
Seminggu sudah Anggi di rawat di rumah sakit. Kini sudah saatnya ia kembali pulang ke rumah utama keluarga Wijaya. Kepulangannya di sambut hangat oleh tuan Wira dan juga David. Nyonua Sarah hanya terdiam saja saat Anggi pulang kesana. Entah karena masih tidak menyukai Anggi atau mungkin merasa malu karena kandidat calon menantu kesayangannya tidak seperti yang ia harapkan. Perempuan yang di gadang-gadang sangat lembut dan bersahaja ternyata tidak lebih dari seorang yang tidak bisa di ungkapkan.
Sikapnya yang cuek dan juga tidak pernah menyapa, sama sekali bukan masalah untuk Anggi. Toh Anggi itu tipe orang yang tidak pernah mengusik kehidupan orang lain , terkecuali jika hidupnya di usik oleh orang lain maka anak kam-bing ini akan mengeluarkan taringnya untuk mengusir para musuhnya.
Selama ia tidak di ganggu selama itu pula ia tidak akan peduli.
*
*
Beberapa saat sebelum pulang ke rumah
Anggi sedang di periksa untuk yang terakhir kali sebelum ia pulang.
"Apa dia sudah benar-benar boleh pulang ?" tanya Rama kepada dokter yang sedang memeriksa Anggi.
"Nona sudah sehat tuan, sudah boleh pulang " jawab dokter itu.
__ADS_1
"Aku udah sehat kak Rama, aku mau pulang " ucap Anggi
"Kau tidak boleh pulang jika belum sehat betul sayang " ucapnya lembut, membuat si anak kam-bing jadi malu dengan lembutnya sikap ramah.
"Anak onta gue co cuiiittt banget sihhh, jantung gue udah kaya mau lepas aja tiap dia kaya gitu sama gue" ucap Anggi dalam hati
"Aku ga betah tidur di rumah sakit kak, aku mau pulang " ucap Anggi lagi, karena jika kepulangannya hari ini sampai di tunda maka Anggi akan mengeluarkan rayuan mautnya untuk Rama dan semoga saja Anggi tidak harus melakukan itu karena dia akan merasa sangat malu pada dirinya sendiri nanti.
"Jika terjadi sesuatu lagi padamu akan mudah jika kau berada di sini, itu yang aku khawatirkan " ucap Rama lagi.
"Tapi aku ga betah di sini, aku pengen tidur sambil di peluk sama kak Rama. Di sini aku ga bebas gimana kalo kita lagi mesra-mesraan terus dokternya dateng ganggu, kan ga asiikk " ucap Anggi dengan nada sedikit manja agar anak untanya luluh hatinya, rayuan level satu pun keluar.Dan Rama pun mulai terlihat berpikir di sana.
"Nah itu, kak Rama ga kangen gituuuu sama akuuu.." rayuan level dua pun keluar
"Sumpah gue jijik sama diri gue sendiri " gumam Anggi dalam hati. Anggi tidak mau lagi sampai gagal pulang, karena seharusnya Anggi pulang dari dua hari yang lalu. Namun Rama bersikeras Anggi tidak boleh pulang dengan alasan belum sembuh benar.
Akhirnya Anggi pun di ijinkan keluar rumah sakit oleh Rama. Dan kini ia sudah berada di kamarnya bersama dengan Rama. Baru saja Anggi merebahkan tubuhnya di kasur Rama langsung mendekapnya dengan erat.
__ADS_1
Entahlah mungkin karena kini ia sudah menjadi budak cinta, Anggi merasa nyaman dengan pelukan Rama yang terasa hangat olehnya.
"Apa sekarang sudah bisa ?" tanya Rama
"Bisa apa ?" jawab Anggi
"Mencetak anak, apalagi...." ucap Rama tersenyum dengan mesum.
"Ishhh, ya belum lah emangnya kak Rama mau burungnya pas kecelup jadi berubah warna " ucap Anggi
Rama yang mendengar ucapan istrinya terkejut dengan jawaban yang bar-bar.
"Dasar anak kam-bing apa tidak ada bahasa yang lebih enak di dengar" ucap Rama
"Loh emang kenyataannya gitu kok..." jawab Anggi santai
"Iya kenyataan yang menyebalkan..." ucap Rama lesu karena walau sudah pulang dia masih belum bisa melakukan acara mengadon anak yang sangat ia nantikan.
__ADS_1
💛💜💛💜💛💛💛💜💛💜💛💜💛💜💛
Nanti di sambung lagi ya