Tambatan Hati Timmy

Tambatan Hati Timmy
Bab 87


__ADS_3

Pagi ini Rama pergi ke kantornya karena ada pertemuan yang tidak bisa ia tinggalkan. Anggi sama sekali tidak keberatan jika suaminya ke kantor. Dan itu membuat Rama sedih, sebenarnya Rama ingin anak kambingnya itu merajuk padanya dan tidak mau di tinggalkan. Tapi sayangnya itu semua tidak terwujud karena si Timmy ternyata hanya cuek saja padanya. Mungkin anak kambing itu marah karena kemauan bayi pinguinnya tidak di kabulkan oleh papa untanya.


"Sayang aku berangkat dulu.... " ucap Rama sambil mengecup kening dan bibir Anggi sekilas. Astaga istrinya terlihat sangat cantik dan lucu pagi ini. Anggi memakai baju hamil yang lucu, perutnya terlihat sedikit membuncit semakin memperlihatkan kelucuannya, rambut panjangnya tergerai indah setengah basah menambah kecantikannya serta make up tipis menghiasi wajah cantiknya. Semakin tergoda saja Rama melihat istrinya.


"Heemm... " jawaban yang sangat singkat sekali keluar dari bibir mungil istrinya.


"Sayang kau marah padaku. ?" tanya Rama


"Enggak, emangnya marah kenapa? "tanya Anggi dengan wajah datar


"Karena semalam aku.... " Rama menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Emangnya semalem kenapa ?" jawaban si Timmy masih saja datar hingga membuat anak unta serba salah.


"Semalam anak kita minta di tengok kan....? " tanya Rama dengan ragu.


"Iya, tapi papanya ga mau dan sekarang si dedenya lagi marah, dan mau demo supaya tiga hari ke depan jangan di tengok dulu " jawaban Anggi membuat Rama menjadi lemas.


"Jangan begitu sayang... bilang padanya jika papanya minta maaf " ucap Rama memelas


"Iya nanti di bilangin, tapi nanti di pikir - pikir dulu ya" jawab Anggi sambil pergi meninggalkan Rama duduk di sofa sambil memegang pinggangnya yang terasa pegal.


"Apa pinggangmu sakit ?" tanya Rama khawatir , mengikuti Anggi duduk di kursi dan mengelus pinggang istrinya.


"Enggak cuman pegel aja, aku juga sekarang ga kuat berdiri lama gampang pusing soalnya " jawabnya sambil mengoles minyak kayu putih di keningnya. Setidaknya itu sedikit membantu rasa pusingnya Anggi dan menetralisir aroma-aroma yang membuat Anggi merasa mual. Masker pun langsung ia gunakan lagi karena sudah mulai merasa pusing lagi.


Para pelayan pelayan setiap hari mengganti pengharum ruangan di sana, karena tidak ada yang cocok dengan penciuman Anggi. Namun tetap saja nona muda mereka masih merasa mual.


"Apa tidak apa-apa jika aku pergi bekerja ? kau akan sendiri di rumah nanti karena si Nobita sudah pindah " ucap Rama.

__ADS_1


"Ngga apa-apa kok, lagian aku lagi pengen sendiri. Aku mau tiduran aja " jawab Anggi


"Ya sudah kalau ada apa-apa langsung telepon aku ya " ucap Rama sambil memeluk sayang istrinya.


*


*


*


Setelah berpamitan kepada Anggi Rama pun pergi ke kantor setelah sebelumnya ia meminta para pelayan untuk siaga menjaga Anggi takut ia membutuhkan sesuatu. Stevan juga sudah siap di bawah untuk menjemputnya.


Melihat kedatangan Rama Stevan langsung membuka pintu mobilnya. Rama pun langsung masuk dan duduk di belakang. Dari luar tadi Rama melihat wajah Stevan tampak tidak segar seperti biasanya. Terlihat jelas kantung matanya melingkar hitam. Apa asistentnya ini tengah sakit karena terlalu lelah bekerja. Karena semua pekerjaan Rama di handle Stevan. Rama pun berpikir apa dirinya berlebihan pada asistentnya.


"Apa kau sakit Stev...? " tanya Rama


"Tidak pak, saya sehat " jawan Stevan.


"Ahh.... ini hanya kurang tidur saja pak" jawab Stevan agak sedikit malu dan mengusap tengkuknya.


Uuhh Stevan itu emang pemalu banget yaaaa mimin gemeees 😙


"Apa pekerjaan dariku terlalu banyak, hingga menyita waktu istirahat mu? " tanya Rama perhatian, ya Rama memang bos yang sangat baik hingga Stevan terhura karena perhatian dan kebaikannya.


"B-bukan pak.... " jawab Stevan gugup


"Oh atau karena kau begadang dengan pacar mu? tanya Rama. Sebenarnya memang iya, gara-gara cium di pipinya oleh Sera membuat Stevan menjadi panas dingin dan tidak bisa tidur.


Gara-gara biri - biri itu, pikiran Stevan bertraveling semalaman. Dalam hidupnya baru kali ini Stevan merasa ingin menjadi ninja hatori. Dia ingin mendaki gunung dan melewati lembah anak biri-biri itu. Gara - gara perlakuan yang sangat biasa saja asistent lugu itu sampai mimpi basah semalam.

__ADS_1


Tapi tentu saja dia tidak akan menceritakannya pada Rama bukan? itu akan sangat memalukan jika bos tahu kalau gagang sapu Stevan semalam muntah - muntah karena di cekik oleh Stevan. Ohhh itu akan sangat memalukan, pikir Stevan. Bungkam itu lebih baik. Stevan tidak akan memberitahukan rahasianya itu kepada siapa pun.


Rama tergelak mendengarnya, asistentnya yang pemalu ini sudah punya pacar rupanya. "Siapa pacarmu Stev...? " tanya Stevan


"Itu.... aku " Stevan terlihat ragu


"Ayolah beri tahu aku, siapa dia...aku ingin tahu gadis mana yang sudah membuatmu membuka hatimu yang selalu tertutup itu ?" tanya Rama penasaran


"Aahh itu.... salah satu karyawan pabrik kita pak" jawab Stevan malu-malu yang sebenarnya pintu hati Stevan itu di buka paksa oleh Sera.


"Apa....? " Rama terkejut ternyata asistentnya ini mengikuti jejaknya dalam mencari pasangan.


"I-iya pak, maaf jika aku pacaran dengan salah satu karyawan di sana " ucap Stevan.


"Ohh itu tidak masalah untukku " ucap Rama sangat bijak, Rama memang bos yang pengertian.


"Oh ya memangnya apa yang kalian lakukan, hingga larut dan membuat matamu menjadi jelek seperti itu?" tanya Rama. Stevan langsung tersenyum malu-malu kepada bosnya hingga membuat Rama geli.


"Dia, dia mencium pipiku pak dan rasanya sangat luar biasa " jawab Stevan malu-malu kambing.


"Astaga..... " Rama sampai di buat geleng-geleng kepala karena tingkah asistentnya itu, baru di cium pipi saja sudah tidak bisa tidur. Bagaimana jika sampai kikuk-kikuk nanti. Bisa-bisa Stevan malah pingsan sebelum gagang sapunya berkelana.


"Asistentku yang lugu.... "


*


*


*

__ADS_1


Mimin udah double up nihh, hadiahnya mana nihh 😗😗😘


__ADS_2