Tambatan Hati Timmy

Tambatan Hati Timmy
Bab 72


__ADS_3

Mendengar seorang pelayan memberi tahu orang tuanya datang David malah berdecak sebal. "Kenapa mereka datang di saat yang tidak tepat" gumam David. Danisa merapikan rambutnya yang agak berantakan akibat ulah David barusan.


Detak jantung Danisa belum normal karena ulah suaminya dan kini di tambah kedatangan mertuanya semakin mau meledak saja jantungnya sekarang. Setelah merapikan diri, Danisa mengatur nafasnya agar tidak tegang berhadapan dengan orang tua David. David yang melihat Danisa sangat tegang hanya tersenyum lucu. Apa yang membuat tegang pikir David. Diana mamahnya David bukanlah seperti tantenya Sarah yang over protektif menilai orang.


Nyonya Diana dan tuan Darma mereka sudah datang dan kini duduk di ruang tamu menunggu kedatangan putranya. Terlihat oleh mereka David menuntun seorang gadis kecil bermata indah yang manis dan cantik. Gadis itu terlihat malu-malu san terus menunduk sambil bersembunyi di belakang punggung lebar David.


Terlihat sangat lucu, namun nyonya Diana dan tuan Darma masih belum memberi respon apa pun, ia ingin mendengar langsung dari David tentang siapa gadis kecil itu.


"Hey Nobita, kau hanya akan bertemu dengan mertuamu bukan akan bertemu pejabat. Kenapa kau tegang sekali


"Aku takut Suneo, begitu saja tidak mengerti "kesal Danisa. Mengerti akan kegugupan Danisa, David langsung menggenggam tangan kecil Danisa dan membawanya untuk menemui orang tuanya.


*


*


*


Kini mereka bertiga tengah berada di ruang tamu untuk berbicara. "Bisa kau jelaskan siapa gadis ini David? " tanya tuan Darma


"Dia istriku.... " jawab David lugas


"Apa....!!! kau menikah dan tidak memberitahu kami orang tuamu? "ucap nyonya Diana


David berdecak kesal " Sudahlah hentikan sandiwara kalian, aku tahu kalian sudah mengetahuinya " ucap David


"Ahh, kami kan hanya ingin mendengarnya langsung dari mulutmu itu anak tampan "ucap nyonya Diana


"Dan mamah sudah mendengarnya kan? "tanya David


"Dasar anak tidak sopan.... " ucap tuan Darma.


Danisa masih menunduk dan mengegenggam tangan David, terasa sekali dari genggaman tangannya jika gadis ini sedang sangat gugup. Karena tangan kecilnya sudah mengeluarkan keringat dingin.


"Siapa namamu gadis cantik? " tanya nyonya Diana


"Nama saya Danisa nyonya..... " jawab Danisa

__ADS_1


"Oh astaga..... "


"Ada apa, kau mengenalnya ? " tanya tuan Darma


"Bukan, tapi namanya sangat bagus dan sangat cocok untuk David, keluarga kita akan menjadi 4D sangat bagus bukan.... " ucap nyonya Diana tertawa. Danisa mengerjap tidak percaya dengan apa yang di dengar dan lihatnya. Sepertinya ketakutan dan ketegangannya menguap begitu saja karena melihat respon mamah mertuanya yang sangat aneh... menurut Danisa.


"Sudah ku bilang kan, jangan takut kepada orang tuaku, mereka tidak akan memakanmu " ucap David.


"Ngomong-ngomong kenapa kalian tidak menolongku, saat aku sedang di grebek warga? " tanya David penasaran, karena selama ini David tahu jika orang tuanya selalu menyuruh orang untuk mengawasinya. Meskipun David tidak tahu, bersembunyi dimana dan seperti apa orangnya. Tapi David yakin orang suruhannya selalu ada di sekitarnya.


"Itu karena kau tidak meminta tolong, dan berkata akan bertanggung jawab menikahi gadis ini "jawab tuan Darma


"Dan sebagai orang tua yang baik, kami tidak melarangmu menikah dengan gadis yang kau inginkan " sambung nyonya Diana.


"Apa......" Danisa sangat terkerjut mendengarnya, namun ia hanya berani memekik dalam hati saja.


"Astaga kalian ini benar-benar ya, aku menikahinya karena mereka semua sudah memojokanku dengan berkata jika kami berbuat mesum di sana. Sebagai pria yang baik tentu aku mengatakan itu. Karena aku tidak mau di anggap berbuat yang tidak-tidak"kesal David


Mendengar ucapan David yang mengatakan jika ia menikahinya hanya karena tanggung jawab dan nama baik, membuat Danisa merasa sedih. Danisa pikir setelah ciuman tadi David telah menaruh hati padanya. Ternyata Danisa telah salah berpikir.


"Memangnya apa yang kau harapkan Danisa, dia anak orang kaya dan punya segalanya. Lalu aku, siapa aku? Aku hanyalah seorang gadia yatim piatu" gumam Danisa dalam hati merasa sedih.


Tuan Darma dan nyonya Diana tertawa mendengar cerita menyedihkan anaknya. "Kau lihat Nobita, orang tuaku ini sangat aneh kan... " ucap David pada Danisa. Sedangkan Danisa masih merasa bingung dengan keadaan di depannya.


"Baiklah kami berdua minta maaf padamu Suneo... "ledek tuan Darma


"Jangan memanggilku seperti itu dasar menyebalkan " semakin di buat kesal saja David oleh orang tuanya .


"Kami akan mengembalikan semua fasilitasmu David, bekerjalah dengan baik dan jaga istrimu Danisa sekarang tanggung jawabmu, dia tidak punya siapa-siapa lagi selain dirimu. Jangan pernah menyakitinya atau kau akan mendapatkan akibatnya" nasihat tuan Darma pada David.


David pun mengangguk mengerti dia akan menjaga Danisa, karena saat ini Danisa adalah tanggung jawabnya.


"Oh ya pah, aku minta uang dan juga kartu atmku kembalikan semuanya "pinta David.


Tuan Darma pun mengeluarkan sebuah amplop yang sudah ia siapkan untuk anaknya dan langsung memberikannya kepada David. David langsung membuka amplop itu dan terkejut melihat isinya


"Apa ini, papa jangan bercanda.... "ucap David

__ADS_1


"Papa tidak bercanda itu semua kartu atm milikmu" jawab tuan Darma


"Uang lima puluh ribu itu untuk istrimu, gantilah uang mas kawinmu yang kemarin kau pakai untuk ongkos " timpal tuan Darma


"Ahh iya, baiklah terima kasih...." ucap David


"Pindahlah dari sini, dan jangan hidup menumpang kau jangan membuatku malu.... " ucap tuan Darma


"Tentu saja aku akan pindah dari sini sekarang juga "


Setelah memberikan ceramah panjang kali lebar pada anak dan menantunya, tuan Darna dan nyonya Diana pun pamit pulang.


Sedangkan Danisa dan David mereka berdua tengah merencanakan hidup mereka ke depannya.


"Danisa kita akan tinggal di apartement kau tidak masalah kan, atau kau punya ide lain? " tanya David,Danisa hanya menggelengkan kepalanya.


"Terserah kau saja, aku ikut denganmu "ucap Danisa


"Baiklah ayo kita bersiap-siap untuk keluar "


"Kita mau kemana? " tanya Danisa


"Kita akan berbelanja baju untukmu, dan membeli kacamata baru untukmu"


" Bukankah kau bilang aku cantik tanpa kacamata " Jawab Danisa yang entah mengapa ada perasaan ingin terlihat cantik di mata David.


"Itu memang benar, tapi aku ingin kau menunjukkan wajah cantikmu hanya kepadaku" jawab David dengan jujur. Danisa hanya mencebikan bibirnya.


"Orang lain ingin istrinya terlihat cantik, tapi kau malah ingin istrimu terlihat jelek, kau ini memang aneh " kesal Danisa.


"Bukan seperti itu maksudku Nobita, susah sekali bicara dengan orang bodoh ya " ucap David.


"Bukan aku yang bodoh tapi kau yang aneh, dasar..."


"Aku tidak aneh aku tampan, apalagi sekarang aku sudah kembali ke tempat asalku, ketampananku menjadi berkali-lipat" ucap David sambil mengelus-elus dagunya dan tidak menyadari jika Danisa tengah pergi ke kamarnya. Karena malas mendengar ocehan David.


"Benarkan Nobita...?" merasa tidak ada yang merespon, David melihat ke arah sampingnya dan ternyata Danisa sudah tidak ada.

__ADS_1


"Kemana dia, ahh dasar karena tubuhnya yang terlalu pendek jadi tidak kelihatan perginya, awas saja kau Nobita... aku akan menciumu lagi... " ucap David sambil berlari ke arah kamarnya dan menyusul Danisa.


Jangan lupa like dan komen ya, serta beri poin dan vote, agar novel ini bisa terus up ❤❤❤


__ADS_2