Tambatan Hati Timmy

Tambatan Hati Timmy
Bab 70


__ADS_3

Rama dan Anggi kini tengah berada di rumah sakit untuk memeriksa kandungan Anggi. Dokter bertanya tentang keluhan yang di alami Anggi dan juga terakhir Anggi mengalami menstruasi. Setelah itu Anggi di minta untuk tiduran untuk di periksa.


"Maaf nona... " ucap dokter itu sopan karena akan mengangkat pakaian Anggi ke atas dan mengoleskan gel bening yang terasa dingin saat terkena kulitnya.


Dokter pun mulai memeriksanya dan menggerakan alat itu, kemudian nampaklah benda kecil di layar yang ada di hadapan Anggi dan Rama.


"Tuan dan nona, janin yang masih kecil itu adalah calon bayi kalian, usianya baru enam minggu "ucap dokter itu dengan tersenyum ramah kepada Rama dan Anggi.


Rama dan Anggi merasa takjub dengan benda kecil itu, itu adalah calon anak mereka. Setelah selesai memeriksa Anggi dokter pun memberi resep dan vitamin untuk Anggi.


"Tuan, ini resep obat dan vitamin yang harus nona minum, darah nona sangat rendah itu yang membuat nona merasa pusing dan langsung lemas. Tolong dijaga ya tuan, apalagi nona Anggi ada riwayat keguguran " ucap dokter itu.


"Tentu saja aku akan menjaganya dengan baik, terima kasih. Dokter ada yang ingin aku tanyakan?"tanya Rama


"Tentu saja tuan, anda ingin bertanya apa? "


"Apa hubungan suami istri aman untuk di lakukan?"tanya Rama tanpa rasa malu sedikit pun, namun wajah pucat Anggi kini tengah memerah karena menahan malu.


"Ehemm.... tentu aman tuan. Selama anda hati-hati dan pelan melakukannya dan juga jangan terlalu sering di lakukan " jawab dokter itu tersenyum


"Baiklah terima kasih dokter... " ucap Rama, setelah selesai mereka pun pergi pulang.


Di dalam mobil


"Kak Rama kenapa sihh nanya-nanya kaya gitu sama dokter, aku malu "ucap Anggi


"Bertanya apa...? " tanya Rama


"Ishh, tadi kenapa nanyain masalah bercocok tanam sama dokter aku malu tahu...."kesal Anggi


"Kenapa harus malu, masalah itu sangat penting untukku. Pabrik bibit unggul harus tetap terjaga dan harus tersalurkan tanpa ada halangan apapun " jawab Rama tanpa malu, padahal di sana ada Stevan yang sedang menyetir.


"Pabrik bibit unggul, masa pabrik bentukannya mirip burung perkutut " Anggi tertawa terbahak-bahak. Entahlah anak kambing ini tidak bisa bersikap lembut dan manis saat bersikap. Dan entah kenapa, Rama juga sangat tergila-gila pada anak kambing ini.


"Aku tidak mau tahu, untuk urusan itu harus lancar dan tidak mau ada hambatan. Kau mengerti kan sayang, jika itu adalah mood booster bagiku" dan Rama pun mengecup lembut bibir Anggi dan terlihat jelas oleh Stevan dari kaca spion, Stevan pun langsung berpaling karena merasa malu sendiri melihat adegan live anak kambing dan anak unta itu.


"Kuatkan hati mu Stevan, mereka memang pasangan minim akhlak...." gumam Stevan dalam hati


*


*


*

__ADS_1


Di rumah utama keluarga Wijaya


Sepasang pengantin baru tengah sarapan bersama, mereka hanya berdua karena Rama dan Anggi tengah pergi ke rumah sakit. Danisa masih merasa canggung di sana. Berbeda dengan David yang terbiasa tinggal di sana.


"Apa kita tidak apa-apa tinggal di sini? " tanya Danisa.


"Tidak masalah, Rama bukan orang yang pelit dan dia tidak akan jatuh miskin karena kita makan di sini" Setelah menjalani masa hukuman kini David tahu artinya tentang uang makan, ternyata itu sangat penting. Ia bahkan rela makan dengan lauk seadanya karena takut uangnya tidak cukup untuk besok.


"Dan orang tuamu? " tanya Danisa


"Mereka nanti akan kesini, aku sudah meneleponnya. Karena ada meeting penting jadi mereka menunda dua jam perjalanan kemari. Tenang saja mereka pasti akan datang. Kenapa? apa kau sudah tidak sabar untuk meminta restu mereka? tanya David.


"Bukan begitu, dasar suneo kamu memang tidak peka. Aku takut mereka ga bakal nerima aku terus mengusirku dari sini " ucap Danisa sedih


"Mereka tidak akan seperti itu, kamu tenang saja "


"Terus hari ini kita tidak bekerja? " tanya Danisa


"Tidak, hari ini aku mau tidur lagi. Aku tidak mau jadi Ob lagi. Aku akan bilang pada mamah dan papa"jawab David santai.


Tetap saja ucapan David belum membuat Danisa tenang. "Suneo.... " panggil Danisa


"Lalu aku? " tanya Danisa lagi yang tidak mau dirinya di pecat. Jika nanti orang tua Dabid mengusirnya setidaknya dia masih punya pekerjaan.


"Ada apa? " tanya David yang masih santai meminum kopinya.


"Ehhmmm, aduh aku jadi malu "ucap Danisa sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kenapa kau malu ?" tanya David merasa heran.


"N-nanti kamu jangan ngadu sama orang tuamu yah, kalo aku pernah nyuruh kamu masak, ngepel terus sama benerin genteng " ucap Danisa merasa takut, ternyata suaminya ini anak orang yang sangat kaya raya. Danisa jadi malu sendiri terhadap perbuatannya kepada David, yang selalu memarahi dan mengomelinya setiap hari.


Bagaimana jika orang tua David tahu tentang apa yang di lakuannya kepada anak mereka. Terlebih mereka berdua sudah menikah, dan Danisa hanyalah gadis yatim piatu biasa, dia tidak memiliki apa-apa selain David sekarang. Jika orang tua David tidak menyukainya apalagi jika mereka mengusirnya habislah dia akan menjadi janda.


"Habislah kau Danisa.... " gumam Danisa dalam hati.


"Kau takut sekali aku akan mengadu...." ucap David tersenyum jahil


"A-aku takut nanti kau mengadu dan orang tuamu akan memarahiku" ucapnya takut. David jadi merasa lucu melihat si Nobita yang biasa cerewet dan memberi ceramah padanya melebihi ibu kandungnya, sekarang terlihat seperti seorang anak kecil yang takut di marahi orang tuanya karena sudah berbuat kesalahan. Membuat David menjadi gemas.


"Ahh mata gadis ini memang sangat indah...aku harus segera membeli kacamata pelindung matanya, agar tidak ada orang yang melihat keindahannya selain aku.


"Hey Nobita aku mau ke kamar, kau masih mau di sini? " tanya David. Danisa langsung menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Aku ikut kamu... " ucap Danisa sambil berlari di belakang David seperti anak kucing.


Rama dan Anggi sudah tiba di rumah itu, Danisa melihat Rama menggandeng Anggi dengan sangat mesra. Rama terlihat sangat mencintai Anggi yang memperlakukannya dengan sangat istimewa, menatapnya dengan penuh cinta dan selalu tersenyum ke arahnya. Terlihat sangat romantis, dan gadis itu sangat cantik walau wajahnya terlihat agak pucat . Pantas saja David mencintainya Danisa jadi merasa sedih dan rendah diri.


Kedua pasangan itu berpapasan saat akan naik ke tangga. "Timmy, kenapa kau sangat pucat ? apa kau sakit? " tanya David


"Dia tidak sakit tapi di dalam tubuhnya sedang tumbuh Rama junior " ucap Rama dengan tersenyum bahagia.


"Waah benarkah ? Selamat ya, berarti aku akan punya keponakan...." ucap David, David merasa perasaannya sekarang biasa saja. Malah dia bahagia akan mendapat keponakan dari Rama.


"Selamat ya nona Timmy... " ucap Danisa tulus


"Makasih...ya ampun tambah satu lagi penghuni muka bumi ini yang manggil aku anak embe "jawab Anggi tersenyum tapi David dan Rama malah tertawa.


Danisa yang tidak mengerti hanya. menggaruk kepalaanya yang tidak gatal.


"Ayo sayang kau harus istirahat " ajak Rama dan Anggi pun mengangguk.


"Rama mana uangku? "tanya David


"Uang yang kau pinjam maksudmu? "tanya Rama


"Ckk... iya, kau tidak usah memperjelasnya jangan membuatku malu di depan istriku kau ini memang sangat menyebalkan "kesal David


"Bicaralah pada Stevan ia ada di mobil "ucap Rama kemudian ia pergi ke kamar


"Baiklah, terima kasih " ucap David lalu pergi ke depan dan menemui Stevan.


"Ishh, si Suneo itu kenapa malah meninggalkan aku sendiri di sini sihh" kesal Danisa kemudian Danisa pun pergi ke kamar karena dia bingung mau melakukan apa.


Saat melewati kamar Rama dan Anggi, Danisa melihat Rama begitu romantis pada Anggi. Rama terlihat sedang mencium Anggi dengan lembut dan mesra. Danisa terkejut melihat adegan live itu.


"Astaga mereka romantis sekali, aku juga mau di cium " ucap Danisa menutup mukanya sambil senyum -senyum sendiri terbawa perasaan seperti tengah menonton film romantis.


"Kau ingin di cium olehku...? " tanya David yang sudah ada di depan Danisa tengah tersenyum ke arahnya.


"Apa.....!!!! "


*


*


*

__ADS_1


Jangan lupa poinya sumbangin ya 😘 like dan komennya aku tunggu.


__ADS_2