
"Akhhhh...."
"Apa yang kau lakukan....!!!" David marah karena melihat Seruni dengan sengaja menumpahkan air teh panas pada Anggi.
"Oopss sorry , gue ga sengaja tadinya gue mau nyamperin dia aja .Ehh malah ge sengaja kesenggol tuh cangkir " ucap Seruni dengan cueknya
"Dasar ulat bulu " gumam Anggi
"Kenapa kau melihatku seperti itu ? tanya Seruni kepada Anggi
"Dengar Seruni aku tidak akan membiarkanmu melukainya kalau kau berani melakukannya lagi aku tidak akan tinggal diam " ancam David
"Uuuhhhh aku takut " ucap Seruni. Anggi langsung mengambil ponselnya.
"Hallo kak Rama, boleh ga aku cekik perempuan ulat ini" ucap Anggi sambil menelepon.
"Apa...jadi boleh di cekik sekalian buang aja ke jalan gitu " ucapnya
"Oke, deh aku masukin sumur aja sekalian ya" Sesudah bicar di telepon Anggi pun menutup teleponnya.
"Mau gue masukin sumur atau mau gue lempar dari sini " ucap Anggi pada Seruni
"Coba saja kalau kau berani " tantang Seruni
"Ckk, nih ulat bulu nantangin gue, dengernya Seruling perempuan pelakor yang gatel, gue udah minta ijin sama suami gue buat ngasih lo pelajaran jadi siap-siap lo "
"Dasar perempuan bar-bar, bahkan bicaramu saja kasar apa kau tidak di ajarkan sopan santun oleh orang tuamu " ucap Seruni
Tanpa basa-basi Anggi langsung menyeret Seruni keluar dan mendorongnya hingga terjatuh.
"Dengerin gue perempuan ga tahu diri, orang tua gue emang bar-bar, tapi orang tua gue ngajarin gue hal yang baik ga kaya orang tua lo yang ngajarin anaknya buat jadi manusia perusak rumah tangga orang " Setelah itu Anggi pergi
"Dasar kurang ajaaarrr......" teriak Seruni karena kesal sudah di dorong Seruni
Belum sempat bangun kepalanya mendapat toyoran keras dari Anggi hingga dia terjungkal lagi. Karena tadi Anggi kembali lagi mendengar Rivalnya berteriak.
"Sekali lagi lo teriak, gue sumpel mulut lo pake ini " ucap Anggi sambil mengepalkan tangannya di depan wajah Seruni. Para pelayan melihat semua kejadian itu, "Dengerin ya buat kalian semua, kalau ada yang berani membantu atau memasukan gadis ini kemari aku akan bilang pada kak Rama agar memecat kalian yang berani membantunya " ancam Anggi sudah tidak peduli dengan nyonya Sarah yang akan marah padanya. Kesabarannya sudah habis untuk meladeni gadis menyebalkan seperti Seruni.
Setelah itu Anggi pun pergi meninggalkan Seruni di luar.
"Sialll...." kesal Seruni
"Pergi kalian....!!!" Seruni marah pada semua pelayan di sana yang melihat ke arahnya. Apalagi yang mendengar mereka berbisik-bisik membicarakanny.
__ADS_1
"Woww Timmy, kau gadis yang bar-bar " David berdecak kagum
"Aku ini bukan perempuan penyabar dan pendiam saat ada orang yang ngusik ketenangan aku, aku juga ga suka kalo ada orang yang bawa-bawa orang tua aku kalau ga suka sama aku " kesal Anggi
David mengangguk mengerti " apa tanganmu tidak apa-apa ?" tanya David karena tadi tangan Anggi terkena air panas tumpahan teh tadi.
"Ngga, tangan aku ga apa-apa "
"Kemarilah biar aku obati "
"Ngga usah biar aku sendiri aja " ucap Anggi
"Baiklah...ini " David memberikan salep untuk Anggi yanga dia minta tadi dari pelayan.
"Apa benar kamu tadi menelepon Rama ?" tanya David penasaran, karena jika Rama tahu. Rama paati akan sangat marah dengan tingkah Seruni.
"Ngga, aku ga nelepon kak Rama " jawab Anggi santai sambil mengoles salep di tangannya.
"Lalu....?"
"Ya pura-pura lah, biar si seruling itu ga banyak tingkah " jawabnya sambil tertawa
"Dasar kau ini " ucap David sambil tertawa
" Paling bentaran lagi nyonya Sarah pulang terus marahin aku karena udah marah sama calon menantu kesayangannya " ucap Anggi sambil menghela nafas kasar.
Rama sedang sangat sibuk dengan pekerjaannya tiba-tiba di datangi oleh ibunya dan juga Seruni. Rupanya gadis itu gerak cepat dengan mengadu kepada nyonya Sarah dan dengan cepat ingin menemui Rama untuk mencari simpati.
"Rama...." panggil nyonya Sarah
Rama yang sedang bekerja berdecak sebal karena di saat dia tengah sibuk ibunya malah datang mengganggu bersama anak dari sahabatnya itu. Sudah di pastikan kalau mereka akan membicarakan hal yang tidak penting dengannya.
"Ada apa mah Rama sedang sibuk " jawab Rama malas
"Lihat apa yang sudah di lakukan istrimu kepada Seruni " ucap nyonya Sarah marah.
"Memangnya apa yang dia lakukan padanya ?" tanya Rama datar dan tidak peduli pada Seruni.
"Rama lihatlah wajah Seruni " ucap nyonya Sarah lagi.
Dengan malas Rama melihat wajah Seruni " Wajahnya biasa saja, memangnya kenapa ?" tanya Rama cuek.
"Istrimu sudah menamparnya dan menyeretnya keluar, dia benar-benar perempuan kasar " kesal nyonya Sarah.
__ADS_1
"Benarkah ?" tanya Rama, masih dengan wajah datarnya.
"Rama lihatlah aku, istrimu sudah melukaiku begini, dia juga menampar wajahku sampai lebam begini " ucap Seruni manja pada Rama, namun sikap Seruni malah membuat Rama semakin tidak menyukainya.
"Aku tidak percaya " jawab Rama cuek
"Rama...." panggi nyonya Sarah dengan kesal.
"Kalau pun itu benar dia tidak akan menamparmu tanpa sebab ,kenapa dia menamparmu ?" tanya Rama
"Iya Seruni katakan pada kami kenapa gadis itu menamparmu, aku benar-benar kesal dengan gadis itu, katakan pada Rama kalau istrinya tidak sebaik yang ia pikirkan selama ini. Rama sudah buta dengan cintanya hingga tidak bisa melihat mana gadis baik dan mana gadis licik" ucap nyonya Sarah
"I-itu dia karena...." ucap Seruni tergagap
"Katakan.....!!!" sentak Rama
"Rama, Seruni gadis yang lembut dia pasti masih trauma dengan perbuatan istrimu dan sekarang kau malah membentaknya " kesal nyonya Sarah
Namun Rama hanya berdecak sebal dia semakin muak melihat wajah Seruni yang sok lemah di hadapannya dan juga ibunya.
"Baiklah jika kau tidak ingin mengatakannya, aku akan membantumu untuk mengingatnya " ucap Rama sambil mengutak-atik laptopnya.
"M-maksudmu ?" tanya Seruni
"Lihat dan perhatikan baik-baik " ucap Rama sambil memperlihatkan layar di laptpnya yang menujukan kegiatan di sana sekitar dua jam yang lalu.
Di sana terlihat kalau awalnya David yang menghampiri Anggi lalu Seruni datang dan terlihat percekcokan di sana. Namun di sana terlihat Seruni menghampiri Anggi dan dengan sengaja menumpahkan sesuatu hingga Anggi meringis dan Rama melihat itu. David terlihat marah pada Seruni kemudian Anggi mengangkat telepon dan setelah itu tidak lama dia langsumg menyeret Seruni keluar.
Rama menggerakan lagi laptopnya dan mencari kegiatan selanjutnya, di sana terlihat Anggi menyeret dan mendorong Seruni. Kemudian dia pergi setelah mengatakan sesuatu, namun dia kembali lagi untuk menoyor kepala Seruni hingga terjungkal kembali ke belakang dan memperlihatkan bogemnya pada Seruni. Rama tertawa melihat video istrinya untuk menghempaskan Seruni.
"Anak kambingku yang bar-bar " gumam Rama.
"Rama kenapa kamu malah tertawa ?" tanya nyonya Sarah.
"Karena perempuan kesayangan mamah ini sangat lucu, memperlihatkan luka tamparan dan luka yang lain, tapi jelas di situ istriku tidak menamparnya sama sekali, jadi dari mana luka itu dia dapatkan " jawab Rama santai.
Nyonya Sarah langsung melihat ke arah Seruni.
"Seruni apa kau lupa kalau aku dari keluarga mana ? dan mamah apa mamah juga lupa kalau seluruh rumah kita di pasang cctv kecuali kamar "
Wajah nyonya Sarah dan Seruni terlihat pucat sekarang, bagaimana mereka bisa lupa tentang cctv di rumah itu.
"Gadis itu tadi menelpon Rama tante, dia meminta ijin pada Rama untuk menyeretku " ucap Seruni
__ADS_1
Namun Rama hanya tersenyum mendengarnya.
"Anak kam-bing yang pintar ternyata di balik ke bar-baranya dia sembunyi di balik namaku " gumam Rama dalam hati.