Tambatan Hati Timmy

Tambatan Hati Timmy
Bab 76


__ADS_3

Anggi merasa bahagia karena hari ini ia bisa berkumpul dengan teman-temannya. Di tambah ada Danisa di rumahnya jadi dia tidak merasa kesepian lagi. Karena di rumah sebesar itu tidak ada orang yang bisa ia ajak bicara karena mertuanya juga kini sedang berada di luar negeri menjalankan bisnis di sana. Untuk itu Anggi merasa beruntung karena ada Danisa di sana.


Saat sore pulang dari kantor, Rama melihat istrinya sudah sangat cantik dan wangi, tidak biasanya terlihat sangat segar. Karena biasanya jika Rama pulang dari kantornya Anggi selalu sedang bersembunyi di balik selimut tebalnya. Tidak seperti hari ini, apa istri kecilnya ini berniat menggodanya karena Rama sudah beberapa hari ini puasa bermain.


Anggi terus menatap Rama dengan tersenyum yang membuatnya terlihat cantik berkali-kali lipat. Rambut panjangnya tergerai indah dengan sedikit curly di ujungnya dan jepit rambut kecil berbentuk bunga menghiasi rambutnya dan dress mini berwarna peach yang ia kenakan sangat cocok di tubuh mungilnya. Oh anak unta ingin segera menerkam anak kambing itu sekarang juga.


Rama langsung menarik tubuh mungil itu ke pangkuannya dan segera memberi ciuman lembut di bibirnya, rasa lelah setelah seharian bekerja menguap begitu saja. "Kau sedang menggodaku gadis kecil... " ucap Rama sambil memeluk pinggang kecil istrinya dan terus memandangi wajah cantiknya. Jika gadis lain akan tersipu malu dengan tingkah suaminya berbeda dengan anak kambing ini yang memang tidak punya urat malu, dia langsung bersandar di dada bidang suaminya sambil bermanja di sana sambil terus tertawa kecil.


"Hari ini aku pengen pergi sama suami aku yang ganteng... " ucapnya sambil terus memainkan dasi suaminya. Rama tersenyum mendengarnya


"Kau ingin mengajakku pergi tapi malah menggodaku seperti ini, kau malah membangunkan sesuatu yang sedang tertidur sayang " Rama semakin mengeratkan pelukannya dan menyibakan rambut panjang Anggi dan kemudian mencium leher jenjangnya itu.


Satu tepukan langsung Rama dapatkan " Aku mau ngajak pergi bukan ngajakin bobo... " Anggi mengerucutkan bibirnya.


"Tapi yang kau lakukan sangat menggodaku sayang" ucap Rama sambil memindahkan tubuh istrinya secara perlahan ke tempat tidur dan mengungkungnya.


"Aku cuman mau bujuk kak Rama aja tahu, kok malah di boboin gini sihh... " Anggi mulai merajuk


"Sebentar saja sayang, apa kau tidak kasihan padaku sudah beberapa hari ini aku puasa karena kau sedang tidak enak badan" ucap Rama dengan wajah memelas. Anggi jadi merasa tidak enak pada suaminya. Karena beberapa hari ini suaminya harus menahan hasrat untuk tidak menyentuhnya. Anggi pun langsung membelai wajah suaminya.


"Ya udah deh, kita main kuda-kudaan dulu tapi abis ini kak Rama mesti anterin aku jalan-jalan. Soalnya dede bayinya lagi ngidam "ucap Anggi, Rama langsung tertawa mendengar ucapan bar-bar istrinya. Main kuda-kudaan katanya dasar memang anak kambingnya ini selalu asal jika bicara.


"Baiklah tuan putri aku akan membawamu jalan-jalan setelah ini " Setelah itu Rama pun mendaratkan ciuman lembut di bibir manis istrinya yang sudah sangat menggoda dari tadi, Rama terus mengecap bibir mungil itu dari yang awalnya lembut menjadi sangat menuntut. Dan terjadi lah aye-aye di waktu sore.


*


*

__ADS_1


Setelah selesai menyalurkan hasratnya Rama dan Anggi pun mandi dan bersiap untuk pergi ke tempat yang di inginkan Anggi. Ini adalah ngidam pertamanya, entahlah ini ngidam betulan atau tidak. Karena Anggi sudah membuat daftar ngidamnya. Sungguh aneh bukan anak kambing ini. Jika orang lain ngidam maka yang di inginkannya itu adalah spontanitas tapi anak kambinngnya ini malah sudah membuat daftar dari jauh-jauh hari.


Bagi Rama itu betulan atau tidak yang penting istrinya bahagia. Dan di sini lah ia sekarang sedang berada di dalam mobil Rama dan Anggi dan Stevan yang menjadi supirnya. Karena Rama sedang ingin menempel kepada istrinya jadi dia tidak mau menyetir.


Niat hati Stevan mengantarkan ponsel Rama yang ketinggalan tapi kini ia malah menjadi supir pribadi bosnya, yang tidak berperikejombloan padanya. Sungguh sangat menyedihkan Stevan sekarang merasa seperti obat nyamuk bakar di antara mereka berdua.


"Nasib menjadi asistent memang seperti ini, harus kuat menjadi jomblo walau itu sangat menyedihkan" gumam Stevan dalam hati hingga tanpa sadar ia menghembuskan nafas kasar di sana dan terlihat oleh Rama.


"Ada apa Stev, apa kau marah aku memintamu untuk membawa kami jalan-jalan " ucap Rama


"T-tidak pak... " jawab Stevan gugup takut menjadi sasaran kemarahan anak unta.


"Lalu kenapa kau seperti merasa kesal padaku?"tanya Rama


"Saya tidak kesal pak, saya hanya sedang meratapi nasib buruk saya saja " ucap Stevan jujur, yang meratapi nasibnya di saat usianya sudah matang tapi belum juga mendapat pasangan. Sangat miris bukan, padahal dia pria yang tampan dan tidak kekurangan uang. Tapi tidak ada gadis yang bisa ia manjakan dengan uang dan kasih sayangnya.


Padahal mah sama mimin aja babang stevan 😚😚


"Iya pak, karena itulah satu-satunya keluhan hidup saya sekarang "ucap Stevan


"Jangan sedih mas Stev, mas Bagas aja mantan calon imam Anggi sekarang udah ga jomblo lagi. Apalagi jodoh itu rahasia mas Stevan, mas Bagas aja pacaran sama Sasako nikahnya malah sama Siena" ucap Anggi tertawa


"Tidak usah menyebutkan namanya dengan embel-embel mantan calon imam aku tidak suka " ucap Rama cemburu.


"Acieehh anak unta cemburu, ga usah cemburu mas ganteng anak unta udah jadi imam aku. Dan satu-satunya orang yang namanya ada di hati anak kambing yang cantik ini " goda Anggi, hingga Rama tersenyum lagi dan langsung mencium bibir kecil yang cerewet itu.


"Astaga... mereka memang keterlaluan .Apa mereka tidak kasihan padaku yang tidak punya sangkar burung ini " gumam Stevan dalam hati jiwa jomblonya meronta-ronta ingin menikah sekarang juga.

__ADS_1


*


*


*


Kini mereka sudah sampai di tempat makan yang memakai tenda, awalnya Rama tidak setuju karena menurutnya tempat itu tidak higienis. Tapi Anggi terus memaksa hingga akhirnya Rama mengalah. Karena ibu hamil itu sangat sensitif dan akan menangis saat Rama menolak makan di sana.


Stevan yang belum makan malam pun ikut makan di sana. Tapi Stevan memisahkan diri karena tidak mau melihat pasangan itu bermesraan dihadapannya terlalu menyedihkan untuk dirinya yang baperan.


"Ahh aku jadi ingin menikah, Tuhan berikan aku jodoh sekarang juga.... " gumamnya dalam hati sambil memakan makanan yang sudah ia pesan.


Tak....


Stevan terkejut melihat ada seorang gadis remaja yang sedang membawa berbagai macam tulang berkuah merah di pinggirnya. Ya tempat yang mereka kunjungi adalah tempat aneka makanan pedas yang sedang ramai di kunjungi akhir-akhir ini. Stevan melihat gadis di pinggirnya dengan sangat heran.


"Astaga....apa gadis ini kucing dia memakan berbagai tulang ayam dan apa itu.... kaki ayam oh astaga " Stevan bergidik melihatnya.


Merasa di perhatikan gadis itu pun melihat ke arah Stevan


"Kenapa Om.... ???"


"Apa dia bilang tadi Om.... "Astaga Stevan yang tampan dan perkasa di panggil Om, Aahhh demi kerang Stevan tidak terima.


*


*

__ADS_1


*


Jangan lupa kasih hadiah sama vote nya ya.... caranya ada di part sebelumnya klik tulisan berwarna biru untuk hadiah "Beri" untuk vote klik Vote makasih 😘😘 terus dukung ya biar mimin bisa terus up ❤❤❤


__ADS_2