Tambatan Hati Timmy

Tambatan Hati Timmy
Bab 28


__ADS_3

Setelah Anggi tertidur Rama pun beranjak untuk mandi kemudian turun ke bawah untuk berbicara dengan ibunya. Jika dulu sebelum Rama menikah Rama tidak pernah peduli sebanyak apa ibunya membawa seorang gadis untuk pulang, namun kali ini berbeda Rama sudah menikah. Dan gadis yang ia nikahi adalah gadis yang ia cintai. Rama tidak mau kehilangan gadis yang ia cintai untuk kedua kalinya.Cukup satu lagi ia terluka dan jangan sampai dia merasakannya lagi.


Saat di ruang bawah ternyata ibunya sedang asik mengobrol dengan perempuan bernama Seruni itu. Seruni gadis yang cantik Rama akui itu dia juga gadis yang sangat lembut serta sikap dan sifatnya sangat elegan. Sayangnya Rama tidak tertarik padanya, hanya si anak kambing yang mampu menarik hatinya. Bahkan gadis kecil itu mampu mengobati hati Rama yang terluka karena Sabira dulu.


Nyonya Sarah tersenyum melihat kedatangan anaknya begitu pun dengan Seruni senyum manisnya ia tujukan untuk Rama. Melihat kedua orang itu tersenyum padanya, sama sekali tidak ada niatan Rama untuk membalas senyum mereka. Rama duduk di hadapan mereka dengan wajah datarnya.


"Rama, Seruni sudah lama menunggumu dari tadi kenapa kau sangat lama " ucap nyonya Sarah


"Tidak apa-apa tante, Seruni tidak keberatan menunggu Rama " ucapnya lemah lembut


"Untuk apa kau menungguku ?"tanya Rama ketus


"Rama..." nyonya Sarah menegur putranya yang menurutnya kurang sopan dalam menyapa tamu, apalagi Seruni adalah anak temannya, nyonya Sarah merasa tidak enak.


"A-aku....." Seruni tergagap


"Tentu saja untuk berbicara denganmu Rama " jawab nyonya Sarah


"Tapi aku tidak mau bicara dengannya " jawab Rama singkat


"Rama, temanilah Seruni sebentar " pinta nyonya Sarah.


"Sebenarnya, apa yang mamah inginkan ?" tanya Rama. Mendengar anaknya berbicara seperti itu, nyonya Sarah tidak mau pura-pura lagi.


"Kamu bukan orang bodoh, kamu tahu yang mamah maksud Rama ?" ucap nyonya Sarah. Rama hanya tertawa mendengarnya.


"Dan mamah pun tahu apa yang aku inginkan, kenapa masih memaksaku , mamah sudah gagal menyuruh David untuk mengganggu istriku dan sekarang mamah malah mendatangkan orang lain untuk mengganggu rumah tanggaku, hidupku ini bukan drama yang bisa dengan seenaknya mamah atur dengan memasukan pemeran seperti yang mamah inginkan " ucap Rama marah.

__ADS_1


"Rama kau tahu mamah tidak pernah setuju kamu menikah dengannya, tapi kamu terus memaksa " kesal nyonya Sarah.


"Aku mencintainya mah, jangan memaksaku untuk meninggalkannya " tegas Rama


"Mamah hanya ingin yang terbaik untukmu Rama, kenapa kau tidak mengerti juga " ucap nyonya Sarah marah.


"Memangnya mamah tahu apa yang aku ingin kan, aku lebih tau apa yang aku inginkan dan yang terbaik untukku, jadi mamah tidak perlu ikut campur " Balas Rama dengan marah juga.


"Rama, mamah benar-benar kecewa sama kamu "


"Dan aku lebih kecewa dengan sikap mamah, bisakah sedikit saja mamah peduli pada perasaanku, dan juga bisakah mamah menganggapku sebagai putramu bukan sebagai pewaris keluarga Wijaya "ucap Rama nyonya Sarah melihat ada tatapan sendu di mata putranya. Mendengar ucapan Rama barusan hati nyonya Sarah merasa tersentil, karena memang selama ini yang ia pikirkan hanya tentang keluarga Wijaya. Bahkan ia tidak pernah bertanya tentang keinginan anaknya itu. Dia tidak pernah tahu tentang putranya.


Melihat ibunya hanya diam Rama pun beranjak dari sana, namun sebelum pergi ia mengatakan sesuatu pada ibunya.


"Mulai saat ini jangan pernah usik kehidupanku " ucapnya sambil pergi meninggalkan nyonya Sarah dan Seruni


Si Timmy tidak sengaja mendengar percakapan antara Rama dam ibunya. Karena tidak lama setelah Rama pergi, Anggi pun terbangun karena merasa haus. Namun sebelum sampai ke dapur Anggi malah mendengar percakapan antara Rama dan juga ibunya.


"Apa yang sedang kau lakukan...?" tanya Rama


"Lagi main kasti, ya tiduran lah emangnya ga liat"jawab Anggi


"Sudah jangan pura-pura, aku tahu barusan kau menguping pembicaraanku dan juga ibuku " ucap Rama


"Wuaahhh, beneran tahu aku nguping ?" tanya Anggu merasa takjub ternyata suaminya bisa tahu walau tadi dia bersembunyi .


"Tentu saja,dasar kambing tukang nguping " ledek Rama

__ADS_1


"Berarti emang bener kalo kak Rama itu keturunan mamah loreng, padahal Aku tadi udah sembunyi loh kok bisa tahu ? bener-bener hebat " ucap Anggi kagum. Padahal tadi Anggi sudah bersembunyi di balik pintu dan tidak mungkin Rama bisa melihatnya.


"Dasar kambing bodoh " ucap Rama tertawa terbahak-bahak


"Kenapa ketawa ? ada yang lucu ?"tanya Anggi penasaran kenapa suami untanya itu malah tertawa terbahak-bahak pikirnya.


"Hey anak kambing, pintarlah sedikit jika bersembunyi, memang kau bersembunyi di belakang pintu tapi di depan mu ada cermin besar, hingga aku bisa melihat wajah bodohmu itu yang sedang menguping " ucap Rama di sela-sela tawanya.


Rama jadi teringat kelakuan bodoh Anggi yang sedang menguping di belakang pintu, dengan terus menempelkan telinganya dan ekspresi yang berubah-ubah, setelah itu anak kambing ini lari dan pura-pura sedang memegang ponsel. Sungguh konyol pikir Rama.


Setelah tahu bahwa Rama juga mengetahui kalau dia bersembunyi, Anggi hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal si Timmy merasa sedikit malu hanya sedikit ya. Karena Timmy tipikal orang yang tidak tahu malu sebenarnya.


"Tapi tadi asli loh, aktingnya keren banget " ucap Anggi berdecak kagum pada Rama.


Rama menghela nafas berat "aku tadi tidak berakting" jawab Rama


"Masa sih..."jawab Anggi tidak percaya


"Terserah aku lelah " ucap Rama sambil naik ke tempat tidur dan merebahkann tubuh nya yang terasa lelah. Tak lama setelah itu terdengar suara dengkuran halus dari Rama. Sepertinya suaminya memang benar-benar lelah. Karena merasa lapar Anggi pun pergi ke bawah untuk mencari makanan.


Meskipun sebenarnya dia merasa malas untuk turun ke bawah takut bertemu dengan ratu dugong pikirnya, apalagi ratu dugong sedang bersama calon selir suaminya semakin malas saja Anggi. Namun perutnya yang lapar mendorongnya untuk keluar kamar tanpa memperdulikan keberadaan ratu dugong. Biarlah dari pada dia kelaparan.


Anggi mulai keluar kamar, beberapa langkah dari kamar ia merasa aman hingga Anggi menuju tangga dia tidak melihat ada penampakan. "Alhamdulillah aman " gumamnya


Hingga ia sampai ke dapur dan kulkas adalah tujuan utamanya saat ini. Biasanya di sana terdapat banyak stok makanan. Hingga Anggi buru-buru kesana dan langsung membuka kulkas itu. Sesuai dugaannya di sana banyak makanan yang tersedia. Anggi tidak akan pernah kekurangan makanana di sini, bahkan dia sudah lupa rasanya makan dengan bubuk ayam.


Saat sedang asik mengambil banyak makanan untuk stok di kamarnya. Dia di kejutkan dengan tepukan di pundaknya, dan lebih terkejut saat dia melihat orang yang menepuk punggungnya.

__ADS_1


"Astagfirulloh Juned...." ucap Anggi reflek karena terkejut.


"Juned....?" dia terlihat bingung saat Anggi memanggilnya dengan nama itu.


__ADS_2