
Saat malam Anggi terbangun karena merasa perutnya sangat lapar. Gara-gara ulah suami untanya yang berkelahi dengan sepupunya dia jadi kelaparan hingga pingsan, rasa lapar ini benar-benar menyiksanya.
Saat hendak bangun Anggi agak susah menggerakan tubuhnya, pantas saja dia tidak bisa bergerak karena Rama sedang memeluknya dengan sangat erat.
"Pantesan gue ga bisa gerak gue ketiban anak onta " gumam Anggi dalam hati. Anggi mencoba melepaskan pelukannya dari Rama dan gerakannya itu membuat Rama terbangun. "Mau kemana ?" tanya nya dengan mata masih tertutup.
"Aku mau makan laper banget "jawab Anggi
Rama pun melepaskan pelukannya dan membuka matanya. "Jangan keluar kamar "ucapnya, Rama takut jika David memasksa memeluk Anggi lagi.
"Terus aku makaannya gimana ?" tanya Anggi, Rama terbangun dan menunjukan banyak makanan di meja dekat sofa di kamar itu. "Makanlah tapi jangan kemana-mana " ucap Rama sambil memejamkan matanya lagi.
Anggi sangat senang melihat berbagai macam makanan, karena sebelumnya Rama sudah mempersiapkan makanan itu di kamar. Jika sewaktu-waktu Anggi terbangun dan kelaparan. Dan perkiraannya ternyata benar, Anggi bangun karena lapar.
"Woaaahh, banyak banget ni makanan. Rama menyediakan makanan jadi sampai makanan instan yang bisa di buat dengan air panas juga ada aneka buah dan berbagai macam snack di sana.
Anggi langsung saja memakn satu perastu makanan yang ada di sana. "Kaya lagi puasa aja bangunnya jam segini terus makan " ucap Anggi, karena jam menunjukan pukul tiga malam sekarang.
"Bedanya kalo di rumah sahurnya cuman sama mie instan sama kerupuk, di sini mah lengkap banget " ucap Anggi cekikikan .Rama hanya tersenyum mendengar anak kam-bingnya bicara sendiri. Setelah memastikan istrinya tidak keluar kamar Rama pun melanjutkan tidurnya.
****
Saat pagi menjelang Rama terbangun dan membuka matanya, namun pagi ini dia tidak melihat wajah cantik istrinya yang membuatnya terkejut dan langsung terbangun. Rama berpikir saat ini Anggi sedang berada di luar kamar bersama David, namun saat hendak keluar kamar Rama melihat Anggi sedang tertidur di sofa dengan memegang snack yang sudah di buka di pelukannya. Perasaan Rama lega seketika.
"Ternyata anak kam-bing itu tertidur di situ, kenapa dia tidak naik ke tempat tidur dan memelukku, dasar menyebalkan" gumam Rama, setelah melihat istrinya ternyata ada dia langsung pergi ke kamar mandi dan bersiap untuk berangkat bekerja. Setelah selesai mandi dan bersiap Rama melihat Anggi masih betah di alam mimpinya.
"Apa anak kam-bing ini tidak akan pergi kuliah, dia masih saja tertidur " ucap Rama, Rama pun langsung tersenyum melihat ke arah Anggi sepertinya dia mempunyai ide bagus untuk membangunkan istrinya.
Rama mendekati Anggi dan melihat dia tertidur dengan sangat pulas. Rama mendekatinya dan langsung mencium bibir mungil istrinya, menyesapnya dengan lembut seperti tidak pernah puas dengan bibi itu. Merasa ada yang melakukan sesuatu kepada tubuhnya, Anggi pun terbangun. Dia terkejut karena ternyata untanya sedang menciumnya. Anggi pun langsung mendorongnya, namun Rama tidak bergeming. Anggi pun diam saja dan membiarkan Rama menciumnya sampai puas,karena percuma saja melawan karena si unta itu adalah pria pemaksa.
__ADS_1
Setelah puas mencium istrinya, Rama pun melepasakannya dan tersenyum. "Ternyata menyenangan jika setiap pagi kita seperti ini " ucapnya tersenyum.
Sepertinya hari ini mood booster Rama sedang bagus. Anggi terus saja melihanya tersenyum. Akhirnya Anggi pun terbangun dari tidurnya, takut terjadi hal yang lebih dari itu, Anggi belum siap bahkan sampai sekarang saja dia masih merasa tubuhnya sangat remuk akibat perbuatan Rama.
"Kau tidak kuliah ?" tanya Rama
"Ngga, aku mau libur dulu aku minta ijin aja hari ini, soalnya aku pengen istirahat " jawab Anggi
Rama mengangguk paham, mengerti dengan kondisi Anggi. "Tapi kau jangan meninggalkan kamar dan bertemu dengan si David itu ,awas saja kalau kau berani menemuinya " ancam Rama
"Siapa juga yang mau ketemu dia, entar aku di grepek-grepek gimana " ucap Anggi
"Hey, jangan bicara seperti itu, aku tidak bisa membayangannya, hanya aku saja yang boleh menyentuhmu tidak boleh ada yang lain, kau mengerti" ucap Rama
"Iyalah, amit-amit kalo sampe di pegang orang lain, cukup anak onta aja yang merawanin anak kam-bing" ucap Anggi asal
Mendengar Anggi bicara seperti itu Rama jadi tertawa, dia merasa bahagia karena Rama lah pria pertama yang sudah menyentuhnya. Rama tau jika Anggi tidak pernah tersentuh pria lain karena dia merasakan kalau tubuh Anggi bergetar seperti ketakutan saat Rama menyentuhnya, jangan lupakan ciumannya yang kaku. Rama tertawa mengingat hal itu.
"Astaga anak kam-bingku sudah tidak perawan sekarang" ucap Rama sambil tertawa meledek Anggi
"Iya soalnya di perawanin sama anak onta, lupa ya" ketus Anggi, jawaban Anggi membuat Rama semakin tertawa .
"Dasar onta nyebelin, cepet sana pergi kerja nanti anak kam-bing ga bisa belanja" usir Anggi, namun Rama tidak mempedulikan ucapan Anggi dia masih saja tertawa melihat kelucuan Anggi.
****
Karena hari ini Anggi tidak kuliah, dia hanya tiduran saja di kasurnya sambil bermain ponsel. Anggi enggan pergi meninggalkan tempat tidurnya takut bertemu David, walaupun Rama tadi menelepon kalau David katanya sedang berada di kantor.
"Telepon Tayo ahh, gue mau cerita kalo gue udah unboxing " ucap Anggi cekikan
__ADS_1
Anggi mencoba menelepon Yura, namun teleponnya tidak aktif . " Perasaan dari kemaren no nya ga aktif deh ni si Tayo, atau dia emang lagi sibuk ya " gumam Anggi.
"Atau gue tanyain aja sama calon iman ga jadi, gua kan punya nomornya " Anggi jadi tertawa saat mengingat dirinya memaksa Yura meminta nomornya Bagas. Hingga dengan diam-diam Yura mengambil nomornya Bagas dari ponsel suaminya Revan.
Namun sebelum dia melakukan pendekatan, dia sudah lebih dulu menikah dengan Rama. Jodoh memang tidak bisa di tebak.
Tut
Tut
Tut
Tut
Panggilan pun tersambung, Bagas yang sedang sibuk bekerja melihat ada panggilan dari ponselnya. Terlihat tampilan nomor baru di ponsel Bagas. Bagas enggan mengangkatnya tapi dia takut kalau itu telepon penting dari seseorang. Bagas pun mengangkatnya dan terkejut saat mendengar suara orang yang memanggilnya.
"Hallo calon imam " Siapa lagi kalau bukan si Timmy yang memanggilnya dengan sebutan itu padanya.
Calon imam katanya, Bagas langsung merinding di buatnya.
"Ha-hallo nona Timmy ada apa ?" tanya Bagas gugup
"Ga usah gugup deh sama calon makmum" goda Anggi , Anggi senang menggoda Bagas tapi hanya bercanda tidak lebih, Anggi tahu batasan kalau dia sudah menjadi seorang istri.
"Ti-tidak nona ada apa ? tanya Bagas, karena jujur saja Bagas merasa takut Anggi meneleponnya untuk mengajak kawin lari. Sudah di pastikan dia akan menjadi buronan unta, dan hidupnya tidak akan tenang.
"Aku mau tanya, kok Yura nomornya ga aktif terus ya, tanyain dong sama suaminya "ucap Anggi
"Maaf nona, apa anda tidak tahu kalau nona Yura dan nona Bira mengalami kecelakaan kemarin.
__ADS_1
"Apa......!!!!"
Maaf kalau masih ada typo ya 😊🙏