Tambatan Hati Timmy

Tambatan Hati Timmy
Bab 55


__ADS_3

Setelah selesai berunding dengan Anggi tentang program kehamilan, Rama pun pergi ke kantornya dan tinggalah Anggi di rumah sendiri karena semua orang di rumah itu sedang mengerjakan tugas mereka masing-masing. Anggi selalu merasa sendiri di rumah sebesar itu.


"Gue ga boleh kuliah, tapi gue bete di rumah mesti ngapain coba. Tiap hari kerjaannya cuman guling-guling aja lama-lama gue jadi kaya dadar guling" ucapnya sambil cekikikan sendiri seperti orang gila.


"Dasar ya Timmy, kenapa lo cinta banget coba sama anak unta, ya iyalah orang dia ganteng banget bikin gue gelap mata sama yang lain, cinta banget gue sama anak unta "ucapnya lagi bicara sendiri sambil berguling-guling di kasurnya tertawa cekikikan melihat foto Rama di ponselnya.


tok


tok


tok


Anggi melihat ke arah pintu yang tidak tertutup, Anggi yang sedang berguling kesana kemari terkejut saat melihat orang yang ada di depan pintu kamarnya, hingga ia terguling ke bawah ranjang.


Brukk....

__ADS_1


"Ahhh.... ya ampun" teriak Anggi, kemudian dia terbangun dan melihat ke arah orang yang mengetuk pintu barusan.


"Bisa kita bicara ?" ajaknya


"Astaga, ngapian tiba-tiba ratu dugong ngajakin gue ngomong, apa dia bawa lagi calon selir buat suami gue yang ganteng, oh tidak bisa marimar. Timmy akan menghadang siapa pun yang berani mengganggu suami gue yang ganteng dan keren, gue gak rela sumpah" gumam Anggi dalam hati.


Ya, yang mengetuk pintu kamar Anggi barusan adalah nyonya Sarah. Sepertinya pagi ini dia tidak berangkat ke kantor dan sengaja ingin bicara dengan Anggi. Mengingat dia dan tuan Wira adalah orang yang sangat sibuk.


"Bagaimana, bisa kita bicara ?" ajaknya lagi karena melihat Anggi hanya diam saja.


"Di sini saja, tidak apa-apa kan jika aku masuk kesini?" tanya nyonya Sarah.


"Tumben banget nih ratu dugong minta ijin segala, biasanya juga udah kaya banteng aja, main seruduk" Anggi masih bermonolog dengan hatinya.


"Boleh, ayo masuk tapi pintunya jangan di tutup " ucap Anggi.

__ADS_1


"Gue takut di cekek ratu dugong, kalo pintu di tutup kan nanti gue gampang kalo mau kabur, gak mungkin juga gue cekek mertua gue, nanti gue jadi menantu durhaka dong, aihh nanti bakal viral menantu durhaka vs mertua durjana" gumam Anggi dalam hati dan tanpa sengaja tergelak, karena membayangkan berita viral khayalannya, apalagi jika sampai di buat film di channel biawak tenggelam (anggap aja ada ya chanel itu 😁) sungguh gila anak kam-bing ini.


"Kenapa kau tertawa apa ada yang lucu ?" tanya nyonya Sarah pada menantunya yang aneh ini.


"Kenapa anak kam-bing ini tiba-tiba tertawa sendiri, apa dia sudah gila ? astaga kenapa akun jadi ikut -ikutan memanggilnya anak kam-bing" gumam nyonya Sarah dalam hati, karena dia sering mendengar Rama dan Anggi berdebat dengan embel-embel anak kam-bing dan anak unta. Jadi dia tahu julukan menantunya yang aneh bin ajaib itu.


"Aku ingin bicara tentang Rama " ucap nyonya Sarah saat duduk di sofa di kamar Rama. Nyonya Sarah tersenyum tipis saat melihat nuansa kamar Rama yang menjadi berbeda. Karena hiasan pernak-pernik lucu dan juga ada beberapa boneka, dan yang paling mencolok adalah di sana ada boneka anak kam-bing si Timmy yang lengkap dengan dotnya. Membuat nyonya Sarah tanpa sadar tersenyum.


Anggi yang melihat senyuman mertuanya mendadak merasa merinding, karena tidak biasanya mertuanya yang galak itu tersenyum.


"Aihhh, mertua kemasukan hantu apa, kenapa dia senyum-senyum sendiri" gumam Anggi dalam hati.


Anggi memutuskan untuk bicar a duluan kepada nyonya Sarah, agar mertuanya yang menakutkannya ini segera pergi dari kamarnya. Karena jujur saja Anggi merasa sangat tidak nyaman dengan keberadaan mertuanya di sana. Membuatnya. sangat sesak walau hanya untuk bernafas.


🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒

__ADS_1


Mimin bakal up 2 bab ya, cuman reviewnya ga barengan. Like nya dong biar mimin semangat up ya 😘😘 poin sama votenya juga di tunggu. Komennya juga walau cuman next aja udah bikin hati mimin berbung-bunga, bukan lebay tapi emang mimin seneng banget kalo kalian komen 😍😍😍


__ADS_2