Tambatan Hati Timmy

Tambatan Hati Timmy
Bab 26


__ADS_3

Anggi sangat terkejut mendengar Yura dan Bira mengalami kecelakaan . Bagaimana dia bisa terlambat mengetahui informasi ini,orang-orang terdekatnya kini tengah terluka dan dia baru mengetahuinya, dengan segera Anggi berangkat ke rumah sakit beserta dengan Rama. Karena sebelumnya Anggi sudah menelepon Rama .


"Kak Rama nanti di sana jangan macem-macem ya" ucap Anggi


"Macam-macam apa maksudmu ?" tanya Rama tidak mengerti dengan ucapan si Timmy


"Kak Rama kan pebinornya mas Regan, nanti di sana jangan cari masalah apalagi ribut sama mas Regan buat ngerebutin kak Bira " ucap si Timmy tanpa beban


"Anak kam-bing ini memang benar-benar bodoh, dia masih saja belum mengerti perasaanku" gumam Rama


"Kak Rama denger ga sih ?" kesal Anggi melihat Rama hanya diam saja


"Aku tidak tuli, aku mendengar semua ucapanmu. Memangnya siapa yang mau mengganggu Bira aku sudah punya orang yang ingin aku ganggu" jawab Rama


"Cukup karena kesalahanku kemarin mengganggu istri orang aku mendapat hukuman, sekarang bahkan istriku di ganggu sepupuku sendiri sebagai hukumannya " gumam Rama dalam hati


"Oke, awas aja kalo bikin ribut, nanti aku bakal jalan-jalan sama kak David " ancam Anggi


"Berani kau pergi dengannya aku patahkan kakimu, dan jangan panggil aku pebinor, Timmy "


"Juga jngan panggil aku anak embe, orang cantik gini di bilang anak embe "jawab Anggi tidak mau kalah.Di sepanjang jalan mereka tidak berhenti berdebat.


Tak lama pun mereka sampai di rumah sakit dimana Yura dan Bira di rawat.


Anggi berjalan dengan cepat agar cepat sampai di ruangan Bira dan Yura. Karena Yura dan Bira sedang di periksa terpaksa Rama dan Anggi menunggu di ruangan yang lain bersama dengan Revan dan juga Regan di ruangan itu.


"Mas Revan kok bisa Yura dan kak Bira kecelakaan?" tanya Anggi


"Kejadiannya sangat cepat menurut Yura, tiba-tiba mobil itu datang dan menghantam mereka" jawab Revan


Terdengar suara orang mengetuk pintu dari luar, Regan pun mempersilahkan masuk orang yang mengetuk pintu. Mungkin saja itu salah satu perawat atau dokter yang akan memberi tahu kabar istrinya.


"Maaf pak " ternyata Bagas yang datang


"Omg calon imam " ucap Anggi tersenyum pada Bagas. Bagas yang melihat Anggi sangat terkejut apalagi melihat pandangan Rama padanya yang terlihat seperti hendak mengulitinya. Jika saja sedang tidak ada orang pasti Rama sudah menghukum istrinya.


Saat di rumah sakit Anggi malah di kejutkan oleh orang yang menabrak Bira dan juga Yura . Di sana pria itu di hajar habis-habisan.oleh Regan hingga membuat Anggi meringis.


Tadinya Anggi ingin melihat keadaan Bira, namun karena Bira baru sadar dokter melarang ada orang yang menjenguknya terkecuali suaminya. Kini Anggi sedang berada di kamar Yura.


Sahabat kecilnya kini sedang terbaring lemah di sana dengan tubuh yang penuh luka. Anggi benar-benar tidak tega melihatnya.

__ADS_1


Anggi masuk sendiri ke ruangan itu dan Rama menunggunya di luar bersama Bagas dan juga Revan.


"Sejak kapan ? " tanya Rama tiba-tiba pada Bagas


"Ma-maksudmu apa ?" tanya Bagas, sedangkan Revan hanya diam saja mendengarkan mereka.


Rama berdecak kesal "Sejak kapan istriku memanggilmu calon imam ?" tanya Rama bertanya langsung pada intinya.


"Oh itu, sejak dulu, sejak kami pertama bertemu dia selalu memanggilku seperti itu " ucap Bagas , Revan hanya geleng-geleng kepala menahan senyumnya.


"Apa.....!!! selama itu....!!!" ucap Rama setengah berteriak karena terkejut mendengar istrinya selama itu menganggap asisten mantan rivalnya itu sebagai calon imam.


"Benar-benar anak kam-bing itu " kesal Rama


"Tenang saja pak, saya tidak pernah menganggap anak kam-bing itu sebagi calon makmumku, dia terlalu bar-bar untuk pria elegan seperti saya" ucapnya bangga kepada dirinya sendiri. Mendengar perkataan Bagas Rama menjadi kesal.Dia bilang istrinya bar-bar, padahal di mata Rama anak kam-bingnya itu sangat imut dan lucu juga menggemaskan,mengingat itu Rama jadi ingin menyentuhnya lagi.


"Pria elegan " Revan membeo dengan menahan tawanya.


"Revan, aku jadi ingin melihat pria elegan ini menjadi pria pengangguran" ucap Rama. Membuat Bagas yang mendengarnya menjadi terkejut.


"Hey tuan unta....tidak ada yang bisa memecatku selain bos ku tuan kanebo kering yang di berikan julukan spongebob oleh istrinya " ucap Bagas yang kesal, dia pikir dirinya siapa berani-beraninya ingin membuat pria jomblo dengan penuh pesona seperti dirinya menjadi pengangguran.


"Menyebalkan sekali si jomblo ini" ucap Rama meledek.


"Berkhayalah terus, hingga senjatamu karatan dan tidak bisa di gunakan"ledek Rama


"Senjataku tidak akan rusak ataupun karatan, karena aku selalu merawatnya dengan sepenuh hati" masih dengan bangganya. Hingga pecah tawa Revan mendengar kesombongan si jomblo.


"Di rawat oleh dirimu sendiri ?" ucap Rama masih meledek Bagas


"Iya, aku selalu merawatnya dengan baik dan hati-hati" Hingga Rama pun tertawa mendengar perkataan makhluk jomblo yang aneh itu. Rama dan Revan jadi membayangkan bagaimana cara Bagas merawat senjatanya. Pikirannya menjadi traveling kepada Bagas.


"Apa kau selalu memberikannya makan Bagas ?" tanya Revan di sela- sela tawanya.


"Atau kau selalu mengelusnya ?" timpal Rama yang juga tertawa membayangkan bagas yang sedang mengelus-elus senjatanya.


"Ahh dasar, manusia menyebalkan bertambah satu lagi " gumam Bagas


Di dalam ruangan Yura


Yura sadar dan tengah mengobrol dengan Anggi

__ADS_1


"Kok lu bisa kecelakaan gini sih tay, sumpah gue ga tega liat lo kaya gini " ucap Anggi sedih.


"Gue juga tau, mobilnya tiba-tiba nabrak gitu aja" ucap Yura lemah.


"Miris banget ya, di siang yang sama kita ngalamin hal yang berbeda " ucap Anggi karena saat Yura mengalami kecelakaan Anggi juga mengalami hilang keperawanan.


"Emang lo ngalamin kejadian apa ?" tanya Yura


Di tanya seperti itu Anggi jadi bingung, dia terlihat serba salah di depan Yura.


"I-itu lagi ngapain ya gue, gue lupa "cengir Anggi sambil menggaruk kepalanya.


"Lo nutupin sesuatu kan dari gue ?" tanya Yura


"Nutupin apa ?" tanya Anggi


"Soal pernikahan lo ?" jawab Anggi


"Emang kenapa sama pernikahan gue ?" Anggi balik bertanya.


"Lo itu tiba-tiba nikah Titim, sama orang yang ga biasa juga, gue emang ga pinter tapi ngeliat pernikahan lo orang bodoh juga tau pasti ada apa-apa nya " ucap Yura


Anggi langsung menghela nafas kasar


"Lo punya hutang cerita sama gue " ucap Yura


"Nanti aja kalo lo udah sembuh nyeritanya, soalnya panjaaaaannggg banget " ucap Anggi Yura pun mengangguk. Anggi pun berpamitan pada Yura karena kasihan pada Yura dan menyuruhnya istirahat saja. Saat keluar dari ruangan Yura Anggi melihat Rama dan Revan sedang tertawa sedangkan wajah Bagas terlihat kesal.


"Mas calon imam kenapa mukanya bete gitu ?" tanya Anggi, Rama yang mendengarnya langsung kesal.


"Imam mu ada di sini Timmy, kenapa masih memanggilnya calon imam "kesal Rama


"Aihh aku lupa soalnya udah kebiasaan" ucapnya biasa saja, langsung saja Rama membawa Anggi pulang dengan buru-buru.


Kini mereka sedang berada di dalam mobil "kenapa buru-buru sih mau kemana ?" tanya Anggi


"Pulang..."jawab Rama singkat


"Oh...."jawab Anggi


Mendengar jawabannya Oh saja membuat Rama menjadi gemas, apa si Timmy tidak sadar jika dirinya itu sedang cemburu. Hingga Rama langsung menghimpit Anggi di mobil dan menciumnya sangat lama, untung saja kaca mobil Rama gelap jadi tidak mungkin ada orang yang melihatnya. Setelah puas Rama pun melepaskannya dan membisikan sesuatu di telinga Anggi.

__ADS_1


"Aku sudah tidak sabar ingin pulang ke rumah dan ingin menghukumu " ucap Rama dengan tersenyum smirk.


Apa dia ingin mengulangi lagi hal kemarin saat dia marah kepada David. Oh tidak, yang semalam saja masih membuatnya masih terasa sakit.


__ADS_2