
Setelah kejadian kemarin David jadi tahu kenapa si Nobita itu menjadi perempuan yang mata duitan. Ternyata dia menginginkan uang untuk menebus sertifikat rumahnya, yang entah kapan ia bisa melunasinya. Ada perasaan besar ingin membantunya, tapi untuk saat ini jangankan membantu untuk menebus sertifikat rumahnya, membantu membelikan kacamata Nobitanya saja dia tidak mampu. Bagaimana nasibnya bisa seburuk ini pikir David.
"Suneo, ayo cepat makan..." ajak Danisa kepada David yang sedang berada di kamarnya. Mendengar ucapan Danisa David langsung keluar dari kamarnya. David keluar dengan penampilan acak-acakan , rambut berantakan dan wajahnya yang sangat kusut namun tidak mengurangi ketampanannya.
"Muka kamu kenapa ancur banget ? tanya Danisa
"Aku sedang pusing...." jawab David dengan malas.
"Pusing kenapa? cicilan aja kamu ga punya " ucap Danisa sambil tertawa memperlihatkan gigi ginsulnya yang terlihat sangat cantik. Sedikit mengobati rasa pusing David.
"Hidup ini bukan cuma tentang cicilan Nobita, bahkan masalah hidupku ini lebih rumit darimu " jawab David sambil berjalan mendahului Danisa untuk makan.
Danisa baru tahu jika David mempunyai masalah tentang hidupnya. Tapi David tidak pernah bercerita apapun padanya. Memangnya Danisa siapanya David hingga David harus bercerita padanya. Danisa pun berjalan mengikuti David ke rumahnya untuk makan.
Mereka berdua makan dengan hening sibuk dengan pikiran masing-masing. Entah apa yang mereka pikirkan namun keduanya hanya diam membisu, sebelum mendengar banyak orang yang tiba-tiba datang ke rumah Danisa dan menggedor pintu rumahnya secara brutal. David dan Danisa merasa terkejut mendengar banyak warga berdatangan ke rumahnya. Ada apa pikir mereka....
"Keluar kalian berdua.....!!! " teriak para warga, David dan Danisa segera berlari ke halaman depan rumah dan melihat sudah banyak warga di sana yang terlihat marah ke arah mereka.
"Nah ini dia pasangan mesumnya.... " ucap salah seorang warga.
David dan Danisa yang di bilang pasangan mesum tentu sangat terkejut. Kenapa para warga tiba-tiba berkata seperti itu dan mengatakan jika Danisa dan David adalah pasangan mesum.
"Tunggu dulu bapak-bapak, atas dasar apa kalian menuduh kami adalah pasangan mesum. Apa kalian punya bukti....!!! " tanya David dengan marah dengan tuduhan para warga.
"Kami memang tidak punya bukti tapi kami punya saksi....!!! " jawab
"Saksi...?" tanya David
"Iya, saya saksinya.... " jawab ibu Rima yang tiba-tiba ada di sana. Tentu saja David dan Danisa terkejut mendengar tuduhan palsu itu.
"Ibu Rima, jangan nuduh kami sembarangan " ucap Danisa
__ADS_1
"Saya ga asal nuduh ya, jelas-jelas kalian tinggal berdua di sini tanpa ada ikatan" ucap ibu Rima
"Kami ini sepupu, lagian kami tinggal di rumah yang berbeda " jawab Danisa
"Kamu jangan bohong Danisa, kamu bilang kalo kamu cuma hidup sebatang kara kamu itu anak yatim piatu dan ga ada sanak saudara kamu ingat ga, waktu kamu pinjam uang sama saya kamu bilang gitu" ucap ibu Rima.
Danisa langsung menunduk karena memang ibu Rima sedikitnya tahu tentang kehidupan Danisa.
"Sudah bohong mesum lagi, kalian berbuat yang tidak benar tahu....!!! " ucap salah satu warga. David dan Danisa merasa di pojokan oleh warga. David merasa kesal dengan ucapan -ucapan bodoh semua orang di sana. Hingga ia berteriak marah, apalagi David melihat Danisa yang sudah menangis.
"Diam kalian semua.....!!!" teriak David sangat marah.
"Kalian sudah menuduh kami macam-macam tanpa bukti. Dan berbuat seenaknya, kalian bisa aku tuntut....!!! jika kalian ingin aku menikahi gadis ini sebagai tanggung jawabku maka aku akan menikahi Danisa sekarang juga...!!! " teriak David
Deg....
Danisa merasa terkejut dengan ucapan David, bagaimana David akan menikahinya pikir Danisa.
Sedangkan Danisa, ia bingung harus berbuat apa. Keputusan ini sangat mendadak. Ia juga tidak bisa berpikir karena para warga sudah sangat memojokan mereka berdua.
Setelah semua siap penghulu dan juga pemuka agama di tambah para saksi. Akhirnya perikahan itu di lakukan dengan secara mendadak. Hingga para saksi dan warga mengatakan...
Sah.....!!!
Akhirnya David menikah dengan cara seperti ini, terpaksa tapi apa boleh buat. David sudah tidak tahan dengan ucapan para warga yang menghina dan memojokan mereka. Mereka terlihat seperti sampah masyarakat di depan para warga. Maka David memutuskan untuk mengambil keputusan itu.
Setelah pernikahan mereka sah secara agama, para warga satu per satu pulang meninggalkan rumah Danisa, kecuali ibu Rima dan dua anak buahnya serta ketua rt dan rw di sana.
"Mulai malam ini kalian berdua pergi dari rumah ini, karena rumah ini sudah jadi milik saya " ucap ibu Rima dengan tiba-tiba.
Danisa dan David merasa terkejut, ada apa lagi ini pikir mereka. Atau memang semua ini sudah rencana ibu Rima untuk mengusir Danisa agar bisa dengan cepat memiliki rumah itu dan segera menjualnya. Perempuan tua ini benar-benar sangat jahat.
__ADS_1
"Maaf nak Danisa dan nak David demi keamanan warga sini saya harap anda berdua meninggalkan rumah ini. Demi keamanan kita bersama " ucap ketua rw yang di beri anggukan oleh ketua rt.
David dan Danisa semakin di buat bingung saja. Karena mereka semua tetap dengan pendirian mereka, meminta David dan Danisa pergi dari rumah itu malam ini juga. Walau David dan Danisa sudah memohon meminta waktu setidaknya sampai besok. Namun wanita tambun nan jahat itu tida perduli, dan ingin David dan Danisa pergi dari sana sekarang juga. Karena pembeli rumah itu besok pagi akan datang. Terpaksa David dan Danisa berkemas malam ini juga dan pergi dari rumah itu.
Dan di sinilah mereka berdua sekarang, sedang di jalan terlunta-lunta.
"Mimpi apa aku semalam, harus mengalami hal seperti ini, tahu begini aku tidak akan membetulkan genteng rumah itu. Aku biarkan hancur saja sekalian. "ucap David
"Maafin aku, gara-gara masalah aku kamu jadi kena imbasnya" ucap Danisa sambil menunduk dan menangis.
"Ini bukan salahmu, tapi ini semua salah monster tua yang licik itu. Dia ingin segera memiliki rumah itu walau dengan cara kotor sekali pun, dasar manusia licik "ucap David.
Kini David dan Danisa masih bingung kemana tujuan mereka apalagi ini sudah malam.
"Kita mau tidur dimana malam ini, aku takut tidur di luar aku takut orang jahat" ucap Danisa.
Benar juga apa yang di katakan Danisa tidur di luar sangat berbahaya apalagi Danisa seorang gadis cantik.
"Kau tidak akan tidur di luar.... " ucap David
"Lalu kita tidur dimana? "tanya Danisa
"Yang pasti di tempat yang nyaman kau istriku sekarang, dan kau sudah menjadi tanggung jawabku " ucap David yang kemudian tersenyum
*
*
***David bakal bawa Danisa kemana ya.....?
Jangan lupa kasih like dan komen ya 😘😘 poin seilkhlasnya mimin tunggu ❤❤❤***
__ADS_1