
Sera sangat terkejut dengan permintaan Stevan, bagaimana bisa pria setampan dan sesempurna Stevan meminta untuk di cium oleh gadis biasa sepertinya. Sera pasti sedang bermimpi sekarang, dan Sera berharap ia jangan bangun dulu dari tidurnya karena ia akan mencium pangeran tampannya.
"Ya ampun Sera pasti lagi mimpi ini ya, cubit Sera dong.... " ucapnya tidak percaya.
Aaarrkkhhh....
"Sakiitttt.... " Sera mengusap- usap pipinya yang di cubit oleh Stevan.
"Kau merasakan sakit berarti kau tidak bermimpi " ucap Stevan.
"Pelan-pelan dong nyubitnya Om... " kesal Sera hingga ia melupakan panggilan mas pacarnya.
"Bagaimana mau tidak....?" tanya Stevan.
"Mau lah, mau banget malah tapi panggilin penghulu dulu ya... " jawab Sera
"Hey aku memintamu untuk menciumku bukan untuk menikahiku...mau minta cium saja sangat susah " ucap asistent lugu itu merajuk pada Sera.
"Aku takut kebablasan tahu, kalo udah halal kan enak kalo mau langsung kikuk-kikuk juga... "jawaban yang membuat burung kutilang Stevan meronta-ronta ingin terbang sungguh ucapan anak biri -biri ini terlalu bar-bar untuk Stevan.
"Astaga, ucapanmu sangat menguji imanku... " Stevan geleng-geleng kepala.
"Jadi gimana, mau di cium sebelah mana? " tanya Sera.
__ADS_1
"I-itu.... " Stevan tiba-tiba gugup membayangkan dia akan berciuman sekarang.
"D-di sini... " ucap Stevan menunjuk bibirnya gugup, entah seperti apa kini detak jantungnya. Yang jelas jantung Stevan memompa dengan sangat cepat sekarang.
"Oke.... sini dong deket-deket sama aku biar gampang ciumnya "ucap Sera, seperti kerbau yang di cocok hidungnya Stevan pun mendekat pada Sera.
"Ya ampun ganteng banget.... " ucap Sera berdecak kagum, namun si lugu itu malah terlihat sangat gugup karena malam ini ia akan melepaskan keperjakaan bibirnya.
Stevan duduk di sofa, berhadapan dengan Sera di sana. Sera berdiri menggunakan lututnya untuk menyeimbangkan tingginya dengan Stevan, tangan kecilnya ia rangkulkan ke leher kokoh Stevan perlahan Sera mulai mendekatkan wajahnya kepada wajah Stevan. Jangan tanyakan bagaimana perasaannya Sera. Karena Sera sangat senang akhirnya ia bisa mempraktekan tutorial ciuman yang seperti di film drakor kesayangannya. Sedangkan Stevan perasaannya tidak karuan karena sebentar lagi bibir mungil itu akan menempel di bibirnya.
Cup
Bibir mungil itu menempel di bibir Stevan, Sera membenamkan bibirnya sedikit karena sebenarnya Sera juga belum pernah berciuman dengan pria manapun. Bukan tidak ada pria yang menyukainya hanya saja ia sangat hati-hati dalam mencari pasangan. Hanya bersama Stevan saja ia bisa merasakan kenyamanan hatinya. Seperti ada gerakan magnet yang mampu menarik hatinya agar terus mendekat kepada Stevan.
"Kenapa hanya sebentar ?" tanya Stevan kecewa
"Di film yang aku tonton cuman gitu aja, tapi romantis banget kan ciuman kita " Sera berkata dengan senangnya. Namun Stevan memberenggut kesal, percuma saja jantungnya bertalu-talu jika benda kenyal itu hanya menempel sebentar.
Melihat perubahan wajah Stevan yang terlihat kesal Sera pun bertanya. "Kenapa malah cemberut kan barusan udah di cium, bibirnya sekarang udah ga perjaka lagi loh... " ucap Sera.
"Aku ingin lama di ciumnya... " ucap Stevan masih dengan memasang wajah bete.
"Jadi mas pacar mau di cium lagi ?"tanya Sera sambil tertawa. Asistent lugu itu malah memalingkan wajahnya marah.
__ADS_1
"Acieehh yang mau di cium lagi sama aku.. .sini dong giliran mas pacar yang cium aku....aku juga mau di cium sama pacar " goda Sera
Tanpa di duga oleh Sera Stevan langsung mendorong Sera hingga terlentang dan langsung mengungkung tubuh kecil itu. Sontak saja Sera terkejut dan takut Stevan melakukan hal lebih padanya.
"M-mas pacar mau apa ?" tanyanya
"Bukankah tadi kau memintaku untuk menciummu?"tanya Stevan yang memandang wajah Sera dengan sangat mendamba. Tangan Stevan mengusap bibir pink mungil milik Sera yang sangat menggodanya. Naluri kelelakiannya menghilangkan rasa gugupnya kali kini.
Stevan membuka sedikit bibir Sera yang menggodanya dari tadi, hingga tanpa pikir panjang Stevan langsung mencium bibir itu dan membenamkan bibirnya di bibir Sera. Yang di lakukan Stevan adalah sebuah ciuman bukan hanya kecupan. Stevan mengikuti nalurinya untuk merasakan bibir itu dan menjelajahinya. Dan entah kenapa Stevan dan juga Sera sangat menikmati ciuman itu.
Bibir lembut itu membuat Stevan tidak ingin menyudahi ciumannya, Stevan malah ingin terus mencobanya lagi dan lagi.
Tangan Stevan mengelus lembut leher jenjang Sera, dan kini ciumannya pindah ke dagu Sera kemudian turun ke leher jenjang Sera, Stevan terus menciumi leher putih itu, seperti terhipnotis oleh sentuhan Stevan, Sera sangat menikmatinya hingga tanpa sadar Stevan menggigit leher dan meninggalkan jejaknya di leher putih Sera hingga Sera memekik.
"Om....!!!"
*
*
*
Babang Stev awas kebablasan lohhh...
__ADS_1
Mimin udah rajin update nihh, kalian juga mesti rajin like ya 😘😘😘