
Mendengar istrinya berteriak Rama langsung berlari menuju kamarnya, Rama melihat Anggi tengah menangis di ranjangnya terduduk dengan mengangkat dua lutut sambil di tutupi selimut.
Dengan segera Rama menghampirinya, Rama mengangkat wajah Anggi yang tertunduk sambil menangis.
"Sayang ada apa? kenapa menangis? apa ada yang sakit " Rama bertanya dengan khawatir tangannya memegang wajah Anggi sambil menghapus air matanya.
"Aku pipis di kasur, tapi pipisnya ga mau berhenti hiks...." Anggi menutup wajahnya karena malu pada Rama merasa pipis di celana.
"Pipis....? " tanya Rama bingung, Anggi mengangguk masih dengan menutup wajahnya.
"Mana aku lihat... " ucap Rama sambil menyingkabkan selimutnya namun di tahan oleh Anggi.
"Jangan....!!!" Rama terkejut karena istrinya tiba-tiba histeris karena malu.
"Aku malu pipis di celana, dan pipisnya ga mau berhenti ini ngalir terus " ucapnya sambil menangis
"Tidak usah malu, ayo aku bantu ke kamar mandi" ucap Rama sambil memeluk sayang istrinya. Meskipun dalam hati Rama tertawa melihat istrinya yang merasa sangat malu dengan kelakuannya dan mengatakan pipis di celana.
"Aaawwhh.....sshhh.. " pegangan tangan Anggi kepada Rama tiba-tiba mengencang dan dia juga meringis kesakitan. Rama merasa curiga dan langsung menyingkab selimutnya Rama terkejut saat melihat banyak cairan yang keluar. Ini bukan air seni pikir Rama.
"Sayang, sepertinya kau akan melahirkan "ucap Rama
"Ayo kita ke rumah sakit... " ajak Rama, Anggi hanya mengangguk lemah sambil terus memeluk suaminya karena tiba-tiba merasakan rasa mulas di perutnya.
"Ayo kita siap - siap " ucap Rama membelai rambut panjang Anggi.
"Tunggu sebentar, perut aku sakit.... " ucap Anggi, Rama pun menyadari istrinya tengah kesakitan karena tangan kecilnya terus mencengkeramnya dari tadi. Namun Rama berusaha tenang walau hatinya merasa sangat gelisah.
Rama langsung memanggil beberapa pelayan perempuan untuk membantunya mempersiapkan barang yang akan dibawa ke rumah sakit. Setelah Anggi agak tenang, Rama langsung membantu Anggi mengganti pakaiannya dan membersihkan air ketuban yang sudah pecah itu. Dan segera menggendongnya untuk membawa Anggi ke rumah sakit.
Stevan yang sedang dalam perjalanan pulang pun di hubungi Rama agar bisa mengantarkannya ke rumah sakit. Untung Stevan sedang berada dekat dengan kediaman Wijaya.
Rama sudah membawa Anggi ke dalam mobil dan mendudukannya perlahan. "Cepat Stev waktu kita tidak banyak...." ucap Rama yang memeluk istrinya sambil terus mengusap perutnya semoga dengan sentuhannya bisa mengurangi rasa sakitnya.
Stevan membawa mobil dengan kecepatan tinggi, dia menyalib semua mobil yang ada di depannya. Dalam keadaan seperti ini memang Stevan lah yang bisa di andalkan.
__ADS_1
Pihak rumah sakit sudah di hubungi oleh Stevan hingga mereka semua sudah bersiap menunggu di depan rumah sakit.
Tak menunggu waktu lama mereka bertiga sudah sampai di rumah sakit. Anggi langsung dibawa ke ruangan yang sudah di pesan khusus oleh Rama dari sebulan yang lalu.
Anggi langsung di baringkan di sana kakinya di angkat saat dokter akan memeriksa pembukaan Anggi Rama malah marah besar. Karena menurut Rama itu sangat tidak sopan.
"Apa yang kalian lakukan padanya....!!!! kalian hanya membuatnya tambah sakit...!!! ucap Rama dengan. marah.
"Maaf pak, kami sedang memeriksa nona dan mengecek sudah pembukaan berapa? " ucap dokter itu.
"Kak.... " Anggi menatapnya dengan menggelengkan kepalanya, meminta Rama untuk tidak membuat keributan di sana.
"Baiklah periksa dengan benar... " perintah Rama
Rama tidak tega melihat istrinya meringis kesakitan.
"Nona sudah pembukaan empat tuan... " ucap dokter itu.
Ternyata Anggi baru pembukaan empat, tapi air ketubannya sudah keluar bagaimana ini pikir Rama.
Anggi berbaring di sana sambil meringis, Rama berada di sampingnya dan para dokter juga menungguinya di sana.
Rama pun dengan sigap langsung mengusapnya, sambil terus berdoa semoga persalinan istrinya di berikan kelancaran.
"Aauuwwhh...." Anggi meringis lagi dan mencengkeram tangan Rama dengan sangat kuat.
Rama mengusap perut Anggi perlahan, dia merasa tidak tega melihat istrinya yang terus merintih.
"Hey... baby boy cepatlah keluar kasihan mommy mu" ucap Rama.
"Sabarlah sayang...." Rama terus membelai rambut Anggi dan mencium seluruh wajah istrinya tidak peduli banyak orang di sana.
Rasa sakitnya agak berkurang, Anggi pun sudah mulai bisa bicara. "Kak Rama jangan tinggalin aku... " ucap Anggi sambil menangis.
"Tidak akan sayang, aku akan selalu berada di sisimu" Rama terus membelai wajah Anggi yang mulai pucat. Setelah beberapa waktu dokter kembali memeriksanya.
__ADS_1
"Baru masuk pembukaan lima.... " ucap dokter itu.
"Kenapa masih lama, kita operasi saja....!!! Rama sudah tidak bisa menahan kesabarannya. Sudah satu jam dia melihat istrinya kesakitan tapi satu jam itu terasa sangat lama.
"Jangan..... aku masih sanggup " ucap Anggi yang mulai lemah, infus pun sudah di pasangkan ke tubuh Anggi.
"Tapi sayang.... aku tidak sanggup melihatmu seperti ini" Rama mulai putus asa melihat keadaan istrinya. Anggi hanya menggelengkan kepalanya dia sudah tidak sanggup bicara karena rasa sakit itu datang lagi.
"Aaaarrkkhh..... " Anggi menjerit kesakitan lagi, melihat istrinya yang begitu kepayahan tak terasa membuat cairan hangat menetes begitu saja di pipi Rama.
"Sayang bertahanlah.... " ucap Rama memegang tangan kecil itu dan menciuminya. Hingga dua jam lamanya Anggi terus merasakan sakit. Rama sudah terlihat frustrasi melihat keadaan Anggi yang terlihat menyedihkan tubuh kecil itu terbaring lemah tidak berdaya.
Hampir saja kesadarannya hilang karena Anggi sudah merasa sangat lemas.
Dokter pun memeriksanya kembali dan ternyata pembukaanya sudah lengkap, mereka semua bersiap untuk membantu persalinan Anggi. Rama sekarang berdiri di samping sambil terus membelainya dengan sangat sayang.
"Aaarrrjkhhh... " Anggi berteriak karena merasakan sangat sakit lagi. Anggi kini sedang menangis karena merasakan sakit yang amat sangat.
"Nona dorong sedikit lagi, bayinya sudah mulai kelihatan" ucap dokter itu. Mendengar bayinya sudah mulai terlihat seolah memberi semangat pada Anggi untuk mengedan lebih kuat.
Nafasnya sudah putus-putus tapi Anggi terus berusaha, hingga di saat tenaganya yang sudah terkuras habis itu terdengar suara tangisan bayi memecah di keheningan ruangan itu.
Suara tangisannya sangat kencang seperti suara Timmy saat berteriak. Rama dan Anggi merasa sangat lega. Para dokter langsung membagi tugasnya untuk mengurus bayi dan ibunya.
"Selamat tuan bayi anda laki-laki dan sangat tampan" ucap dokter itu tersenyum kemudian membawa bayi itu untuk di bersihkan.
Rama merasa ngeri saat banyak darah yang keluar. Dia tidak bisa membayangkan betapa sakitnya Anggi saat mengeluarkan bayinya. Betapa besar perjuangan istrinya ini
"Sayang....kau berhasil melahirkan anak kita" Rama dan Anggi tidak berhenti mengucap syukur karena bayi mereka telah lahir dengan selamat.
"Aku sangat mencintaimu.... "
*
*
__ADS_1
*
Alhamdulillah neng Timmy udah lahiran ya, sawerannya dong buat baby pinguin 😆😅😅