Tambatan Hati Timmy

Tambatan Hati Timmy
Bab 27


__ADS_3

Anggi merasa tegang karena Rama bilang akan menghukumnya, dia takut merasakan sakit lagi seperti kemarin. Bahkan sekarang saja Anggi masih merasa kesakitan di bagian intinya karena ulah Rama kemarin yang tidak mau berhenti menyentuhnya. Kalau saja Rama menghukumnya dengan cara kemarin, mungkin saat ini dia tidak akan bisa berjalan. Rama pasti akan menghukumnya sangat lama.


"Kak Rama, hukumannya bukan itu kan ?"tanya Anggi ragu


"Itu apa ?" Rama balik bertanya, namun dirinya masih fokus menyetir pura-pura tidak mengerti ucapan Anggi.


"Ngga jadi ah nanyanya" Anggi merasa malu jika harus mengatakannya. Rama hanya tersenyum melihatnya. Melihat wajah Anggi yang terlihat gugup, membuat Rama semakin gemas saja dan ingin cepat-cepat sampai ke rumah.


Setelah menempuh perjalanan beberapa saat, akhirnya mereka berdua sampai di kediaman Wijaya. Dengan langkah tergesa Rama menggandeng tangan Anggi untuk masuk ke rumah. Baru saja akan melangkahlan kakinya untuk naik ke tangga, Rama mendengar ada yang memanggilnya.


"Rama...."panggil nyonya Sarah. Rama pun berbalik dan berdecak kesal, kenapa di saat seperti ini malah ada gangguan. Dan tumben sekali ibunya itu sudah berada di rumah, biasanya dia akan pergi pagi dan pulang malam bahkan mereka nyaris tidak pernah bertemu walau tinggal satu rumah.


"Ada apa mah ?"tanya Rama dengan kesal, bagaimana tidak kesal saat nafsunya sudah di ubun-ubun tiba-tiba ada yang mengganggu. Dan sekarang lihatlah, sepertinya ibunya kini sedang membuat masalah dengannnya. Dengan membawa seorang gadis pulang ke rumah, Rama tidak bodoh Rama tahu maksud dari ibunya.


"Kamu mau kemana, tebaklah siapa gadis cantik yang bersama mamah ?"tanya nyonya Sarah


Bukannya sambutan senyum dari Rama, dia malah berdecak sebal. "Aku sedang tidak ingin main tebak-tebakan sekarang, katakan siapa dia karena aku sedang buru-buru" ucap Rama ketus, membuat senyuman gadis itu yang di buat semanis mungkin oleh nya, kini pudar mendengar ucapan Rama dan melihat sikap Rama yang sama sekali tidak peduli padanya.


Padahal dia rela sampai berjam-jam di salon agar terlihat sangat cantik saat bertemu dengan Rama. Namun Rama sama sekali tidak tertarik padanya, dia malah mengenggam tangan Anggi dengan semakin erat. Membuat perempuan itu nampak kesal namun dia sembunyikan dengan senyum palsunya.


"Apa kamu lupa ? dia Seruni anaknya Om Wisnu teman papamu, dia dulu sering bermain denganmu saat kam masih kecil Rama " Rama hanya melihat sekilas dan sama sekali tidak tertarik.


"Aku tidak ingat "jawab Rama singkat


"Jelas saja kamu tidak ingat,dia berubah Seruni sekarang sudah dewasa dan terlihat sangat cantik dan elegan" ucap nyonya Sarah yang membuat Seruni semakin bangga pada dirinya yang mendapat pujian dari nyonya Sarah.


"Menurutku dia biasa saja, sama seperti kebanyakan gadis yang selalu mamah bawa kesini "ucap Rama enteng.


"Rama, sopanlah dan jaga sikapmu kepada tamu mamah "ucap nyonya Sarah kesal

__ADS_1


"Mamah juga harusnya bisa menjaga sikap, bisa-bisanya membawa dan mengenalkan perempuan lain di saat anakmu sudah punya istri, aku sudah menikah dan wanita dalam hidupku hanya satu, yaitu istriku. Jika tidak ada masalah penting lainnya aku mau pergi, karena urusanku jauh lebih penting " ucap Rama sambil pergi sambil menggandeng tangan Anggi.


"Gila bener nih anak onta aktingnya hebat banget, kenapa dia ga jadi artis aja sih" Ya, anak kam-bing bodoh ini menganggap apa yang di ucapkan Rama barusan adalah pura-pura, padahal Rama bicara yang sebenarnya.


Setelah di dalam kamar kini Rama menjadi kesal "Dasar menyebalkan, apa sedang di rencanakan perempuan itu " kesal Rama


Melihat Anggi hanya diam saja melihatnya membuat Rama tambah kesal saja "kenapa anak kam-bing ini hanya diam saja dan tidak menenangkanku padahal aku sedang marah" gumam Rama dalam hati


"Hey Timmy, kenapa kau hanya diam saja ?tanya Rama ketus, di tanya seperti itu si Timmy hanya menggaruk kepalanya.


"Terus aku mesti ngapain ?" tanya Anggi bingung, Rama menghela nafas kasar


"Kemarilah peluk aku...."ucap Rama


"Haahhh....?"tanya Anggu merasa bingung


"Cepatlah "ucap Rama tidak sabar, Anggi pun langsung menghampiri Rama dan duduk di sebelahnya.


"Manja banget sihh, sini anak onta yang manis mau di peluk sama anak kambing yang cantik " goda Anggi, mendengar ucapan Anggi Rama tertawa.


Ternyata si Timmy memang sudah menjadi mood boosternya Rama sekarang. Langsung saja Rama masuk ke dalam pelukan tubuh Anggi yang mungil. Anggi tertawa melihat melihat kelakuan Rama. Dia mengelus rambut Rama ,meskipun laki-laki namun rambut Rama terasa halus di tangannya. Hingga Anggi terus saja membelai rambut Rama, membuat Rama sangat nyaman di buatnya.


"Nih anak onta manja banget sihh" ucap Anggi sambil tertawa, Rama pun tersenyum mendengarnya.


Rama pun bangun dari pelukan Anggi "aku lupa kalau aku akan menghukumu sekarang " ucap Rama sambil tersenyum smirk.


"Lain kali aja deh ya " rengek Anggi


"Tidak bisa, aku mau sekarang "jawabnya tidak mau di bantah

__ADS_1


"Dulu katanya ga bakalan nyentuh aku, kok sekarang malah di sentuh-sentuh sih " protes Anggi


"Benarkah....? tapi kenapa aku tidak ingat " ucap Rama pura-pura lupa.


"Jangan pura-pura deh waktu itu kak Rama bilang.."


Hmmpppttt


Rama langsung membungkam bibir mungil Anggi dengan bibirnya "Gue ga bakalan bisa kabur kalo kaya gini " ucap Anggi dalam hati, Anggi pasrah saja dengan apa yang Rama lakukan pada tubuhnya. Percuma saja melawan dia tidak akan menang. Lagi pula entah kenapa Anggi sangat menyukai semua sentuhan Rama. Rama sangat lembut saat menyentuhnya, dia melucuti satu persatu pakaian yang di pakai oleh Anggi dan juga pakaiannya .


Rama terus saja menciumi bibir san seluruh wajah Anggi, menyapu lehernya dengan lembut hingga Anggi merasa sesuatu yang geli namun sangat nyaman hingga ia merasakan ingin lagi dan lagi .


Apalagi jika Rama sudah bermain di tempat kesukaanya, tubuh Anggi terasa kian memanas sesuatu yang terasa sangat indah ia rasakan. Begitu pun dengan Rama, tubuh istrinya seolah menjadi candu baginya. Dia ingin terus dan terus merasakannya. Tubuh Anggi yang terasa lembut terasa pas dengan tubuhnya yang terasa keras .


Hingga Anggi merasa sudah siap Rama pun melakukan penyatuan dengannya.


"Pelan-pelan ka " rengek Anggi karena jujur saja dia masih merasa takut dengan rasa sakit kemarin.


"Aku akan pelan-pelan kamu tenang saja" hingga Rama mencium lembut lagi bibir mungil Anggi dan ********** dengan lembut.


Rama pun mulai melakukan penyatuannya.


"Yang sekarang ga terlalu sakit ya, tapi kok ini......ya ampun gue ngerasa melayang, dasar omes gue " gumam Anggi dalam hati


Melihat Anggi menikmatinya membuat Rama tersenyum bahagia, hingga ia terus melakukan penyatuan mereka sampai beberapa kali. Hingga Anggi merasa kelelahan dan tertidur.


Rama pun memberikan ciuman bertubi-tubi di wajah Anggi.


"Aku pasti sudah gila....."ucapnya tersenyum sambil membelai wajah Anggi.

__ADS_1


****


Pagi semuanya,ceritanya mimin kasih micin sedikit biar gurih ya 😅


__ADS_2