
Regan yang belum bisa berpikir merasa bingung dengan ucapan istrinya. Apa istrinya itu minta ijin untuk jalan-jalan atau bagaimana.
"Bira sebenernya kau mau kemana, ada-ada saja kau ini ingin wisata ke kandang unta kenapa tidak ke kandang buaya saja sekalian" ucap Regan.
"Kalo Bira main ke kandang buaya, mas suami jadi duda dong... " ucap Bira menyebalkan
"Hey awas kau... berani macam-macam aku akan mengikatmu sekarang juga"
"Issshh, boleh ngga Bira mau ke rumah anak unta suami nya si Titim.... " ucap Bira
"Oh astaga kenapa tidak dari tadi bilang mau ke rumah anak kambing itu, kau ini... "
"Mas suaminya aja yang ga pinter, masa gitu aja gak ngerti... " ucapnya enteng tanpa merasa bersalah sudah membuat kepala suaminya berasap pagi-pagi begini.
"Nanti kau akan di antar oleh Bagas karena aku ada pekerjaan penting sekarang " ucap Regan
"Di sini kan ada supir, kenapa malah nyuruh asistent pelit buat nganterin Bira"
"Aku lebih percaya pada asistentku yang menyebalkan itu... " Bira mengangguk mengerti walau Regan tidak bisa melihatnya.
"Oh ya si Tayo di ijinin ga, tanyain sama A Revan dong? " tanya Bira, kebetulan Revan sedang ada di ruangannya. Jadi Regan bisa langsung bertanya pada Revan.
"Hey Junior anak bis mu minta ijin untuk bermain bersama anak kambing " ucap Revan
"Maksudmu Timmy....? "
"Memang nya siapa lagi... " jawab Regan
"Jika Bira pergi ijinkan saja, kasihan anak bis ku tidak pernah main " ucap Revan
"Gimana... ?" tanya Bira di seberang telepon nya.
"Pergilah tapi jangan ke mana-mana, diam saja di sana. Lagi pula kandang unta itu cukup besar untuk bermain anak-anak pokemon".
" Makasih mas suami Bira yang paling kereeeenn "
"Sama-sama sayang, kau harus membayarnya nanti malam... " ucap Regan
"Ihhh dasar, kebiasaan si sponge bob mah... " ucap Bira sambil menutup teleponnya. Namun Regan malah tertawa mendengar nya.
Setelah mendapat ijin Yura dan Bira pun bersiap untuk pergi, tidak lupa mereka berdua membawa dua orang suster untuk membantu mereka mengasuh anak-anak nya di sana.
Bagas pun bersiap untuk menjemput istri-istri atasannya. Dan mereka semua kini tengah berada di dalam mobil untuk berangkat ke rumah Anggi.
"Kita langsung berangkat nona-nona? " tanya Bagas
"Iya mas Bagas, langsung berangkat " jawab Bira.
__ADS_1
"Kita ga ke rumah Sasako dulu? " tanya Yura
"Sasako di anterin sama bayi kingkong, takut CLBK sama mas Bagas" jawab Bira sambil tertawa.
"Tidak akan seperti itu nona, tenang saja saya ini pria yang setia " jawab Bagas
"Setia dari mananya, liat yang bening langsung tuhh burung kutilang bangun ngajak main ci luk ba" ucap Yura si mulut plontos. Sontak Bira langsung terbahak -bahak mendengarnya.
"Saya laki-laki normal nona, jika ada gadis yang cantik membahana apalagi itu sudah halal tentu saja senjata saya berontak mengajak perang... " jawabnya cuek.
"Perang di kasur dia mah... " Jawab Bira masih dengan tawanya.
"Oh ya kenapa kak Siena ga di ajak main-main sama kita ke rumah si Titim kan biar seru, jangan di suruh nyuci mulu. Kasian kan kak Siena yang cantik jelita kaya cinderella pas nikah sama mas Bagas berubah jadi upik abu " ucap Yura.
"Perasaan cerita Cinderella sama upik abu sama deh Tayo...? " ucap Bira.
"Iya gitu...? " Yura bertanya balik sambil menggaruk keningnya
"Ga tahu juga Bira lupa..." jawab Bira
"Ahh kalian ini... justru aku kasihan pada Siena jika dia berkumpul dengan kalian " ucap Bagas
"Emang kenapa? sama kita juga ga di cubitin "jawab Bira
"Siena terlalu waras jika harus mengobrol dengan anak pokemon seperti kalian, otaknya masih belum sanggup mengerti bahasa kalian yang luar biasa itu" jawab Bagas
"Ahh itu cuman alesan orang pelit aja... " ucap Yura
"Bener tuhh... " timpal Bira
"Terserah kalian saja.... lama-lama aku bisa gila bicara dengan kalian. Burung elangku yang perkasa saja di bilang bermain ci luk ba. Aku heran dengan pak Regan dan pak Revan yang punya mental baja mempunyai istri seperti kalian yang sangat-sangat aneh "omel Bagas. Memang Bagas ini asistent yang kurang ajar bisa-bisanya dia menceramahi istri atasannya.
Akhirnya mereka samapai ke tempat yang mereka tuju, kediamam Wijaya yang Bira sebut dengan kandang unta ternyata itu sebuah bangunan yang sangat besar dan mewah. Sama seperti kediaman Maheswara.
"Selamat bermain nona -nona, saya permisi "pamit Bagas
"Makasih ya mas Bagas... " ucap Yura dan Bira.
"Rekomendasikan kenaikan gajiku ya nona.. " ucap Bagas sambil melajukan mobilnya
"Dasar tuan crabt mata duitan..." ucap Bira
Setelah mereka semua masuk kemudian mereka di antar oleh pelayan untuk bertemu Anggi...
"Hay Titim..... " ucap Bira dan Yura, sedangkan para suster langsung mengajak main Reby dan Aretha di tempat yang masih terlihat oleh Bira dan Yura.
Di sana terlihat Anggi sedang bersama seorang gadis yang satu ukuran dengan mereka, hanya saja dia bermata empat karena Danisa memakai kacamata.
__ADS_1
"Hay jugaa....... ayo masuk sini "ajak Anggi, gadis itu terlihat tersenyum ke arah Yura dan Bira.
"Sasako mana? "tanya Anggi
"Nyusuin dulu bayi kingkong kali... "ucap Yura
"Iya biar sehat tuh makhluk abon..."timpal Bira
"Oh iya, kenalin ini Danisa istrinya kak David " Danisa pun langsung mengulurkan tangannya kepada Yura dan Bira dan mereka berkenalan.
"Hay semuanya.... " terlihat Salsa yang baru sampai kesana.
"Tuh Sasako nyampe... "ucap Bira
"Kemana aja baru nyampe...?" tanya Anggi
"Nyusuin dulu bayi Kingkong ya? " tanya Yura.
"Ngga kok, emang siih tadi A Abon minta susu tapi Sasanya ga mau. Soalnya kalo udah minta susu ujung-ujungnya minta bobo" jawab Salsa.
Danisa yang mendengar obrolan mereka terus terang saja dia tidak mengerti.
"Udah-udah jangan ngebahas masalah itu, kasian di sini ada anak bawang "ucap Anggi. Dan mereka bertiga pun langsung melihat ke arah Danisa.
Di tatap seperti itu membuat Danisa menjadi serba salah. "Kenapa kalian semua ngeliatin aku kaya gitu?" Tanya Danisa.
"Beneran kamu belum di apa-apain sama kak David?" tanya Yura
"D-di apa-apain maksudnya? " tanya Danisa.
"Udah pernah bercocok tanam belum? "tanya Bira
"Hahh....? " Danisa semakin bingung saja dengan pertanyaan spesies-spesies aneh di depannya
"Kamu udah praktek berkembang biak belum sama kak David? " tanya Anggi
Di tanya seperti itu Danisa malah seperti orang bingung, pasalnya gadis lugu itu tidak mengerti apa itu bercocok tanam dan berkembang biak yang mereka maksud.
"Aduuh kasian dia belum ngerti jangan kaya gitu nanyanya " ucap Salsa.
"Iya aku emang ga ngerti "jawab Danisa
"Maksud mereka tuh, Danisa pernah bobo bareng sama kak David sambil tebar benih ga? "tanya Salsa
"Tebar benih? " tanya Danisa, bahasa apa lagi itu Danisa benar-benar tidak mengerti. Apa mereka semua petani dan peternak pikir Danisa
"Iya tebar benih, benih calon bayi... " ucap Salsa
__ADS_1
"Apa...!!! "
Udah double up nihh mana hadiahnya 😘😘