
Orang tua David memutuskan untuk menyuruh David pergi dari rumah utama Wijaya. Karena jika David terus berada di sana nyonya Diana dan juga tuan Darma khawatir jika David akan mengganggu kehidupan rumah tangga Rama dan Anggi.
Kini mereka semua sudah sampai di kediaman rumah Wijaya. Untuk mengambil barang-barang David sekaligus untuk bertemu dengan Rama dan Anggi. Dan di sini lah mereka semua, kecuali David yang sedang berada di kamarnya yang sedang sibuk berkemas dan juga Rama yang masih berada di kantornya.
"Jadi kau yang bernama Timmy ?" tanya nyonya Diana dengan sangat ramah .
"Iya nyonya...." jawab Anggi
"Panggil aku tante Timmy, tante Diana " ucapnya
"B-baik nyo...eh tante Diana "jawab Timmy aga gugup dengan mamahnya David.
"Ternyata kau cantik sekali, pantas saja anak bodoh itu sangat menyukaimu " ucap nyonya Diana.
"Terima kasih tante " jawab Anggi tersenyum
"Aku turut berduka mendengar kamu keguguran kemarin, pasti kamu sangat sedih"
"Iya tante aku sedih banget, aku ga tahu kalo aku lagi hamil . Kalo aku tahu aku pasti akan menjaganya dengan sangat baik " ucap Anggi sedih
"Tidak apa-apa sayang, semuanya sudah takdir Tuhan .Kita tidak bisa melawan kehendaknya " ucap nyonya Diana kepada Sarah.
"Apa Sarah masih belum menerimamu ?" tanya nyonya Diana
"Ya.....?" tanya Anggi tidak mengerti
"Maksudku apa Sarah masih belum menerimamu jadi menantunya ?"
"Itu....." Anggi bingung menjawab pertanyaan nyonya Diana itu. Jika ia menjawab iya Anggi takut kalau dia di anggap menjelekan mertuanya.
"Tidak usah di jawab, aku sudah tahu jawabannya. Sarah memang menyebalkan punya menantu yang cantik dan imut masih saja mencari wanita lain, dasar orang aneh " kesal Diana
"Ternyata mamahnya David beda banget sama mertua gue, yang lebih mirip sama ratu dugong" gumam Anggi dalam hati.
Rama yang baru pulang dari kantor melihat Anggi sedang mengobrol dengan tantenya langsung menghampiri mereka.
__ADS_1
"Tante...." panggil Rama, mendengar ada yang memanggilnya nyonya Diana langsung menoleh ke arah Rama. Nyonya Diana langsung tersenyum ke arah Rama.
"Hai, keponakan tante yang tampan..." ucap nyonya Diana sambil memeluk Rama.
"Tante sudah lama di sini ?" tanya Rama
"Lumayan..." jawabnya, melihat Rama yang langsung memeluk Anggi saat pulang kerja membuat nyonya Diana tersenyum.
"Apa kau mencintai istrimu Rama ?" tanya nyonya Diana
"Tentu, lebih tepatnya sangat mencintainya " jawab Rama
Blusshhh
Wajah Anggi terasa memanas saat Rama dengan gamblang menyatakan cintanya di hadapan orang lain. Terdengar saat manis di telinganya.
"Woow kau pria yang sangat keren Rama, maaf ya David mengganggu hubungan kalian berdua. Kenapa anak itu malah menjadi seorang pebinor, tante juga heran " ucapnya sambil geleng-geleng kepala.
Rama dan Anggi merasa terkejut dengan keputuan tuan Darma dan nyonya Sarah tentang hukuman yang akan di terima oleh David. Namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa, karena itu semua sudah keputusan orang tua David dan juga demi kebaikan hubungan mereka berdua. David pun pergi dari rumah itu dengan perasaan campur aduk. Perasaannya sangat sulit untuk di ungkapkan.
Kini Rama dan Anggi sedang di kamar, Rama baru saja selesai mandi. Dan Anggi sedang bermain ponsel sambil tiduran di sana.
Rama langsung mendekap Anggi dan menempelkan bibirnya di ceruk leher Anggi sambil menciuminya dan menghirup aroma khas istrinya yang selalu membuatnya candu, dan sangat ia rindukan akhir-akhir ini.
"Kak Rama geli...." ucap Anggi karena sejak tadi suaminya terus menciumi lehernya.
Rama langsung mengangkat kepalanya dan melihat wajah istrinya yang cantik dan menggemaskan.
Cup
Satu kecupan pun mendarat di bibir mungil Anggi
"Apa sekarang sudah bisa ?" tanya Rama
"Bisa apa ?" tanya Anggi
__ADS_1
"Kita mencetak anak kita lagi, agar Rama junior cepat hadir di sini " ucap Rama sambil mengelus perut Anggi yang rata.
"Udah bisa tapi...." Anggi langsung menunduk bingung melanjutkan ucapannya.
"Tapi apa....?" tanya Rama penasaran
"Tapi aku takut kak..."
"Takut apa ?" tanya Rama
"Takut sakit lagi " ucap Anggi
Rama langsung tersenyum dan mencium Anggi dengan lembut.
"Aku akan melakukannya dengan perlahan " ucap Rama.
"Beneran pelan-pelan ya...." ucap Anggi
"Iya sayang...." ucap Rama sambil mencium bibir Anggi dengan lembut, ciuman yang lembut dan terus menuntut . Ciuman dari bibir turun ke leher Anggi dan meninggalkan jejak percintaanya di sana, hingga Anggi meringis. Apalagi tangan Rama kini sudah menyusup ke balik pakaian Anggi dan bermain dengan kedua benda kesukaannya di sana.
Hingga tanpa sadar lenguhan keluar dari bibir Anggi yang terdengar sangat menggoda di telinga Rama. Apalagi saat bibir Rama sudah menempel di benda kesukaanya dan menyesapnya secara bergantian. Hingga membuat tubuh Anggi terasa panas dan meminta sesuatu yang lebih.
Saatnya Rama akan melakukan penyatuannya dengan Anggi, wajah Anggi terlihat sangat takut namun Rama mencoba untuk menenangkannya.
Rama mengerti kenapa Anggi merasa takut, maka dari itu Rama melakukannya dengan perlahan agar Anggi tidak merasa kesakitan.
Dan penyatuan pun di mulai, Anggi mencengkram punggung Rama karena merasa takut. Dan Rama langsung mencium bibir nya dengan lembut agar fokus Anggi teralihkan. Hingga saat penyatuan pun Anggi tidak merasa kesakitan karena Rama melakukannya dengan sangat perlahan dan hanya kenikmatan yang mereka berdua rasakan.
Mereka pun melakukan penyatuan cintanya malam itu, untuk pertama kalinya kata cinta terucap dari mereka berdua saat melakukan penyatuan cintanya.
"Aku mencintaimu sayang....." ucap Rama
"Aku juga cinta sama kak Rama "ucap Anggi
πΈπΈπΈπΈπΈ
__ADS_1
Kasih Mimin hadiah ya ππππMimin udah double up nihh..... πππππ Besok hari senin Waktunya sumbangin vote kalian buat Timmy ππ