
Stevan melepaskan pagutannya kepada Sera, karena ia takut tidak bisa berhenti dan akan melakukan hal yang tidak boleh ia lakukan kepada gadis kecil itu. Karena jujur saja Stevan ingin melakukan praktek bercocok tanam dengannya sekarang. Sayangnya gadis ini belum halal untuk di nikmatinya, bersabar sedikit lagi mungkin itu sekarang yang ada dalam pikiran Stevan.
Stevan mengusap lembut bibir mungil itu, melihat tatapan polosnya benar-benar benar membuat Stevan ingin membuatnya polos sekarang juga. "
"Ternyata punya pacar itu sangat menyenangkan, menyenangkan untuk di cium dan di peluk " gumam Stevan dalam hati sambil memandang wajah canti pacar pura-puranya yang menjadi pacar kenyataan, salah maksudnya adalah calon pendamping hidupnya.
Mulai saat ini Stevan akan mengklaim Sera sebagai miliknya, tidak boleh ada yang mendekati biri-biri kecil miliknya mulai sekarang. Sera melepaskan pelukan Stevan dan langsung mencari cermin untuk melihat wajahnya sekarang.
"Yaaa.. bibir aku yang cantik jadi belepotan gara-gara di porak poranda sama mas pacar" ucap Sera
"Poles lagi saja, di sana banyak kan? " tunjuk Stevan ke arah peralatan make up yang si berikan oleh Stevan. Pandangan Sera pun langsung mengarah kesana dan langsung membuka barang-barang yang di berikan oleh Stevan.
"Ini boleh aku buka semua ? tanyanya sambil memilih-milih barang-barang di sana .
"Buka saja, terserah kau mau pakai yang mana. Stevan menghampiri Sera dan duduk bersebrangan dengan Sera yang sedang melihat-lihat barang pemberiannya.
"Ga di sisain buat nanti seserahan pas kita nikahan?" tanyanya lagi.
"Tenang saja nanti aku beli lagi yang banyak... " jawab Stevan santai
"Beneran...? "
"Iya... " jawab Stevan
"Calon mamah mertua aku ga bakal marah gitu, aku takut nanti punya mertua yang ngelarang suami aku buat bahagian aku. Terus gaji suami harus buat mertua semua, aku cuman di jatah sepuluh ribu sehari dan jadi buruh gosok dari rumah ke rumah. Suami aku terus di jodohin lagi sama perempuan pilihan mertua. Terus karena hidup aku menderita akhirnya aku menulis buku harian aku yang akhirnya di bikin novel dan aku jadi orang kaya, kaya cerita-cerita di novel yang sering aku baca" ucapan yang sungguh luar biasa hingga membuat asistent lugu menjadi cengo karena dongeng yang di ucapkan calon istrinya.
__ADS_1
"Astaga kau terlalu banyak menonton sinetron kodok terbang... " ucap Stevan geleng-geleng kepala.
"Bukan sinetron tapi cerita novel abang ganteng" jawab Sera.
"Sama saja... " jawab Stevan menjadi pusing
"Beda lah, kalo sinetron itu liatnya di tv kalo novel itu liatnya di hp "jawan Sera
"Bukannya novel itu buku? " tanya Stevan karena setahu Stevan novel itu berbentuk buku.
"Banyak novel online ferguso, yang di cetak itu yang udah femes" jawab Sera menyebalkan.
"Sudahlah aku jadi pusing cepatlah berdan-dan, bos ku pasti sudah menunggu " ucap Stevan.
"Iya sebentar, makanya jangan minta cium terus jadinya kan lipstiknya abis di makan sama mas pacar, untung aja di sini banyak " ucap Sera sambil memoleskan lipstik ke bibir mungilnya itu sambil menggerak-gerakan bibirnya ke kiri dan kanan lalu di manyunkan ke depan" membuat Stevan tambah gemas saja.
*
*
*
Setelah melakukan perjalanan sekitar tiga puluh menit mereka pun sampai di kediaman Wijaya. Sera berdecak kagum melihat bangunan yang sangat indah itu. Tak pernah ia berpikir sebelumnya jika ia akan datang mengunjungi pemilik pabrik tempat ia bekerja. Jika ia bercerita pada teman-temannya nanti mungkin mereka tidak akan pernah percaya padanya.
Mereka berdua melangkahkan kaki untuk masuk ke rumah tersebut. Stevan melihat sudah ada beberapa mobil yang terparkir di sana. Itu pasti mobil -mobil para tamu undangan Rama siapa lagi kalau bukan 3R beserta para istrinya dan juga si asisetent pelit yang jugabersama istrinya.
__ADS_1
Stevan melangkahkan kaki dengan penuh percaya diri, karena membawa Sera seolah memberinya kekuatan. Entahlah tapi Stevan merasa sangat bahagia membawa pasangan ke acara ini. Terasa hangat saja hatinya saat ini, meskipun tidak di pungkiri ia merasa agak khawatir dengan Sera. Masalahnya para anak pokemon pasti akan banyak bertanya padanya dan juga Sera, dan yang Stevan takutkan adalah jawaban ajaib yang keluar dari mulut pacarnya ini.
Semoga saja itu tidak terjadi...
Stevan dan Sera kini sudah masuk ke dalam dan benar saja dia sana semua orang sudah berkumpul, tinggal dirinya saja yang belum. Gara-gara perbuatan Stevan yang merusak riasan Sera mereka jadi datang paling akhir.
Pandangan si asistent pelit langsung mengarah kepada gadis kecil yang di bawa oleh Stevan dan tentu saja senyuman menyebalkan kini sudah menghiasai wajahnya. Ingin sekali Stevan mencekik leher asistent pelit yang menyebalkan itu.
"Wah... wah lihat siapa yang datang? " ucap Bagas
"Dia asistentku apa kau lupa? "tanya Rama yang membuat semua orang tertawa
"Aiihh tentu saja aku tahu, dia adalah salah satu personil duo Van-Van " jawab Bagas santai
"Mas Stevan kenalin dong adiknya sama kita.... " ucap Salsa.
"Apa.....?" tanya Stevan
"Adik.....??? " tanya mereka bersamaan
"Aihhh apa aku terlihat terlalu tua untuk Sera...." gumam Stevan dalam hati, baru kali ini dalam hidupnya dirinya merasa sudah tua.
"Menyebalkan..... "
*
__ADS_1
*
Hari senin waktunya vote ya 😘😘