Tambatan Hati Timmy

Tambatan Hati Timmy
Bab 54


__ADS_3

Pagi ini David dan Danisa pergi bekerja dengan berjalan kaki, lumayan bisa menghemat ongkos pikir David. Sebegitu miris hidupnya sekarang, hingga uang sepuluh ribu saja sekarang dia harus mempertahankannya mati-matian. Padahal biasanya dalam satu hari ia bisa menghabiskan uang hingga berjuta-juta. Astaga roda kehidupan benar-benar berputar.


"Hey, Nobita apa setiap hari kau selalu berjalan setiap pergi bekerja ?" tanya David, yang kini sedang berjalan beriringan dengan Danisa. Gadis itu berjalan di depannya dan David di belakangnya.


"Iya, tiap hari aku jalan kaki tiap pergi kerja. Selain bisa bikin badan aku sehat, juga bisa bikin pengeluaran aku jadi hemat" jawab Danisa


David hanya tertawa mendengarnya "Hey, kenapa mas jangkung malah ketawa, emang aneh kalo aku jalan kaki "ucap Danisa


"Berhenti memanggilku mas jangkung, aku merasa seperti menjadi tukang baso " ucap David sebal


"Mas jangkung juga jangan manggil aku Nobita, nama aku Danisa "balasnya.


"Kau memang mirip Nobita karena memakai kacamata " ledek David


"Ga ada hubungannya" jawab Danisa dengan kesal


"Cepatlah anak itik jalanmu lambat sekali, kapan akan sampainya kalau kau berjalan seperti itu " ucap David.


"Enak aja manggil aku anak itik, sana duluan kalo mau cepet "kesal Danisa


"Kau ini bodoh atau apa, kau yang tahu jalannya, tapi kau menyuruhku jalan duluan " ucap David sambil.mengetuk-ngetuk kening Danisa. Lalu pandangan David langsung ke arah bawah Danisa, lalu kemudian David tersenyum mengejek.


"Pantas saja jalanmu sangat lama, itu karena kakimu sangat pendek " ledek David sambil tertawa.


"Bukan aku yang pendek, tapi kamu yang ketinggian, dasar jerapah "balas Danisa kemudian pergi meninggalkan David sendiri dengan kesal.

__ADS_1


"Hey gadis pendek kau marah ?" tanya David sambil mengikuti Danisa dari belakang.


"Aku benar-benar merasa seperti penggembala itik" ucap David sambil geleng-geleng kepala. Karena David yang tinggi kini berjalan beriringan dengan Danisa yang bertubuh imut.


*


*


Di kediaman Wijaya


Saat ini Rama dan Anggi masih berada di dalam kamar, Rama sedang bersiap untuk pergi ke kantor dan Anggi sedang duduk di tempat tidurnya, karena merasa tidak enak badan katanya.


"Timmy...." panggil Rama


"Ada apa ?" jawab Anggi


Anggi merasa heran dengan pertanyaan Rama, tidak biasanya dia bicara seperti itu. Jangan-jangan....?


" Kak Rama ga bakalan bikin aku jadi janda kan? aku ga mau jadi janda kak, jangan tinggalin aku kan aku cinta sama kak Rama" ucap Anggi


"Hey, anak kam-bing, siapa yang mau menjadikanmu janda, aku sangat mencintaimu dasar bodoh " ucap Rama menghampiri Anggi dan duduk di sampingnya. Sambil mengelus rambut Anggi dan mengecup keningnya dengan sayang.


"Aku sangat mencintaimu, aku hanya ingin meminta anak darimu boleh kan ?" tiba-tiba ucap Rama


"Kan kita ngadon terus kak, cuman semalem aja kita libur " ucapnya, Rama menjadi gemas dengan kata-kata istrinya, hingga mencubit pipinya dengan gemas.

__ADS_1


"Bicaramu itu sangat bar-bar anak kam-bing, tapi bukan itu maksudku. Aku ingin kau cuti kuliah dulu dan fokus pada program kehamilan, apa kau mau ?" tanya Rama agak ragu karena Rama tahu bagaimana Anggi ingin kuliah.


Anggi pun hanya diam saja tidak menjawab Rama, "Baiklah tidak masalah jika kau tidak mau...." ucap Rama.


"Aku mau " jawab Anggi, jawaban Rama membuat Rama terkejut.


"Benarkah...?" tanya Rama tidak percaya


"Iya, kalau itu mau kak Rama. Lagian kan suami aku orang kaya uangnya banyak. Jadi ga usah cape kerja juga isi atm aku penggemukan terus " jawab Anggi tersenyum. Jawaban Anggi membuat Rama tertawa.


"Dasar anak kam-bing matre..." ucap Rama sambil mengacak-ngacak rambut Anggi.


"Ihhh, emang kenyataan kok suami aku kaya ganteng pula, aku juga pengen punya anak kaya si Tayo lucu kayanya ya kak kalo aku punya anak " ucap Anggi tersenyum


"Benar, aku jadi sudah tidak sabar. Apa kita akan mencetaknya sekarang, supaya kau bisa cepat hamil ?" ajak Rama tersenyum mesum.


"Kerja dulu cari uang yang banyak baru bikin anak" ucap Anggi.


"Uangku sangat banyak kau lupa ?"


"Engga...." jawab Anggi sambil tertawa


"Dasar kau....." jawab Rama mereka tertawa bersama.


Di luar kamar itu seseorang tersenyum melihat ke arah mereka, karena kebetulan pintu kamar Rama terbuka sedikit hingga percakapan mereka terdengar keluar.

__ADS_1


****


Nanti aku sambung lagi ya 😊💚💛💛 like sama poinya di tunggu😇😇


__ADS_2