
Acara makan malam masih berlangsung dan semakin ramai saja karena anak-anak pokemon itu, apalagi di tambah satu spesies lagi yang satu server dengan mereka. Calon personil anak-anak pokemon.
Tapi ucapan mereka kini mendadak menggunakan filter karena masih ada anak perawan yang tidak tahu apa-apa. Apalagi dari tadi Sera terus bertanya pada Stevan apa itu timun yang suka mengamuk dan muntah-muntah hingga menyebabkan bengkak hingga sembilan bulan lamanya. Pasti sangat beracun timun itu pikir Sera.
"Jangan tanyakan itu lagi bocil, pertanyaan itu sangat menggangguku " ucap Stevan berbisik pada Sera. Sera hanya mengangguk saja karena melihat Stevan yang terus menunduk gara -gara pembahasan timun ajaib.
"Gak usah di tanyain sama mas Stevan Sasa, nanti kamu juga bakal tahu " ucap Yura
"Aku cuman penasaran aja pengen liat gimana bentuknya "jawan Sera polos hingga Stevan yang sedang makan saja menjadi tersedak.
Ucapan Sera selalu membuat pikiran Stevan berkelana. Sera bilang dia ingin melihat timun ajaibnya, bagaimana jika Sera melihatnya dan juga ingin menyentuhnya. Rasanya pasti sangat luar biasa. Astaga keimanan Stevan semakin menipis, dia harus cepat-cepat menikah dengan Sera agar Stevan tidak tersiksa dengan fantasi liarnya. Kasihan juga kan Sera karena dia penasaran dengan timun ajaib milik Stevan
"Cepet halalin dong neng pikachunya mas Stevan" ucap Bira
"Pasti nona... "jawabnya semangat
"Semangat sekali... " ledek Revan
"Tentu saja dia semangat dia karena dia karena dia akan.....? " ucap Regan
"Akan apa....? " tanya Sasa
"Sudahlah jangan di lanjutkan, ada anak di bawah umur" jawab Regan, dan mereka pun mengerti dan melanjutkan makan malam mereka hingga selesai dan kini mereka semua tengah pulang ke rumah mereka masing-masing. Stevan juga mengantarkan Serabke kosannya untuk pulang.
Stevan ingin sekali membawa Sera ke apartementnya, menjadikannya teman tidurnya malam ini, mendekap tubuh kecilnya dan mendekapnya. Namun apa daya Stevan harus menahan semua itu, hingga saatnya nanti tiba.
Kini mereka berdua sudah sampai di depan kosan Sera " Kenapa aku berat sekali meninggalkan bocah ini" gumam Stevan dalam hati.
__ADS_1
"Mas Stev aku masuk dulu ya... " ucap Sera hendak membuka pintu.
"Tunggu dulu...." Stevan menarik tangan Sera
"Kenapa? "
"Kau melupakan sesuatu " ucap Stevan, Sera langsung menepuk keningnya.
"Oh iya, itu hadiah dari mas Stev kelupaan... " jawabnya dengan cengir kuda. Namun Stevan kecewa mendengar ucapan Sera karena bukan itu yang di maksud Stevan.
"Sera pun langsung mengambil hadiahnya di kursi belakang di bantu oleh Stevan, karena tangan pendeknya tidak sanggup menggapainya.
"Makasih aku masuk dulu ya... " ucap Sera
Cup
Hingga ia tidak mau berhenti mencium bibir Sera, tangan Sera mencengkeram erat lengan Stevan karena merasa ciuman Stevan kali ini tidak biasa, membuat serasa ada ribuan kupu -kupu beterbangan di perutnya. Stevan terus menciumnya dengan lembut dan sedikit menuntut, untung saja kaca mobil mereka gelap hingga tidak ada orang yang bisa melihatnya.
Stevan terus menarik tubuh kecil itu kedalam pelukannya, lama mereka berciuman hingga Sera merasa bibirnya bengkak akibat perbuatan Stevan.
Stevan mengusap bibir Sera yang basah akibat perbuatan bibir nakalnya yang suka sekali menciumi bibir Sera.
"Aku mencintaimu Sera" ucap Stevan dengan suara paraunya karena tengah menahan seseuatu yang bergejolak dalam dirinya.
"Aku juga cinta sama mas Stevan cinta banget malah... " ucap Sera sambil tersenyum, Stevan pun tersenyum dan mendekap tubuh kecil itu dan menulusupkan ke dada bidangnya. Ah.. Stevan tidak ingin melepaskan pelukan itu, sangat nyaman sekali.
*
__ADS_1
*
*
Di kediaman Wijaya
Malam ini terasa sangat dingin tapi bagi ibu hamil malam itu terasa sangat panas. Hingga ia tidak bisa tidur dan terus bolak-balik di kasurnya .Dan itu tidak luput dari pandangan Rama.
"Timmy kau kenapa? " tanya Rama
"Panas banget ga bisa tidur..." jawabnya.
Rama memang mematikan Ac nya karena dia merasa kedinginan malam ini, tapi istrinya ini malah kepanasan. Rama pun kemudian menyalakan Ac nya kembali karena merasa kasihan pada istrinya.
"Apa sekarang lebih baik? " tanya Rama
"Heemm lumayan" anak kambing itu mulai menutup matanya Rama mengelus dengan sayang agar istrinya tertidur. Sepertinya kehamilannya ini tidak semudah yang Rama pikirkan. Karena Rama melihat banyak keluhan yang di alami oleh Anggi. Melihat istrinya tertidur Rama pun tersenyum dan memberikan ciuman singkat di kening dan bibirnya.
"Astaga ini sangat dingin " gumam Rama
"Biarlah aku berkorban untuk istriku dari pada melihatnya seperti kambing guling aku tidak tega " ucap Rama lagi sambil mendekap tubuh Anggi agar mendapat kehangatan.
*
*
*
__ADS_1
Saweran like dan poinnya di tunggu ya 😘😘