Tambatan Hati Timmy

Tambatan Hati Timmy
Bab 77


__ADS_3

Mendengar seorang gadis kecil eh tidak dia gadis remaja yang sudah memanggilnya Om, jiwa muda Stevan tidak terima dan memberontak. Karena Stevan baru berumur dua puluh tujuh tahun dia belum tua, Stevan pria matang dalam segala hal. Apalagi timun lokalnya sudah sangat siap diajak berperang ehh....


"Hey bocil, siapa yang kau panggil Om "ucap Stevan sambil melihat gadis itu yang sedang mengaduk-aduk makanan kucingnya. Ah iya di mata Stevan itu terlihat seperti makanan kucing. Karena berisikan tulang-tulang dan kaki ayam yang di campur dengan kuah merah pedas.


Namun gadis yang di tanya malah anteng menyuapkan makanannya ke dalam mulutnya yang kecil itu. Hingga Stevan bergidik ngeri melihat kaki ayam masuk ke dalam mulutnya.


"Oh Astaga, gadis itu membuat nafsu makanku jadi hilang" gumam Stevan


"Om ngomong sama aku? " tanya nya santai


"Tidak, aku sedang bicara sendiri "jawab Stevan asal


"Oh, kirain Om ngomong sama aku. Eh... Om bukan orang gila yang nyasar kan? "tanyanya hingga membuat Stevan tersedak karena dia sedang minum es teh manis, untuk mendinginkan otaknya yang terasa panas dari tadi. Sudah panas melihat bosnya bermesraan sekarang malah di panggil Om oleh gadis Abg. Sungguh hari yang tidak menyenangkan pikir Stevan.


Uhuk


Uhuk


Uhuk


"Hati-hati Om minumnya...? sambil menepuk-nepuk punggung Stevan.


Setelah agak baikan Stevan langsung memelototi gadis itu. "Aku tersedak gara-gara kau tahu..." ucap Stevan dengan kesal


"Kok jadi nyalahin aku? Om kan minum sendiri tadi" jawabnya tidak terima


"Kau bilang tadi aku orang gila, apa kau buta aku pria yang sangat tampan dan keren. Seenaknya saja bicara Kau mengatakan aku orang gila, dasar bocil " ucap Stevan dengan kesal tapi masih menahan suaranya karena di sana sedang ramai pengunjung. Stevan tidak mau dianggap sebagai orang yang suka memarahi anak kecil. Pamornya yang sangat baik akan rusak nanti. Oh....itu tidak boleh terjadi Ferguso, demi kerang-kerang yang ada di lautan bikini bottom Stevan tidak rela.


Namun yang lebih kesal lagi bocah ini malah anteng dan meneruskan makanannya.


"Aku bicara kaya gitu soalnyanya tadi Om bilang lagi ngomong sendiri, kan cuman orang yang ga waras aja yang suka ngomong sendiri " jawabnya santai sambil terus menyuapkan makanannya itu.


"Apa.... " ucap Stevan sambil menghela nafas kasar.


"Sabar.... Stevan sabarlah, dia hanya anak kecil kau harus mengalah padanya. Malu lah dengan umurmu yang sudah matang jika harus bertengkar dengan anak setengah matang sepertinya " Stevan geleng-geleng kepala sambil melihatnya.


"Dan jangan bilang aku bocil, usia aku udah pas buat di ajak nikah dan udah produktif buat bikin anak"jawabnya tidak terima


Stevan tertawa mengejek " sudah besar dari mananya, badanmu lurus semua dan pendek juga astaga... " ucap Stevan geleng -geleng kepala.


Gadis itu mencebikan bibir kesal lalu meminum minumannya. Malas berbicara dengan Stevan. Merasa menang akhirnya Stevan tertawa karena gadis ini sudah tidak menjawab lagi ucapannya.

__ADS_1


"Aku tuh emang masih dalam pertumbuhan Om, gadis seukuran aku tuh lagi seger-seger nya, ga kaya Om yang meskipun ganteng tapi udah alot karena kelewat mateng " ejeknya, membuat kepulan asap keluar dari kepala Stevan


"Dasar bocil enak saja kau bulan aku terlalu matang, usia ku sangat pas dalam kematangan " ucapnya bangga. Tapi gadis di depannya malah tertawa terbahak - bahak. Merasa kesal dengan tawa anak ini apalagi orang-orang mulai melihat ke arah mereka, Stevan pun menjewer telinga bocah itu.


"Awww....awww...." ucapnya


"Diam kau..... atau.... "


"Atau apa....? " jawabnya kesal


"Atau aku akan menjewermu lagi... " ucap Stevan.


"Enak aja, jangan main tarik-tarik kuping aku Om. Kalo kuping aku copot nanti gimana, om mau ganti? "tanya nya kesal sambil mengusap -usap telinganya yang merah akibat ulah Stevan.


"Tenang saja nanti aku ganti dengan telinga kucing "jawab Stevan asal.


"Huhh dasar, untuk ganteng jadi aku maafin" ucap gadis itu.


"Aku memang tampan.... "jawab Stevan


"Percuma ganteng tapi jomblo...." ledeknya, Stevan terkejut dengan ucapan gadis barusan dari mana dia tahu jika dia seorang jomblo.


"Ya tahu lah, kalo Om punya pacar Om pasti sekarang ga sendiri "ucap gadis itu asal


"Aku sudah punya pacar dan aku bukan jomblo" jawab Stevan


"Masa sihh, aku ga percaya ?"


"Benar bocil, sudahlah jangan cerewet kepalaku pusing " Jawa stevan


"Oke Om, nanti kalo Om ganteng jomblo kabarin aku ya "ucapnya dengan memberikan kertas berisikan nomor teleponnya


Stevan mengambil kertas itu dan melihatnya....


"Apa ini? " tanya Stevan


"Itu nomor hp aku, nanti telepon aku ya Om ga apa-apa jadi selingkuhan juga "ucapnya sambil tersenyum manis dan pergi dari sana .


"A-apa.... ahh dasar bocah " Stevan geleng-geleng kepala melihat kepergian gadis aneh itu. Stevan melihat kertas yang berisikan nomor ponsel itu yang bertuliskan namanya...


Sera.....

__ADS_1


"Sudah berkenalannya? " tanya Rama yang tiba-tiba ada di belakangnya. Stevan terkejut mendengar suara bosnya.


"T-tidak pak, saya tidak berkenalan dengan anak kecil itu " jawab Stevan


"Ga kenalan tapi tukeran nomor hp... " goda Anggi


"Benar nona, saya tidak bohong "jawab Stevan


"Sudahlah ayo kita pulang...." ajak Rama yang sebenarnya sudah selesai makan dari tadi, namun karena melihat Stevan yang tengah mengobrol dengan seorang gadis Rama dan Anggi memutuskan untuk menunggunya sebentar. Bukan kah sesuatu yang langka jika Stevan mengobrol dengan seorang gadis. Mereka pun akhirnya meninggalkan tempat itu dan menuju pulang ke rumah.


*


*


*


Di dalam mobil


"Mas Stev perempuan tadi namanya siapa? " tanya Anggi


"Tidak tahu nona "jawab Stevan


"Pura-pura ga tahu, kalo mas Stevan ga mau ngasih tahu nanti mas Stevan bakalan aku jodohin sama kenalan aku, boleh kan kak Rama aku jodohin dia sama kenalan aku " bohong Anggi


"Tentu sayang.... "jawab Rama sambil mengelus rambut Anggi dengan sayang.


"N-namaya Sera nona, itu yang tertulis di kertas tadi. Tapi saya tidak tahu itu benar atau tidak nama aslinya "jawan Stevan yang takut di jodohkan dengan kenalan istri bosnya. Stevan tidak bisa membayangkan jika ia nanti mempunyai istri seperti anak kambing bosnya. Kesabaran Stevan masih di bawah rata-rata untuk menghadapi perempuan seperti para istri 4R.


Minimal seperti istri asistent pelit itu, gadis cantik yang sudah matang. Ahhh mengingat itu Stevan jadi patah hati lagi, karena untuk pertama kali ia menyukai seorang gadis namun gadis itu malah sudah menikah. Dan parahnya dia menikah dengan asistent pelit dan aneh itu.


"Menyebalkan..... " gumam Stevan.


*


*


*


***like....like... like biar mimin semangat update 😘😘


jangan lupa point sama votenya ya udah double lohh ini ❤❤❤***

__ADS_1


__ADS_2