Tambatan Hati Timmy

Tambatan Hati Timmy
Bab 61


__ADS_3

Pagi menjelang di ufuk timur cahaya mentari sudah mulai nampak memperlihatkan keindahannya dan memberi kehangatan penduduk bumi. Burung-burung berkicau dengan riangnya, tetesan embun masih sedikit nampak dedaunan dan pohon. Memperlihatkan suasana pagi yang sangat indah.


Di sebuah rumah sederhana tampak seorang gadis tengah sibuk memasak untuk sarapan pagi dan juga membuat bekal untuknya dan juga untuk penghuni kontrakannya.


Danisa tengah sibuk mempersiapkan bekal dan sarapan untuk dirinya dan juga David. Karena jika membawa bekal dari rumah akan lebih hemat dan juga bisa kenyang begitu pikir Danisa.


"Nobi aku mau minum teh hangat tolong buatkan ya" tiba-tiba David datang kesana dan sudah siap untuk berangkat, ucapan David membuat Danisa berdecak sebal.


"Tangan dan kakimu masih normal kan buat sendiri sana, memanngnya kau tidak lihat kalau aku sedang sibuk" ucap Danisa dengan kesal.


"Hey, ceritanya kau kan ibuku jadi kau yang harus menyiapkannya " jawab David santai sambil tersenyum, benar-benar menyebalkan menurut Danisa.


"Aku ga mau punya anak kaya kamu, nyusahin bikin pusing aja "ucap Danisa ketus


"Jika membuat anak denganku apa kau mau? " goda David dengan mode palyboynya keluar.


"Asataga dasar omes.... awas ya kalau berani macam-macam sama aku, aku bakalan potong senjata kamu terus aku bakal masak " ucap Danisa.


"Oh astaga, si Nobi jika sedang marah sangat menakutkan "ledek David.


"Makanya jangan macem-macem sama aku" ucapnya sambil masih sibuk memasukan nasi ke dalam kotak nasi.


"Oke... oke aku akan membuat teh ku sendiri, tapi jangan potong senjata kebangganku. Jika terpotong bagaimana kita akan membuat anak nanti " ucap David sambil tertawa. Ternyata menggoda gadis kecil ini lumayan menghibur hatinya.


"Dasar manusia omes, buatkan dua ya aku juga mau" Pinta Danisa


"Baiklah, karena aku sedang baik aku akan membuatkannya" ucap David.


Kini mereka sudah duduk di meja makan dan bersiap untuk sarapan. "Oh ya, nanti kamu pulang duluan aja aku mau belanja dulu, masih hapal kan jalannya " ucap Danisa.


"Tentu aku hapal, aku bukan orang bodoh yang lupa. jalan lalu tersesat "jawab David sambil memasukan nasi ke dalam mulutnya.


"Belikan aku kopi, aku mau minum kopi " pinta David


"Mana uangnya.... " ucap Danisa


"Oh, astaga gadis ini benar-benar pelit, kau kan bisa pakai dulu uangmu nanti aku akan menggantinya. Apa kau masih ada hubungan darah dengan asistent pelit itu, apa jangan-jangan kau ini adiknya " ucap David.


"Aku ini anak tunggal ga punya sodara, aku bukan pelit, tapi segala sesuatu perhitungannya harus jelas kan "jawab Danisa santai. David pun memberikan uang berwarna hijau pada Danisa, Danisa pun langsung mengambilnya dan memasukannya ke dalam saku bajunya.

__ADS_1


David hanya geleng-geleng kepala melihat si nobita yang sangat perhitungan.


Setelah selesai sarapan mereka berdua pun langsung pergi bekerja, seperti biasa dengan berjalan kaki. Kehidupan David benar-benar berubah seratus delapan puluh derajat. Biasanya kemana-mana ia akan menggunakan mobil sportnya tanpa kekurangan uang sedikit pun. Dan sekarang untuk mengeluarkan uang berwarna ungu saja. ia harus berpikir ulang, takut jika uangnya tidak akan cukup sampai gajihan. Benar-benar miris.


*


*


*


Seperti biasa para karyawan bagian kebersihan akan datang paling pagi dari karyawan lainnya. Karena mereka harus membersihkan kantor sebelum para staf datang.


Danisa tengah mengepel ruangan kantor itu, tapi di sana sudah pria yang baru Danisa lihat datang ke kantor. Sepertinya pria itu adalah karyawan baru, karena Danisa dan David belum pernah melihatnya. Tapi pria itu memakai setelan jas yang sangat rapi dan sangat berbeda dari staf lainnya.


"M-maaf pak, saya akan membersihkan ruangan ini sebentar" ucap Danisa kepada pria itu.


Pria itu pun tersenyum ke arah Danisa dan mempersilahkan Danisa bekerja. Pria itu terus memperhatikan Danisa yang sedang membereskan kantor itu. Tubuh kecil itu bekerja dengan cekatan sambil sesekali membetulkan kacamatanya yang melorot, membuat pria itu tersenyum saat melihatnya.


"Gadis yang manis.... " gumamnya, dan gumaman itu terdengar oleh David yang sedang mengepel lantai di sana.


David tersenyum sinis dan merasa tidak suka mendengar pria itu memujinya. "Nobita itu tidak ada manis-manisnya seperti air dari pegunungan, dia itu gadis yang sangat pelit dan perhitungan " tiba-tiba David berucap hingga orang itu menoleh.


"Maksudmu gadis kecil itu? "tanyanya, David mengangguk. "Tentu saja siapa lagi " jawab David acuh.


"Itu.... itu karena aku adalah sepupunya, ya aku adalah sepupunya "jawab David


"Kenapa aku tidak suka mengenalkan diri sebagai sepupunya si Nobita "gumam David dalam hati.


"Silahkan pak, semuanya sudah beres anda bisa mulai bekerja "ucap Danisa


"Terima kasih " ucapnya sambil tersenyum


"Apa anda karyawan baru di sini? " tanya Danisa


"Ya....? "


"Iya karena saya belum pernah melihat anda di sini" ucap Danisa tersenyum. Pria itu malah tertawa mendengar ucapan Danisa.


Pria itu mengulurkan tangannya kepada Danisa "Perkenalkan saya adalah..... "

__ADS_1


"Saya David.... " jawab David sambil menjabat tangan pria itu yang sudah mengulurkan tangannya.


"Dan ini sepupu saya Nobita, senang berkenalan dengan anda pak, kami permisi " ucap David sambil menarik tangan Danisa pergi dari sana.


Danisa membungkukkan kepalanya sambil tersenyum kepada pria tadi, karena merasa tidak enak sudah di tarik David duluan sebelum menjawabnya.


*


*


*


"Hey kamu tuh kenapa sih ga sopan sama orang" ucap Danisa yang kini sudah ada di ruangan khusus untuk petugas kebersihan.


"Jangan sembarangan berkenalan dengan seorang pria yang tidak di kenal, apalagi kau itu seorang gadis " ucap David


"Ya makanya kenalan jadi kita bisa tahu" jawab Danisa.


"Berisik.... menurut saja kau Nobi" kesal David sambil meninggalkan Danisa dan membuat minuman untuk para staf yang akan datang sebentar lagi.


"Dasar jerapah aneh... " kesal Danisa sambil pergi mengerjakan tugas yang lainnya.


"Di lantai atas Danisa sedang membersihkan kaca - kaca kantor itu dengan menggunakan tangga. Dia bersama temannya membersihkan kaca itu. Karena akan sangat sulit jika bekerja sendiri.


"Ya ampun, gini amat ya cari uang "ucap Danisa


"Iya, orang kaya kita kalo pengen uang haris penuh perjuangan. Coba kalo kita jadi orang kaya enak kali ya " ucap teman Danisa.


"Kalo kita jadi orang kaya ga usah kerja tinggal duduk manis aja maemunah.... " mereka berdua tertawa.


"Enak aja nama gue Santi malah jadi maemunah dasar julaeha.... " ucap Santi hingga mereka tertawa bersama. Hingga saat asik tertawa seorangbstaf wanita menegur mereka berdua.


"Hey, kalian berdua jika bekerja itu yang benar jangan banyak bercanda, kalian hanya makan gaji buta saja " ucapnya dengan ketus.


"Maaf bu.... " ucap mereka bersamaan. Setelah itu ia pergi dan langsung meninggalkan mereka berdua dan tanpa sengaja menyenggol tangga yang sedang di naiki oleh Danisa. Hingga Danisa terjatuh dari tangga yang sedang di naikinya.


Brughhhh.....


"Aaaarkkhhh..... " teriak Danisa

__ADS_1


"Danisa.....!!!! "


Kasih like dan poin seilkhlasnya dong.... biar semangat up nya 💙💙💙


__ADS_2