
Setelah David dan Danisa ke kamar, Anggi dan dan Rama pun kembali ke kamar untuk tidur.
"Sayang ayo kita tidur kau tidak boleh kelelahan" ajak Rama.
"Iya ayo, aku juga udah ngantuk " jawab Anggi
Mereka berdua langsung menuju kamar, Anggi merebahkan tubuhnya di ranjang Rama langsung menyelimuti Anggi dan menciumnya dengan sayang. Anggi merasa bahagia karena dia Rama sangat mencintainya.
Di cintai suami yang sangat tampan dan juga perhatian siapa yang tidak bahagia, di tambah bonus kaya raya semakin senang saja hati anak kam-bing ini.
"Kak Rama.... " Panggil Anggi
"Ada apa? " tanya Rama
"Kok kepala aku pusing terus ya, perut aku juga bawaannya ga enak mual terus " ucap Anggi yang memang merasakan tidak enak di tubuhnya.
"Apa aku panggil dokter saja " ucap Rama
"Ga usah, kan ke dokter kandungannya juga besok " jawab Anggi
"Lalu aku harus bagaimana, agar kau merasa nyaman... " Rama merasa kasihan melihat istrinya yang biasa cerewet kini jadi banyak diam.
"Peluk aku aja.... " ucap Anggi sambil memeluk tubuh suaminya yang membuatnya terasa sangat nyaman. Rama langsung menarik tubuh Anggi dan mendekapnya dengan sayang.
"Jika ingin sesuatu katakan saja, bukan kah kau sudah membuat daftarnya " Rama jadi tersenyum mengingat istrinya sibuk membuat daftar ngidam.
"Gak, besok aja ini udah malem aku pengen di peluk kak Rama aja... " Bicara dalam pelukan Rama dan menghirup aroma suaminya yang membuatnya tenang. Anggi pun kemudian tidur dalam pelukan Rama.
*
*
*
Cuaca sangat dingin membuat Rama menarik selimut dan ingin memeluk istrinya. Namun saat tangan Rama mencoba mencari sambil meraba-raba tempat istrinya, ternyata tempatnya itu malah kosong. Kemana istrinya karena setahu Rama, Anggi orang yang pemalas dan dia paling malas bangun saat cuaca sedang dingin. Tapi sekarang anak kam-bing itu tidak ada, tumben sekali pikirnya.
Rama pun menunggu istrinya kembali, mungkin saat ini Anggi tengah di kamar mandi. Tapi lama Rama menunggu Anggi tidak kunjung keluar. Akhirnya Rama terbangun dan menyusulnya.
Saat pintu kamar mandi di ketuk tidak ada respon, Rama pun mencoba membuka pintu kamar mandi untung saja tidak di kunci, Rama langsung masuk dan mencari istrinya.
__ADS_1
Rama melihat Anggi tengah tertunduk dekat wastafel, membuat Rama khawatir. " Timmy, kau kenapa? " tanya Rama langsung menghampiri Anggi.
"Aku mual banget, kak Rama jangan kesini aku malu" ucap Anggi.
"Kau sedang tidak baik-baik saja dan kau bilang malu" Rama langsung menuntun Anggi dan menyibakan rambutnya. Rama melihat wajah Anggi sangat pucat, dan keringat dingin bercucuran membuatnya tambah
"Sayang kita ke dokter sekarang ya... "ajak Rama yang khawatir melihat istrinya.
"Kepala aku pusing banget kak, perut aku juga rasanya kaya di aduk-aduk" ucap Anggi
Tanpa bertanya lagi pada Anggi Rama langsung menggendong Anggi ke kamarnya dan menidurkannya. Rama mengambil minyak kayu putih yang kemudian ia usapkan ke leher dan perut Anggi agar Anggi merasa enakan. Rama juga meminta pelayan membuatkan minuman hangat untuknya. Kemudian menelepon Stevan agar dokter kandungan bisa datang lebih awal dan memintanya untuk menyiapkan segalanya untuk pemeriksaan Anggi.
*
*
Anggi terus memejamkan matanya, karena kepalanya sangat pusing jika ia membuka matanya. Dengan setia Rama menemani Anggi dan terus membelainya dengan sayang, dan sesekali mengusap perutnya agar ia merasa enakan.
"Sebentar lagi kita berangkat ke rumah sakit " ajak Rama.
Anggi hanya mengangguk mengiyakan, ia terbangun dan meminta minuman pada Rama.
"Maafkan aku, karena aku meminta kau cepat hamil kau jadi menderita " ucap Rama merasa bersalah melihat keadaan istrinya. Usia Anggi masih sangat muda untuk mengandung, harusnya ia masih bermain dan berkumpul dengan teman-temannya. Tapi teman-temannya juga sudah punya anak, Rama jadi menggaruk kepalanya.
"Ga usah ngerasa bersalah, aku juga pengen punya anak kaya si Tayo. Lucu deh kalo kita nanti mainnya sambil bawa anak" ucap Anggi tertawa.
Rama jadi membayangkan Anggi sedang menggendong bayinya pasti terlihat sangat lucu.
Setelah Anggi merasa baikan, Rama dan Anggi pun pergi ke rumah sakit untuk memeriksa kandungan Anggi. Karena mereka pergi saat masih pagi perjalanan menjadi lancar . Stevan sudah siap menjemput Rama dan Anggi, "Anak kambing dan anak unta terlihat sangat mesra, Tuhan berikan aku jodoh yang gadis yang cantik dan baik. Tapi jangan gadis bar-bar, aku takut tidak bisa mengasuhnya dengan baik" gumam Stevan.
"Ayo Stevan, kasihan istriku " ajak Rama
"Baik pak...." jawab Stevan
Stevan duduk di depan, Rama dan Anggi dibelakang. Rama sangat perhatian pada istrinya membuat Stevan iri saja. "Aku juga mau memanjakan seorang gadis, uangku sudah banyak. Cukup untuk menghidupi seorang istri dan anak-anakku nanti" gumam Stevan sambil tersenyum sendiri membayangkan hal-hal manis tentang dirinya nant.
Rama melihat Stevan tersenyum -sendiri merasa aneh. Ada apa dengannya, biasanya asistennya itu selalu memasang wajah datar tanpa ekspresi. Tapi sekarang pria di depannya malah tersenyum seperti orang gila, atau jangan-jangan.....
"Stev kenapa kau tersenyum sendiri ? apa. kau sudah gila ?"tanya Rama
__ADS_1
Stevan merasa malu karena ketahuan mengkhayal oleh bosnya. "T-tidak pak, saya tidak gila "jawab Stevan
"Lalu kenapa dari tadi aku perhatikan kau terus tersenyum sendiri? " tanya Rama penasaran.
"Oh itu, aku sedang berkhayal pak " ucap Stevan tersenyum malu-malu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Mengkhayal apa? "
"Aku sedang berkhayal, mempunyai istri dan anak pak, sepertinya sangat menyenangkan " jawab Stevan masih tersenyum malu-malu. Membuat Rama geli melihatnya.
"Berhentilah berkhayal dan cari pacarmu sendiri, aku takut kau menjadi gila jika kau terus berkhayal" ucap Rama
"Aku sibuk pak, tidak ada waktu untuk mencari pacar " jawab Stevan
"Kenapa kau seperti seolah menyalahkanku" tanya Rama sedikit kesal
"M-maaf pak, apa maksud bapak? "tanya Stevan mode siaga mudah mulai Stevan pasang, mendengar suara bosya yang sudah mulai tidak enak di dengar.
"Kau bilang kau selalu sibuk karena pekerjaan, dan akulah orang yang sudah memberimu banyak pekerjaan, jadi kau menyalahkanku begitu? " tanya Rama.
Anggi yang mendengar perdebatan suami dan asistentnya hanya menggelengkan kepalanya.
"Dasar asistent menyebalkan " ucap Rama
"Itu julukan asistent pelit pak, jangan samakan aku dengannya aku tidak rela "jawab Stevan.
Mendengar ucapan Stevan Anggi tertawa terbahak-bahak, hingga Rama mengernyitkan keningnya merasa heran karena dari tadi istrinya diam saja dan merasa lemas. Tapi sekarang ia malah tertawa terbahak -bahak.
"Kenapa kau tertawa apa ada yang lucu? "tanya Rama.
"Iya, mas Stevan lucu banget, kenapa ga mau di samain sama mas Bagas mas Stev... ?" tanya Anggi di sela-sela tawanya.
"Aku pria yang baik hati sedangkan asistent itu, makhluk yang sangat menyebalkan dan dia juga sangat pelit dan bermulut cabai.... " Stevan bergidik membayangkan Bagas.
*
*
*
__ADS_1
Hari senin waktunya vote ya, poinnya jangan lupa like dan komen juga ya 😘😘😘