Tambatan Hati Timmy

Tambatan Hati Timmy
Bab 84


__ADS_3

"Satu lagi manusia bermulut lucknut ada di sini" gumam Stevan lalu terbangun dari tidurannya dan melihat David sambil mengangkat sebelah alisnya.


"Kenapa kau melihatku seperti itu? "tanya David


"Kau sangat menyebalkan pergi sana, bocah teh celup " ledek Stevan


"Hey... hey kenapa kau mengatakan jika aku ini bocah teh celup " jawab David


"Karena burungmu itu tukang celup sana-sini " ledek Stevan


"Enak saja kau jangan menuduhku sembarangan, burungku hanya bermain di lembah istriku saja " Sanggah David, karena memang benar adanya meskipun David seorang penjaja wanita tapi dia tidak melakukan sampai kesana.


"Dasar pembual.... " ledek Stevan


"Kau tidak percaya padaku ? atau kau ingin melihatnya sendiri " tawar David sambil tertawa mengejek.


"Astaga, aku tidak sudi melihatnya. Untuk apa kau menujukannya padaku? kau ingin bermain mengadu pedang denganku? "tanya Stevan kesal


"Aku manusia normal, aku suka bermain kuda - kudaan dengan istriku bukan main pedang-pedangan denganmu dasar gila, pergilah mencari pacar sana, eh salah maksudku mencari istri supaya bisa sepertiku, dasar bujang ting-ting " ledek David sambil pergi meninggalkan Stevan di sana .


"Dasar kurang ajar... " kesal Stevan karena menjadi jomblo itu sangat menyiksa lahir dan batinnya. Tawa David masih terdengar Oleh Stevan. Ingin sekali Stevan meremas mulut David yang tidak berakhlak itu.


Setelah ritual aye-aye selesai Rama pun segera menghampiri Stevan setelah sebelumnya Rama mandi dulu agar terlihat segar. Cukup lama Stevan menunggu, bukan hanya lahir batinnya yang tersiksa tapi kesabarannya pun juga di uji oleh atasannya. Dia harus rela menunggu atasannya mengadon bayi, semakin menjerit saja hatinya ingin segera menikah.


"Mana berkas yang aku minta ?" tanya Rama


"Ini pak... " Stevan memberikan sebuah map yang berisikan berkas untuk Rama.


"Sepertinya eksport pabrik sedang bagus " ucap Rama.


"Bukan bagus pak, tapi sangat bagus. Kita juga sedang membuat produk baru untuk di eksport nanti, mudah-mudahan klien kita menyukainya " Jawab Stevan mantap. Rama mengangguk merasa puas dengan hasil kerja seluruh karyawannya.


"Baiklah masalah eksport di pabrik aku percayakan padamu, untuk akhir-akhir ini aku tidak bisa mengecek kesana. Karena prioritasku saat ini adalah istri dan calon anakku " Stevan mengangguk paham. Setidaknya ucapan Rama lebih terdengar manusiawi di bandingkan dengan Regan. Hingga asistentnya pun terkena virus asbun jika bicara alias asal bunyi.


"Hey Stev... kau masih di sini ?" tanya David yang turun bersama Danisa untuk makan karena Danisa merasa lapar setelah di gempur oleh David.


"Apa kau buta teh celup...." jawab Stevan dingin


"Aihhh jomblo memang sensitif ya... " ledek David


"Kak David kamu jangan bicara kaya gitu sama orang lain " ucap Danisa merasa tidak enak dengan ucapan suaminya.


"Biar saja aku memang bicara kenyataan, sayang jangan membelanya nanti aku cemburu " ucap David namun Danisa malah mencebikan bibirnya melihat tingkah suaminya yang kekanakan.


"Untung saja istrimu itu normal tidak sepertimu yang bermulut lucknut ... " ledek Stevan karena ia melihat Danisa agak berbeda dengan anak-anak pokemon lainnya yang selalu berisik dan cengengesa. Danisa, gadis kecil itu terlihat pemalu.


"Terserah kau saja, ayo Nobi kita makan dulu, kita ini butuh tenaga banyak. Karena kita harus mengadon bayi lagi. Kita bukan jomblo yang menghabiskan waktu dengan berkas " Danisa langsung menyeret David agar suaminya yang lambe itu berhenti bicara.


"Dasar bocah teh celup kurang ajar.... " kesal Stevan.

__ADS_1


"Tidak usah di dengarkan, dia memang sangat menyebalkan " ucap Rama sambil matanya fokus ke arah berkas-berkas itu.


Hufftt...


"Anda benar sekali pak... " ucap Stevan.


"Oh iya aku lupa, kita akan mengadakan acara makan malam di rumahku lusa. Istriku ingin berkumpul dengan semua orang berhubung dia tidak bisa kemana-mana jadi aku mengundang kalian semua untuk berkumpul di rumahku. Sambil membicarakan proyek baru kita bagaimana ?" tanya Rama.


"Iya pak aku pasti akan datang.... " ucap Stevan


"Jomblo tidak usah ikut, hatimu akan terluka nanti aku tidak tega melihatnya Stevan.... " ledek David yang sedang makan di meja pantry tidak jauh dari tempat Stevan dan Rama berada.


Stevan yang kesal karena di ejek terus pun langsung menjawab ejekan David.


"Aku punya pacar kau dengar itu teh celup.... " jawab Stevan


"Aku tidak percaya...." jawab David sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


"Aku akan membawanya nanti lihat saja... " karena kesal Stevan berbicara asal saja.


"Benarkah....woahhhhh aku penasaran dengan pacar seorang Stevan yang sok kalem, siapa gadis yang tidak beruntung itu kasihan sekali punya pacar kaku sepertimu.... " ucap David


"Lihat saja nanti, dasar cerewet ... " jawab Stevan, meskipun dalam hatinya ia masih merasa bingun akan membawa siapa besok lusa. Rama hanya berpikir sejak kapan asistentnya ini punya pacar.


*


*


*


"Astaga, kepalaku serasa mau pecah saja. Mencari uang ternyata jauh lebih mudah dari pada mencari pacar " gumamnya bicara sendiri di ruangan khusus ia dan Rama jika mengunjungi pabrik itu.


"Apa aku menyewa seorang gadis saja...tapi siapa? " Stevan terus bicara sendiri.


"Aarrgghh.... aku menyesal sudah menjadi pria pemalu, aku jadi susah mencari pacar " Stevan menyesali dirinya yang sangat tertutup terhadap wanita,akhirnya jadi begini kan? Stevan menjadi jomblo menyedihkan.


"Eh....tunggu dulu " Stevan tiba-tiba mengingat seseorang. Seseorang yang sepertinya cocok di jadikan pacar pura-puranya .


"Gadis nakal itu.....tapi dia bekerja di bagian apa ya aku lupa " Stevan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Stevan teringat jika ia pernah di beri nomor ponsel Sera dan ia masih menyimpannya di dompet.


Ternyata tidak sia-sia ia menyimpan nomor ponsel bocil nakal itu..


Kebetulan waktu itu para karyawan sedang istirahat jadi Stevan langsung meneleponnya.


Tut


tut


tut

__ADS_1


"Hallo..... siapa ini? " jawab Sera di sebrang sana


"Aku.... aku atasanmu " jawab Stevan mendadak gugup seperti akan mengungkapkan cinta saja pada seorang gadis padahal kan cuma pur-pura ehh....


"Ya ampun calon suami nelepon aku, alhamdulillah kapan mau ngelamar aku? " tanyanya dengan girang di seberang sana, suara cemprengnya sangat mengganggu Stevan.


"Datanglah ke ruanganku aku mau bicara " ucap Stevan, sambil berpikir apa dia tidak akan salah langkah dengan membuat Sera menjadi pacar pura-puranya.


"Asiiappp Om ganteng, Sera siap meluncur menuju pelamainan sekarang juga" jawabnya cekikikan, Stevan langsung saja menutup teleponnya.


Huffttt....


"Semoga keputusanku benar, aku tidak mau di ejek jomblo itu sangat menyakitkan " gumam Stevan.


Tak lama Sera pun datang ke ruangan Stevan....


tok


tok


tok


"Masuk.... " Setelah mendengar perintah Sera pun langsung masuk. Stevan melihat Sera dengan pandangan menyelidik, dia tengah tersenyum manis kepadanya rambut di cepol asal tapi terlihat malah kelihatan cantik, tapi terlalu imut untuk pria dewasa sepertinya pikir Stevan.


"Apa aku nanti akan terlihat seperti sugar dady ya, astaga kenapa gadis ini terlihat seperti anak-anak pokemon sihh.... " gumam Stevan dalam hati.


"Baiklah, aku tidak akan basa - basi lagi .Bisa kah kau menjadi pacarku... ?" tanya Stevan


Sera terkejut langsung membulatkan matanya, benarkah ini kenyataan atau ia hanya bermimpi saja. Yang jelas hatinya sekarang seperti taman bunga yang indah mendengar ucapan Stevan yang memintanya menjadi pacar pria tampan di depannya.


"Astagfirullah....jantung aku mau keluar Om. Nanti Om tangkep ya.... " ucapnya sambil memegang dadanya.


"Apa.... ?"


*


*


*


Like dan komennya di tunggu ya 😘😘😘


Jangan lupa mampir di novel mimin yang lain ya 😘😘😘


AKU DAN MAJIKANKU. (Regan & Bira)


I LOVE YOU OM & CINTA YURA (Revan & Yura)


ME VS LOVE (Jodoh yang Tertukar )

__ADS_1


__ADS_2