
Jangan lupa sumbangin like nya ya, karena banyak banget silent reader di sini, mimin sedih yang liat banyak tapi yang likenya sedikit 😌
🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡
Semalaman Rama menunggu Anggi yang terbaring lemah di rumah sakit. Rama terus memandangi wajah istrinya yang kini terlihat pucat. Gadis periang itu kini terbaring lemah di sana. Rama sungguh tidak tega apalagi jika teringat saat Anggi merintih kesakitan saat dokter sedang.mengeluarkan janinnya, jika ingat tentang itu Rama benar-benar merasa geram.
"Seruni, aku akan membuat perhitungan denganmu" gumam Rama dengan mengetatkan rahangnya menahan geram dengan kelakuan wanita itu.
Saat pagi menjelang Rama di datangi tuan Wira David dan juga nyonya Sarah yang mendatangi rumah sakit . Mereka baru tahu kabar itu saat kemarin malam saat mereka bertiga sedang di luar kota.
"Rama, bagaimana ini bisa terjadi ?" tanya tuan Wira
"Kenapa tidak tanyakan pada mamah pah, bukankah wanita itu adalah wanita suruhan mamah " sinis Rama.
__ADS_1
"Apa maksudmu Rama ?" tanya nyonya Sarah tidak mengerti
"Mama yang menyuruh Seruni untuk mengganggu istriku kan ? dan sekarang mamah berhasil, karena perbuatan mamah membawa gadis itu. Dia berhasil mencelakai istri dan calon anakku, mirisnya calon anakku tidak bisa di selamatkan " geram Rama
"Apa......!!!!" ucap mereka bertiga terkejut
"Jangan pura-pura terkejut mah, ini kan yang mamah inginkan ? mamah benar-benar seorang ibu yang tidak punya hati. Mamah dengan sengaja membawa seorang gadis kehadapanku, ke hadapan anakmu yang sudah mempunyai seorang istri yang sangat dia cintai, dan dengan teganya sengaja berkata pada istriku kalau dia adalah calon istriku. Apa sebagai perempuan mamah tidak merasa malu ? apa mamah puas sudah membuatku kehilangan calon anakku, cucu mamah sendiri ?" ucap Rama panjang lebar kepada nyonya Sarah
Ucapan Rama membuat hati nyonya Sarah merasa tersentil dengan ucapannya. Yang dia pikirkan selama ini hanyalah derajat dan kesetaraan. Tapi selama sebulan ini nyonya Sarah tidak pernah berhubungan lagi dengan Seruni. Apalagi nyonya Sarah adalah orang yang sangat sibuk. Jadi nyonya Sarah sama sekali tidak tahu menahu tentang kejadian ini.
"Tetap saja masalah ini akarnya berasal darimu " ucap tuan Wira merasa murka terhadap istrinya.
"Pah..." sepertinya nyonya Sarah tidak terima ia di salahkan, apalagi ia tidak tahu tentang kejadian yang menimpa Anggi.
__ADS_1
"Sudah aku katakan berulang kali padamu, jangan pernah usik rumah tangga anakmu, biarkan dia bahagia tapi kau sama sekali tidak pernah mengerti. Ibu macam apa kau ini " kesal tuan Wira kepada istrinya.
Nyonya Sarah hanya diam dan tidak bicara apa-apa. Mungkin dia menyadari jika penyebab semua ini berasal dari kesalahannya. Tapi dia tidak terima di salahkan begitu saja. Apalagi sudah sejak satu bulan lalu dia tidak pernah berhubungan lagi dengan Seruni karena ia sangat sibuk.
Sedangkan David hanya memandang sedih gadis pujaan hatinya yang sudah di miliki oleh sepenuhnya oleh Rama sepupunya sendiri. Hatinya terasa sangat sakit, apalagi melihat orang yang dia cintai kini terluka oleh orang lain. David benar-benar tidak terima.
"Apa rencanamu selanjutnya Rama ?" tanya tuan Wira
"Aku ingin wanita itu mempertanggung jawabkan perbuatannya yang sudah membuatku kehilangan calon anakku dan juga melukai istriku" geram Rama
"Papa akan mendukung semua tindakanmu, papa masih tidak rela harus kehilangan calon cucu papa, padahal papa sudah menunggunya sejak lama " ucap tuan Wira sedih.
*******
__ADS_1
Hayoooo Rama mau apain Seruling ya.....