Tambatan Hati Timmy

Tambatan Hati Timmy
Bab 37


__ADS_3

Udah hari senin waktunya kalian sumbangin vote ya 🙏😊💕💕💗💗


"Siapa yang kau maksud syaiton gadis bar-bar " jawab Seruni .Ya gadis itu adalah Seruni yang sudah sebulan lebih tidak terdengar kabarnya.


"Ya elo siapa lagi, lagian di sini kan syaiton cuma lo doang. Kita semua mah para istri solehah " ucap Anggi.


"Siapa Tim ?" tanya Yura


"Mantan calon kandidat menantu dari mertua gue yang gagal seleksi sekarang beralih profesi jadi pelakor " jawab Anggi santai


"Mulutmu memang sangat menyebalkan bahkan ucapanmu terdengar sangat pedas jika bicara " jawab Seruni ketus


"Eittss mba cantik si Timmy ini memang penggemar seblak level, makanya kalo ngomong pedes gilaaaa pokoknya " timpal Yura


"Oh ya ampun Bira paling ga suka denger pelakor apalagi langsung liat bentuknya jadi suka pengen Bira jadiin makan siang sekarang mumpung Bira lagi laper" kesal Bira.


"Sasa mah kalo liat pelakor jadi suka inget sama kuda nil ?" ucap Salsa polos


"Maksudnya.....?" tanya trio absurd


"Ya jadi inget, kuda nil nya udah di kasih makan apa belum, kalo belum Salsa mau kasih pelakor ini buat cemilannya "jawab Salsa


Sontak saja trio absurd langsung tertawa mendengar ucapan si gadis micin. "Otaknya Sasa udah terkontaminasi si abon, jadi polos-polos lukcnut "ucap Yura di sela sela tawanya.


"Dasar tayo lo jujur banget kalo ngomong "timpal Anggi.


"Tahu si Tayo mah saringan di mulutnya kan udah ilang ke telen waktu makan cilok " ucap Bira, mereka bertiga masih tertawa dengan senangnya sedangkan wajah Seruni sekarang menjadi merah padam karena marah. Hingga ia mendorong Yura sampai jatuh, untung saja Aretha sedang di pegang oleh Salsa hingga tidak ikut terjatuh.


Brukkk


"Eh dasar ulat bulu, lo masalah sama gue jangan berani nyakitin temen gue ...!!!" ucap Anggi marah


"Itu karena temanmu yang sudah mencari masalah denganku berani sekali mereka menghinaku....." Seruni pun kini benar-benar marah.


"Hey kamu ini perempuan tapi perilakumu sangat kasar " ucap Bira

__ADS_1


"Diam kau....!!!" tunjuk Seruni pada Bira


"Jangan berani-berani lo tunjuk- tunjuk muka adik.ipar gue " ucap Yura sambil mendorong Seruni


"Kenapa ? aku bahkan bisa melakukan hal lebih dari ini pada kalian " ancamnya.


"Udah lah biarin aja, manusia kaya gini di omongin sama ustadz juga ga bakalan mempan, udah kebanyakan syaiton di tubuhnya " kesal Anggi sambil memberi kode pada teman-temannya agar pergi. Anggi merasa tidak jika mereka semua terkena imbas gara-gara Seruni mengingat suami para sahabatnya sangat posesif. Anggi takut Seruni berbuat kasar pada Bira, Yura dan juga Salsa.


Mereka pun setuju dan beranjak dari tempat duduk mereka untuk pergi. Namun saat Anggi terbangun dan akan pergi Seruni menarik tangan Anggi dengan kencang dan Anggi yang tidak siap pun terjatuh dengan perut membentur meja kemudian terjatuh ke bawah dengan cukup keras. Hingga Anggi memekik kesakitan.


"Akhhh......" teriak Anggi


"Timmy......" teriak yang lainnya


Bira dan Salsa langsung menolong Anggi dan Yura langsung mendorong Seruni hingga terjungkal. Perkelahian pun tidak bisa di hindari, Seruni dan Yura berkelahi di sana dengan saling menjambak rambut dan saling memukul.


Namun Anggi hanya terdiam terduduk di bawah meringis kesakitan. Bira dan Salsa khawatir melihatnya. Yura memegang Reby dan Salsa memegang Aretha hingga mereka tidak bisa membantu Yura.Semua orang di sana malah terdiam sambil mengelurkan ponsel mereka untuk merekam kejadian di sana,perkelahian mereka membuat tempat itu menjadi sangat berantakan. Yura kalah tenaga karena tubuhnya yang kecil hingga ia terjatuh. Saat Seruni akan menampar wajah Yura, tangan seseorang mencekalnya.


"Kalau kau merasa seorang gadis baik-baik harusnya kau bisa menjaga sikapmu nona " ucap Siena sambil mendorong Seruni. Ya kebetulan Siena baru sampai di sana, tadinya Siena berencana untuk makan siang karena perutnya terasa sangat lapar. Namun saat ia masuk malah terlihat orang ramai-ramai berkumpul dan melihat para istri 4R ada di sana dan salah satunya sedang berkelahi.


"Dasar model skandal murahan " balas Seruni tidak terima dengan ucapan Siena.


"Aku memang model skandal tapi sayangnya aku bukan gadis murahan sepertimu jangan kau berpikir aku tidak tahu apa yang selalu kau lakukan di belakang orang tuamu, kau ingin aku membeberkannya di sini sekarang, gadis manja " ancam Siena


Mendengar ancaman Siena Seruni pun langsung pergi dari sana dengan penampilan acak-acakan.


"Timmy lo berdarah...." pekik Yura yang melihat banyak darah keluar dari ************ Anggi, apalagi kini Anggi sedang menggunakan dress pendek hingga rembesan darah semakin terlihat.


Semua orang terkejut melihatnya, Siena segera meminta bantuan orang di sana untuk menggotong Anggi ke mobilnya dan akan segera di bawa ke rumah sakit.


Yura dan Bira akan ikut namun mereka di tahan oleh pemilik restoran untuk membayar semua kerugian di sana. Akhirnya Salsa saja yang ikut ke rumah sakit bersama Anggi dan Siena.


"Perut aku sakit banget " ucap Anggi merintih di pangkuan Salsa. Sedang Siena menyetir mobilnya sekencang mungkin.


"Hubungi suaminya " ucap Siena Salsa pun mengangguk dan langsung menelepon Rama menggunakan ponsel Anggi karena Salsa tidak tahu nomor ponsel Rama.

__ADS_1


"Ha-hallo...." ucap Salsa


"....... ... ............"


"Ini Sasa bukan Timmy, Timmy sekarang mau di bawa ke rumah sakit soalnya tadi dia jatoh darahan banyak banget " ucap Salsa. Setelah mengatakan akan di bawa ke rumah sakit mana Salsa langsung menutup teleponnya.


Mendengar kabar Anggi di bawa ke rumah sakit Rama langsung bergegas pergi, meeting yang sebentar lagi di mulai pun ia tinggalkan, apalagi di belakang orang yang meneleponnya terdengar suara rintihan Anggi jelas terdengar.


Rama menjalankan mobilnya sekencang mungkin tidak peduli berbagai umpatan dari orang lain yang di lontarakan kepadanya karena sudah meyalib mobil yang lainnya.


Hingga Rama sampai di rumah sakit duluan, tak lama setelah Rama sampai mobil Siena pun tiba. Rama langsung berlari dan melihat keadaan istrinya yang kesakitan dengan penuh darah di paha dan kakinya.


Dokter dan suster yang sudah di beri tahu Rama pun sudah bersiap di sana menunggu. Rama langsung menggendong Anggi dan Anggi pun langsung di bawa untuk di tangani. Sampai untuk di periksa Anggi tidak mau melepaskan tangan Rama dan memegangnya erat.


"Kak Rama temenin aku, aku takut di sana " ucap Anggi di sela-sela tangisnya.


"Iya, aku akan menemanimu "


Dokter pun dengan segera melakukan pemeriksaan.Setelah beberapa saat dokter dan para suster pun.silih berganti memeriksa Angi dengan berabagai alat yang ada di tangan mereka, membuat Rama ngilu pasalnya alat itu di masukan ke dalam inti Anggi, Anggi yang merasa kesakitan pun tambah menjerit hingga amarah Rama tidak bisa di tahan lagi melihat apa yang sedang di lakukan para dokter.


"Apa yang sedang kalian lakukan.....!!!!" teriak Rama di ruangan itu


"Maaf pak istri bapak mengalami pendarahan dan juga janinnya tidak bisa di selamatkan, kami sedang mencoba mengeluarkan janinnya agar tidak menempel di dinding rahim istri bapak "


Deg.....


"Apa maksud kalian ?" tanya Rama tidak mengerti, janin katanya ?"


"Iya pak, istri bapak mengalami keguguran " ucap dokter yang memeriksa Anggi


"Apa.....!!!"


🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉


Jangan marahin mimin ya, marahinnya Seruni aja soalnya yang dorong Timmy Seruni. Mimin mah cuma nulis aja 🙈

__ADS_1


__ADS_2