
Sore ini setelah pulang kuliah, Anggi memutuskan untuk pulang ke rumah orang tuanya. Karena malas di rumah itu ada wanita yang di nobatkan sebagai calon istri suaminya. Setelah mendapat ijin dari Rama, Anggi pun langsung menuju ke rumah orang tuanya. Bukan hanya ingin menghindari seruling wanita penggoda, namun kepulangannya juga karena Anggi sangat merindukan orang tuanya.
Kini dia sudah berada di depan halaman rumah dimana ia di besarkan. Berbagai kenangan menghampirinya, setiap kali pulang dari sekolah atau dari manapun itu kedatangannya selalu di sambut hangat oleh mamahnya.
Anggi mulai melangkahkan kakinya memasuki halaman rumahnya yang tidak seluas halaman rumah suaminya. Mungkin keseluruhan rumah Anggi hanya sebesar halama rumah utama keluarga Wijaya.
"Assalamualaikum....." Anggi mengucapkan salam
Orang tuanya sedang sibuk mengepak barang jualan mereka. Karena sejak papa nya Anggi tidak bekerja serta Rama memberikan mereka modal usaha, mereka memutuskan untuk berjualan. Mereka memilih untuk berjualan online saja. Selain tidak perlu menyewa toko, mereka merasa lebih mudah memasarkan jualan mereka melalui sosial media. Karena sekarang orang lebih banyak menggunakan sosial media nya untuk berbelanja.
Mendengar suara anaknya mengucapkan salam, mamah dan papa Anggi merasa terkejut dengan kedatangan putri mereka satu-satunya. Pasalnya putrinya itu tidak memberi kabar sebelumnya kepada mereka, kalau putrinya itu akan berkunjung.
"Waalaikumsalam...." ucap mereka bersamaan
"Timmy...." panggil mamahnya
"Mamah, aku kangen sama mamah " ucap Angi sambil memeluk mamahnya
"Sama papa kangen ga?" tanya papa Anggi
"Kangen bangeeettt" ucap nya sambil melepaskan pelukan mamahnya dan kemudian memeluk papanya.
"Kok, kamu pulang ada apa ?" tanya mamah Anggi, karena tidak biasanya putrinya pulang ke rumah
"Kamu ga ada masalah kan sama suami mu ? tanya papa Anggi
Anggi tidak mungkin menceritakan masalah rumah tangganya, kalau mertuanya sekarang sedang menjodohkan suaminya dengan gadis lain.
"Enggaa, aku kangen sama kalian " ucapnya
"Alhamdulillah...." ucap mereka bersamaan
"Kalian sibuk banget sih sekarang, acieeehhh jadi pengusaha sekarang " goda Anggi kepada orang tuanya
"Usaha kecil-kecilan kita alhamdulillah membuahkan hasil, ya walaupun ga besar tapi cukuplah buat kita berdua " ucap papa Anggi
"Belum lagi uang bulanan uang di kasih sama suami kamu, bikin atm mamah hampir meledak " ucap mamah Anggi senang.
"Emang kak Rama suka ngirim uang ?" tanya Anggi karena dia sama sekali tidak tahu kalau Rama memberi uang bulanan pada orang tuanya.
"Emangnya kamu ga tahu ?" tanya papa Anggi
"Engga....".jawab Anggi
__ADS_1
"Ya ampun, nak Rama itu memang menantu idaman di saat yang lain pelit sama mertuanya, dia malah royal sama kita, kita beruntung ya pah . Kamu emang ga salah pilih suami " ucap mamah Anggi
"Aku juga suka ngasih mamah uang, uang nafkah aku di bagi loh sama mama, karena aku sayang kalian " Anggi juga selalu memberikan uang bulanan yang di transfer Rama kepada orang tuanya tanpa sepengetahuan Rama, walau pun sebenarnya uang bulanannya tidak pernah habis dan malah selalu bertambah karena Rama selalu mentransfer ke rekening Anggi.
"Mamah masak apa aku laper banget nihh...."
"Mamah ga masak hari ini siapa suruh pulang ga ngasih tahu, jadi mamah ga ada persiapan " ucap mamah Anggi
"Mamah pesenin aja ya, sekalian mamah sama papa juga belum makan " ucap papa Anggi
"Oke papa sayang..." ucap mamah Anggi
"Lebayyy....." ucap Anggi
Setelah beberapa saat makanan yang di pesan pun sudah sampai . Mereka pun langsung memakan-makanan mereka. Anggi sangat senang melihat orang tuanya bahagia. Kesusahan mereka kemarin terbayar sudah, semua berkat kesabaran dan juga jangan lupa suami untanya ternyata sangat baik kepada orang tuanya .
"Alhamdulillah, sekarang kita makannya sama ayam beneran ya mah, bukan ayam olahan lagi " ucap papa Anggi
"Iya, asli sekarang mah ayamnya bukan bubuk ayam " timpal mamah Anggi dan mereka semua pun tertawa.
"Kamu beneran ga ada masalah ?" tanya mamah Anggi
"Ngga, masalah apa ?" jawab Anggi
"Baik lah, baik bangeettt malah " jawab Anggi
"Terus kamu lesu kenapa ?"tanya papa Anggi
"Oh ya ampun, kamu hamil ?"tanya mamah Anggi tiba-tiba
Anggi yang sedang makan pun langsung tersedak
Uhuk
Uhuk
Uhuk
Anggi langsung mengambil air minum dan meminumnya "Engga lah mah, aku belum hamil...." jawab Anggi
"Terus kenapa ?" tanya mamah Anggi lagi
"Mamah kepo ihh..." kesal Anggi
__ADS_1
"Ck, hey Timmy mamah khawatir sama kamu takutnya kamu kenapa-kenapa di sana, mamah sama papa sayang sama kamu, makanya mamah peduli juga bukan kepo dasar anak em-be " ucap mamah Anggi
"Sebenernya masalahnya bukan sama kak Rama, tapi sama mamah mertua aku " jawab Anggi, akhirnya dia cerita saja toh Anggi bercerita pada orang tuanya Anggi pikir itu tidak salah.
"Kenapa mamah mertua kamu, mau kawin lagi ?"
"Bukan, justru dia nyuruh anaknya kawin lagi "jawab Anggi
"Apa.....!!!"" ucap orang tua Anggi terkejut
"Malah sekarang perempuannya ada di rumah, si seruling itu " kesal Anggi
"Ngapain dia di sana ?" tanya mamah Anggi
"Mau tebar pesona lah apa lagi " jawab Anggi santai
"Terus apa kata menantu ?"
"Dia mah cuek aja, pas si seruling ke rumah juga kak Rama malah ngajak aku aye-aye " ucapnya tak tahu malu
"Ahhh, dasar anak ini memang ga punya malu ya, nyeritain hal gituan sama orang tua " kesal mamah Anggi, bisa-bisanya anak kam-bing ini pikir mamah Anggi
"Kan mamah nanya sama aku, ya terus aku jawab lah"
"Kan mamah cuman nanya suami kamu gimana, bukan nanyain suami ngapain di sana, pinter dikit Timmy, kesel mamah "
"Kok mamah jadi kesel, aku aja istrinya biasa aja " jawab Anggi santai
"Biasa aja gimana, kamu kaya orang banyak pikiran " timpal papa Anggi
Anggi menghela nafas kasar....
"Sebenernya aku ga peduli sama si seruling, yang aku peduliin itu, mamahnya kak Rama nyonya Sarah. Kok ngebet banget anaknya mesti nikah sama si seruling, aku ga siap jadi janda mah.." ucap Anggi
"Namaya kok aneh, seruling ?" ucap papa Anggi
"Iya kenapa ga gitar aja sekalian " timpal mamah Anggi
"Namanya Seruni...cuman aku ga suka sama dia, makanya aku panggil dia seruling, ceweknya sok caper masa pagi-pagi dia udah dateng bawa makanan katanya buat sarapan kak Rama, aneh-aneh aja " ucap Anggi
"Iya aneh banget, keluarga suami kamu kan kaya ga mungkin mereka kekurangan makanan ga ada kerjaan banget " ucap mamah Anggi
"Nah itu.... ga ada kerjaan " ucap Anggi mereka pun tertawa bersama.
__ADS_1