
"Apa....!!! "
Jika kau ingin di cium kau tinggal bilang saja padaku, aku akan menciummu " ucap David
"S-siapa yang mau di cium olehmu, dasar Suneo kau ini ada-ada saja" ucap Danisa sambil berlari ke arah ke arah kamar David.
"Hey Nobita kemarilah, bukankah kau ingin di cium olehku....!!!" goda David dengan setengah berteriak.
Tak....
"Ah sial, apa yang kau lakukan? kenapa kau memukul kepalaku " ucap David yang kesal kepada Rama yang tiba-tiba memukul kepalanya.
"Jangan berteriak di depan kamarku, kau sangat berisik. Istriku sedang tidak sehat dasar kau... berani sekali lagi kau berisik aku akan memukulmu lagi " ucap Rama yang juga kesal mendengar suara David yang berisik, saat Rama akan keluar kamarnya tadi.
"Dasar sepupu kurang ajar.... " umpat David
"Berani mengumpatku kau akan aku lempar dari rumahku... " jawab Rama
"Aku hanya bercanda, kau ini serius sekali " ucap David tertawa sumbang yang di balas senyum ejekan oleh Rama.
*
*
*
Malu.....
Mungkin itu yang saat ini Danisa rasakan, kenapa dengan bodohnya dia malah menonton adegan live itu. Danisa perempuan normal tentu dia menginginkan hal yang sangat romantis, tapi dia menginginkan hal itu dari orang yang dia cintai. Dan David, bagaimana perasaannya terhadap David. Danisa pun masih bingung dengan perasaannya, apakah pernikahan ini akan ia lanjutkan atau tidak. Semua ini membuat Danisa benar-benar pusing.
Danisa yang sedang duduk di sofa melihat kedatangan David ke kamarnya. Danisa langsung membuang muka dia tidak mau melihat David.
"Danisa kemarilah..." panggil David yang sudah duduk di atas ranjangnya.
"Gak mau.... "jawabnya tanpa menoleh ke arah David.
"Hey kemarilah istriku, bukan kah kau ingin di cium oleh suamimu yang tampan ini" goda David
"Isshh, aku gak mau di cium sama kamu ya "jawab Danisa
"Cepatlah kemari tukang intip, atau aku akan kesana untuk menciumu "ucap David
Karena kesal dan tidak mau di cium oleh David, Danisa pun menghampiri suaminya yang tengah duduk di ranjang.
"Duduk di sini... " David menepuk -nepuk kasur agar Danisa duduk di sampingnya.
"Ada apa? " tanya Danisa yang kemudian duduk di samping David.
__ADS_1
"Ini ambilah...." Danisa terkejut melihat David memberikan uang yang banyak padanya.
"A-apa ini? " tanya Danisa
"Astaga, matamu memang tidak normal ya. Itu uang Nobita apa penglihatanmu tidak jelas . "jawab David
Danisa berdecak sebal mendengar David mengatakan itu, " Meskipun aku ga pake kacamata tapi aku masih bisa ngeliat dengan jelas, ya meskipun harus dari jarak dekat liatnya" jawab Danisa
"Itu uang yang aku pinjam dari Rama, untuk pegangan kita. Kau saja yang simpan, nanti aku akan memintanya darimu jika aku butuh. Dan juga uang itu untuk berjaga-jaga kemungkinan yang tidak kita inginkan. Tidak mungkin selamanya kita tinggal di sini kan? " ucap David panjang lebar. Danisa mengangguk mengerti
"Belilah baju baju baru dan kacamata untukmu, kalau aku punya uang aku akan menebus rumahmu kembali" Danisa terkejut mendengar ucapan David. Benarkah jika David akan membantunya untuk menebus rumahnya. Danisa merasa terharu dengan ucapan David, karena walau belum terlaksana niat David saja sudah membuatnya sangat bahagia.
"Makasih banyak Suneo...." tanpa sadar gadis kecil memeluk David. David tersenyum senang karena Nobita memeluknya. David membalas pelukan gadis kecil itu.
"Kamu tahu gak, aku sedih banget rumah aku di sita aku diusir dan grebek oleh warga, aku sendirian Suneo. Aku ga tahu harus gimana aku ga punya siapa-siapa lagi " ucapnya dengan sangat sedih
David merasa terenyuh mendengar Danisa menangis, entah mengapa hatinya merasa ikut sakit. David masih jauh sangat beruntung hidupnya jika di bandingkan dengan Danisa yang sebatang kara.
"Jangan sedih Nobita, ada aku di sini. Kau tidak sendirian di dunia ini, ada aku yang akan selalu bersamamu. Jadi jangan bersedih lagi " David mengusap punggung kecil itu dengan sayang.
"Makasih.... " ucap Danisa
"Sama-sama jadilah istri yang baik untukku karena aku juga akan menjadi suami yang baik dan bertanggung jawab untukmu.... "jawab David
Danisa melepaskan pelukan David, dan mengusap air matanya. "Aku akan jadi istri yang baik untukmu Suneo "jawab Danisa
"Bagus, kalau begitu lakukan dari sekarang "ucap David
"Aku bilang lakukan sekarang Nobita " ucap David tidak sabar.
"Maksudnya gimana, aku udah diem dan baik ga bikin masalah " jawab Danisa yang merasa bingung
"Aihh, apa kau tidak tahu tugas seorang istri? " tanya David
"Aku tahu, tugas istri itu melayani suaminya. Terus sekarang mau kamu apa ?kamu udah makan kan? mau beres-beres juga di sini udah pada rapi, terus mau apa lagi? " Danisa merasa bingung harus melakukan apa. Gadis bermata indah itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil memandang ke arah David.
"Cium aku.... " tiba-tiba David berucap seperti itu
"A-pa...? " Danisa tidak percaya dengan apa yang di ucapkan David
"Ayolah, aku sudah menafkahimu sepuluh juta. Masa cium saja tidak dapat, aku suamimu tidak masalah jika kau menciumku.
"T-tapi...." Danisa terlihat ragu
"Cepat cium aku Nobita, di sini di sini dan di sini " David menujuk ke arah kening, pipi dan juga bibir.
"A-aku malu, aku belum pernah mencium seorang pria "jawab Danisa
__ADS_1
"Pria tampan di depanmu ini suamimu Nobita, cepat cium aku sudah tidak sabar" ucap David sambil memajukan wajahnya.
Danisa terlihat ragu, namun karena merasa tidak enak pada David yang sudah sangat baik padanya, dan juga memberikan semua uang yang dia pinjam. Danisa pun mencium David.
Cup
Cup
Cup
Danisa menciumi David, hanya dengan kecupan saja membuat jantung Danisa mempompa lebih cepat. Hingga detak jantungnya tidak beraturan. David merasa sangat senang karena gadis lugu di depannya tengah menciumnya.
Dulu David sering kali mendapat ciuman dari banyak teman wanitanya. Tapi rasanya biasa saja, namun hanya kecupan singkat dari Danisa memebuat jantung David juga terasa berdetak lebih kencang dari biasanya.
David seperti anak abg yang baru jatuh cinta, yang tersenyum bahagia berbeda dengan Danisa yang wajahnya tengah sangat merah menahan malu.
"Kenapa aku jadi mau lagi di cium olehmu... "jujur David.
"A-pa, aku tidak mau "jawab Danisa dengan cepat
"Ah kau ini, kenapa tidak mau mencium wajah suamimu yang tampan ini" David merajuk.
"Kamu pengen aku kena serangan jantung apa" jujur Danisa, yang sekarang saja jantungnya hampir melompat keluar.
"Ya sudah kalau tidak mau, biar aku saja yang menciummu" ucap David yang langsung menarik tengkuk Danisa dan langsung mencium bibir mungil itu dengan lembut. Sangat berbeda dengan yang Danisa lakukan padanya yang hanya sebuah kecupan saja.
Danisa merasa terkejut dengan ciuman David yang tiba-tiba. Bibir mungilnya habis di kecapi oleh David yang tidak mau melepaskannya.
Meskipun Danisa sudah memberontak, David tetap menjelajahi bibir manis istrinya.
"Bibirmu sangat manis Danisa, aku tidak bisa berhenti.... " gumam David dalam hati.
Hingga ciuman itu berhenti karena terdengar suara ketukan pintu.
tok
tok
tok
"Tuan David, nyonya Diana dan tuan Darma sudah sampai dan ingin bertemu dengan anda.... "
Astaga jantung Danisa semakin berdetak tidak. karuan...
*
*
__ADS_1
*
Jangan lupa like, komen dan kasih vote juga point ya. Biar novel ini bisa teru up, makasih ❤❤❤