Tambatan Hati Timmy

Tambatan Hati Timmy
Bab 73


__ADS_3

Sejak kehamilannya Rama membatasi kegiatan Anggi, Rama tidak mau kejadian yang sama terulang kembali. Dan Anggi pun mengerti dia ingin yang terbaik untuk keluarga kecilnya. Keluarga kecil kata yang sangat indah untuk Anggi saat ini.


Setelah membantu menyiapkan keperluan Rama, Anggi hanya duduk termenung di ranjangnya. Membuat Rama bertanya kenapa dengan istrinya ini, apa dia sedang mengidam sesuatu. Tapi selama ini daftar yang ia buat belum sekalipun ia minta di belikan oleh Rama. Dan selalu menolak jika di berikan sesuatu. Selera makannya juga buruk, bahkan Rama sudah membelikan beberapa vitamin atas anjura dokter kandungannya. Tapi tetap saja Anggi tidak ada perubahan.


"Sayang, kamu kenapa? ada yang sakit atau kau menginginkan sesuatu? "tanya Rama, namun si Timmy malah menggelengkan kepalanya


"Ada apa? " tanya Rama sambil berjongkok menyetarakan tingginya dengan Anggi yang sedang duduk sambil memegang pipi mulus itu dengan lembut.


"Aku ngga apa-apa, cuman lagi bosen aja" jawabnya lemas.


"Aku takut jika kau pergi keluar, dan hari ini juga aku ada meeting penting jadi tidak bisa menemanimu, maafkan aku "ucap Rama menyesal.


"Ngga apa-apa kok aku ngerti, ga usaha ngerasa bersalah kaya gitu " ucap Anggi


"Hey, bukankah ada si Nobita di sini, kau bisa mengobrol dengannya "usul Rama


"Ga enak, ganggu pengantin baru " ucap Anggi sambil tertawa.


"Suneo mulai bekerja hari ini, jadi gadis itu akan ada di sini. Hitung-hitung mendekatkan diri kalian, karena yang ku lihat istrinya David agak pemalu beda dengan dirimu yang tidak punya malu" ucap Rama tertawa. Anggi mencebikan bibirnya


"Ya udah, tapi aku ajak temen-teman aku kesini boleh ga, aku kan ga boleh keluar. Jadi mereka aja yang main kesini " ucap Anggi sambil memeluk suaminya dengan manja.


"Tentu sayang, lakukan apapun yang membuatmu bahagia" ucap Rama sambil mencium bibir istrinya yang sangat manis itu.


"Makasih anak unta aku yang ganteng.... " ucap Anggi sambil mencubit kedua pipi Rama.


"Sama-sama anak kambingku yang lucu... " ucap Rama.


*


*


*


Di kamar David


"Nobi pakaikan dasiku..."pinta David, Danisa pun langsung menghampiri David.


"Su.... "


"Kak David, panggil aku kak David oke... "


"Kamu juga jangan manggil aku Nobita terus, panggil aku Danisa aja "jawab Danisa sambil mengerucutkan bibirnya yang membuat David gemas.


"Tidak mau, kau tetap Nobita untukku "


"Dasar curang, cepat menunduk kamu itu tinggi banget tahu... " David pun langsung menunduk agar memudahkan Danisa memakaikan dasi untuknya.


David melihat wajah Danisa dari dekat, gadis ini sangat cantik namun tidak pernah menyadarinya. Semakin di lihat semakin cantik hingga David pun senang berlama-lama memandang wajahnya.


"Sudah...." ucap Danisa.


"Emm, terima kasih.... " ucap David dan Danisa pun mengangguk.


"Selama aku bekerja kamu jangan kemana-mana, aku takut kamu tersesat"

__ADS_1


"Cerewet, memanganya aku mau kemana? "


"Ya sudah, aku berangkat dulu akan aku kabari jika sudah dapat apartementnya..." ucap David, Danisa pun mengangguk .


"Oh ya, cium aku dulu supaya aku semangat bekerja"


"A-pa, kemarin kan sudah "


"Issh kau itu istriku sekarang, seharusnya kau menciumku setiap waktu"


"Memangnya tidak ada pekerjaan lain apa, setiap waktu harus menciummu" ucap Danisa dengan kesal.


"Cepat cium...." David menyodorkan wajah tampannya hingga Danisa merasa terkejut dan detak jantungnya tidak normal lagi.


"T-tidak mau... "


"Ahh aku sedih aku bekerja untukmu tapi kamu mencium saja tidak mau, di pipi saja " ucap David semakin menyodorkan wajahnya pada Danisa dan...


Cup


Satu kecupan mendarat di bibir David, membuat David tersenyum puas. "Padahal aku minta di cium di pipi tapi kau malah mencium bibirku. Bilang saja jika kau sangat suka mencium bibirku, iya kan " goda David membuat wajah Danisa memerah seperti tomat. Danisa merasa sangat malu, karena di tidak fokus.


"M-maaf aku salah.... " ucapnya dengan sangat malu dan menutup wajahnya.


"Kenapa meminta maaf, aku sangat suka.... " ucap David menarik tangan Danisa yang sedang menutupi wajahnya dan langsung mencium bibir Danisa yang kini sudah Membuat David candu.


Setelah puas mencium istrinya David pun berangkat kerja dengan perasaan yang sangat senang . Setelah David keluar kamar danpergi berangkat kerja, Danisa langsung melompat ke kasur dan berguling -guling di sana.


"Ahhh aku malu.... aku malu.... " ucapnya sambil terus berguling di kasur.


"Nobita kau kenapa ?" tanya David yang tiba-tiba masuk ke kamar lagi.


Danisa pun terkejut karena sangat malu dan terkejut kenapa suaminya tiba-tiba ada di kamar bukankah barusan dia berangkat.


"Kenapa kamu pulang lagi...? " tanya Danisa dengan suara lemah


"Tas kerja ku ketinggalan...." ucap David sambil mengambil tas kerjanya sambil tersenyum kemudian keluar dan tertawa melihat tingkah istrinya.


"Aaarrrghhhhh.....sekarang aku malah malu banget huwaaaa..... "Danisa merasa sangat malu dengan tingkahnya.


Di depan kamar David tertawa terbahak -bahak, menertawakan tingkah istrinya yang lucu hingga satu pukulan mendarat di kepalanya


Bukk....


David langsung berbalik dan melihat sepupunya di belakangnya sambil memegang map yang di gulungkan yang barusan di pukulkan ke kepalanya.


"Kenapa kau tertawa sendiri seperti orang gila...? " tanya Rama. David mengelus kepalanya, takut rambutnya menjadi berantakan


"Kau merusak suasana hatiku saja.... " kesal David sambil pergi duluan meninggalkan Rama.


"Dasar gila...." Rama menggelengkan kepalanya.


Rama dan David pun pergi ke kantornya karena waktu sudah siang mereka tidak mau terlambat.


*

__ADS_1


*


*


Sabira dan Yura sedang asik mengasuh anak mereka berdua, semua orang tengah pergi dan tinggalah Sabira dan Yura saja di rumah beserta anak-anak mereka.


Saat sedang memberi susu kepada aretha ponsel Yura berbunyi, Bira melihat tampilan di ponsel Yura yang sedang ada panggilan video dari Anggi.


"Tayo, si Timmy nelpon kamu tuh... " ucap Bira.


"Yura nanggung lagi nyusuin Aretha, angkat aja deh... " ucap Yura


"Ya udah... " ucap Bira, Bira pun kemudian mengangkat panggilan dari Anggi.


"Hallo Timmy.... "


"Eh ya ampun sejak kapan si Tayo mukanya jadi mirip ratu ubur-ubur" ledek Anggi


"Dasar anak embe, si Tayo lagi nyusuin dulu tanggung katanya, ada apa tumben nelpon pagi -pagi" ucap Bira


"Kalian main kesini lah, aku bete nihhh. Sekalian silaturrahmi sama istrinya kak David " Ucap Anggi


"Wuoaah hebat ya abis di hukum pulang bisa bawa istri... " "ucap Bira, Anggi pun tertawa mendengarnya.


"Ya bagus dong, jadi dia ga gangguin lagi si timmy... " ucap Yura yang melihat ke arah ponselnya.


"Iya juga sihh..." ucap Bira


"Gimana kalian mau kan main kesini, aku ngidam nihh... " ucap Anggi dengan nada manja.


"Dasar lebay... " ucap Yura


"Kita laporan dulu ya sama pak suami... "


"oke.... " Anggi pun mengakhiri panggilannya.


*


*


*


Baru saja sampai di kantor ponsel Regan sudah berbunyi. Regan langsung mengangkatnya karena itu panggilan dari istri tercintanya ratu ubur-ubur.


"Ada apa sayang...? " tanya Regan


"Mas suami Bira mau minta ijin main ke kandang unta boleh ga, kasian anak kambing lagi ngidam pengen ketemu Bira sama Yura.... "


"Apa ?kandang unta.....? "tanya Regan masih bingung


*


*


*

__ADS_1


Kasih mimin hadiah point sama vote dong 😘😘😘


like sama komennya jangan lupa ❤❤❤


__ADS_2