
__ADS_1
David terdiam menyimak ucapan mamahnya, tuan Darma yang melihat David diam saja merasa kesal dengan kebodohan putranya.
"Maksud mamahmu, mungkin saja Danisa itu hamil. Begitu saja kau tidak mengerti " kesal tuan Darma
"Anakmu memang kurang pintar...." ucap nyonya Diana kepada tuan Darma
"Bukan kurang pintar tapi memang tidak pintar " timpal tuan Darma
"Sepertinya dia kurang minum susu.... " ucap nyonya Diana lagi
"Kau dengar itu Nobi, mereka bilang aku kurang minum susu maka dari itu malam ini jatahku minum susu tidak boleh di kurangi " ucap David hingga membuat tangan kecil Danisa memukulnya.
"Dasar otak mesum.... " ucap tuan Darma
"Bukankah anakmu memang sepertimu sayang.... " balas nyonya Diana.
Huufftt
"Orangtua dan anak sama saja " gumam Danisa dalam hati.
*
*
*
Udah double up nihh llikenya jangan lupa ya😘😘
__ADS_1
Novel ini bakal tamat bentar lagi ya.....