
Setelah mendapat petuah dari si Tayo, Anggi langsung meminta pelayan untuk membelikannya alat tes kehamilan dari yang paling murah sampai mahal agar ia tidak penasaran dengan hasilnya nanti.
Anggi menunggu Rama di kamar mandi yang terasa sangat lama di sana. Mungkin anak unta itu sedang berendam setelah lelah seharian bekerja. Namun si Timmy seolah tidak sabar menunggu sang suami keluar dan ingin bicara padanya. Tidak mungkin jika ia menerobos masuk ke kamar mandi seperti anak kam-bing kebelet, itu sangat memalukan. Otaknya saat ini sedang berpikir normal hingga sempat berpikir rasa malu.
Tak lama pelayan pun datang memberikan semua alat tes kehamilan yang di minta oleh Anggi. Kesal suaminya tidak kunjung keluar akhirnya anak kam-bing itu menggedor pintu kamar mandi dengan keras.
Bruk
Bruk
Bruk
"Lama banget sihh di dalam udah kaya anak perawan aja "gumam Anggi kesal
Tak berselang lama Rama keluar dari kamar mandi dengan penampilan yang sangat segar dan ketampanannya bertambah berkali-kali lipat. Tapi saat ini itu tidak penting. Anggi ingin buru-buru masuk kamar mandi dan segera mengecek Rama junior sudah bersemayam atau belum.
"Kak Rama mandi atau semedi siihh lama banget"ucapnya menggerutu sambil masuk ke kamar mandi tanpa menghiraukan suaminya yang melihatnya terlihat aneh.
"Kenapa anak kam-bing itu ? apa ia sembelit? " gumam Rama dengan wajah bingung. Niat Anggi ingin bicara dengan Rama jadi terlupa karena ia ingin cepat-cepat melihat hasil alat tes itu.
Rama pun langsung ke ruang ganti karena saat ini ia tengah hanya memakai handuk saja. Belum selesai memakai celananya Rama terkejut mendengar anak kam-bingnya berteriak.
"Aaarrrrkkkhh...... "
Sontak saja teriakannya membuat Rama terkejut dan segera berlari menuju kamar mandi.
"Timmy..... " panggilnya
Rama melihat Anggi sedang berdiri dengan tatapan terkejut ke benda yang ada di tangannya.
"Kak Rama.... " panggilnya
"Ada apa? kenapa kau berteriak? "tanya Rama panik.
__ADS_1
"Kak Rama harus tanggung jawab...." ucapnya
"Tanggung jawab untuk apa...? "Rama merasa bingung.
"Karena kak Rama udah bikin aku hamil....!!!" ucapnya
"A-apa....? "
"Liat ini kak, aku hamil dan kak Rama mesti tanggung jawab "ucap Anggi, mendengar istrinya hamil Rama tentu sangat bahagia, ia langsung memeluk Anggi sambil menjitak kepalanya karena sudah membuatnya terkejut karena berteriak.
Mereka berdua keluar dari kamar mandi dan kembali ke kamar dan duduk di ranjang kasurnya. Saat ini Anggi mengusap-usap keningnya yang terkena jitakan Rama.
"Bagaimana kau tahu kau sedang hamil? "tanya Rama
"Ini... " Anggi memperlihatkan beberapa alat tes kehamilan yang semuanya bergaris dua.
Rama tersenyum bahagia dan mencium wajah Anggi dengan bertubi-tubi saking senangnya.
"Pantes aja aku pusing terus sama lemes, ternyata Rama junior ada di sini " ucap Anggi tersenyum sambil mengelus perutnya yang masih rata. Rama pun ikut mengelus perut Anggi dengan terus tersenyum bahagia.
"Mulai saat ini aku harus menjagamu dengan ekstra, aku tidak mau kejadian kemarin terulang lagi" ucap Rama sambil mencium dan memeluk Anggi. Kejadian saat Anggi keguguran, bukan saja meninggalkan trauma pada Anggi namun juga pada Rama. Dimana ia melihat istrinya yang sangat kesakitan dan merasa ngilu saat melihat beberapa alat masuk ke dalam bagian inti Anggi. Rama tidak sanggup membayangkan hal itu hingga ia semakin erat memeluk Anggi.
Anggi merasa sesak dengan pelukan Rama, hingga ia memukul punggung Rama dengan tangan kecilnya namun tidak berasa apa-apa untuk Rama.
"Kak Rama pelan-pelan peluknya ihhh, udah tahu punya badan segede onta kasian dong badan aku yang imut segede anak kam-bing ini di gencet, entar gepeng lagi " ucapnya sambil mengerucutkan bibirnya hingga membuat Rama tertawa gemas melihatnya.
Di kontrakan David
David pulang dengan terburu-buru untuk melihat so Nobita di sana. Tapi orang yang di khawatirkan kini tengah memasak, meskipun dengan kaki yang terlihat pincang.
"Hey Nobita kenapa kau tidak bilang jika kau celaka tadi? " tanya David.
Danisa yang sedang memasak pun berbalik ke arah David. "Pulang kerja itu ngucapin salam, terus mandi bukannya ngomel, udah kaya nenek-nenek aja" jawab Danisa, membuat David kesal sepertinya percuma dia sudah mengkhawatirkan si Nobita ini.
__ADS_1
"Aku tahu... " jawab David sambil mengambil minum karena merasa sangat haus.
"Ya sudah sana cepat mandi "perintah Danisa,David berdecak kesal karena gadis di depannya ini ternyata lebih menyebalkan dari mamahnya.
"Baiklah mamahku yang cerewet, bayi besarmu ini akan pergi mandi " jawab David sambil pergi meninggalkan Danisa yang sedang memasak.
"Aku merasa seperti sudah punya anak saja, astaga anak apa dia tinggi sekali, apa makananaya tiang listrik? kenapa dia bisa setinggi itu" Danisa geleng-geleng kepala.
David mandi dengan sangat cepat agar bisa membantu Danisa memasak. David merasa kasihan gadis kecil itu kesusahan memasak sendiri karena kakinya yang sedang terluka.
Setelah selesai mandi David segera ke rumha Danisa untuk membantunya. David segera mengangkat sayur yang masih terlihat panas itu dan membantu menyelesaikannya.
"Tumben sekali si Suneo ini rajin " ucap Danisa.
"Aku sudah lapar gerakanmu terlalu lambat Nobi" bohong David yang tidak mau Nobita tahu jika dia mengkhawatirkannya.
"Ckk dasar kau... "
Makanan sudah siap kini David dan Danisa tengah menikmati makan malamnya. Seperti biasa masakan Danisa selalu terasa enak di lidah David. atau mungkin karena David sudah lupa masakan yang enak buatan seorang chef jika ia tengah lapar.
Sudah sebulan lebih David di hukum oleh orangtuanya tapi belum ada tanda -tanda orang tuanya akan mencabut hukumannya. Tapi itu seperti tidak masalah untuk David. David mulai menyukai kehidupannya yang sekarang. Hidup dengan teman-temanya saat bekerja, mereka semua orang biasa tapi mereka sangat asik diajak bicara. Saling membantu satu sama lain dan suasana terasa hangat jika David sedang berkumpul saat istirahat makan siang bersama teman-temannya.
Hal baru yang david rasakan di sana, dia tidak pernah merasa sebebas ini. Bahkan di saat mereka tidak punya uang, mereka bisa patungan saat ingin membeli minuman bersoda yang dingin yang sangat segar jika di nikmati saat istirahat siang di saat cuaca terasa sangat panas.
Walau hanya kebagian satu gelas itu pun tidak penuh entah kenapa David merasa bahagia tertawa bersama mereka.
David merasakan benar-benar hidup sekarang. Apalagi bersama si Nobita di sampingnya David merasa bahagia. Walau dia sangat cerewet dan selalu meminta David ini dan itu saat di rumah. Danisa sudah seperti ibu David yang selalu mengurusnya setiap hari.
Yang David inginkan adalah jika nanti ia mendapat gaji pertama adalah membelikannya kacamata baru. Ya walau sebenarnya Danisa lebih cantik tanpa kacamata. Tapi David tidak suka jika banyak mata pria yang memandangi gadis itu. Hanya David yang boleh melihat kecantikan si Nobita tidak boleh ada yang lain. Apalagi bos perusahaan itu secara terang-terangan memeperlihatkan ketertarikanya kepada Danisa.
Dirga....
Like.... like.. like dong 😘😘😘
__ADS_1
poin sama vote nya mimin tunggu 💙💙💙