
"Dasar Nobita menyebalkan....!!!" kesal David, baru kali ini ada seorang gadis yang tidak terpesona pada ketampanannya selain Anggi. Apalagi gadis itu terlihat hanya seorang gadis sederhana yang juga memakai kacamata tidak ada istimewanya sama sekali pikir David.
"Arghhhh....panas sekali di sini " kesal David. Karena kelelahan akhirnya David tertidur juga. Hingga pagi menjelang David pun terbangun dan kemudian dia bergegas untuk mandi. Saat mandi David berdecak kesal karena tidak ada air hangat, David ingin mandi dengan air hangat karena dia tidak terbiasa mandi dengan air dingin. Tapi apa boleh buat tidak ada air panas di sana, David pun mandi dengan air dingin. David harus terbiasa menjalani kehidupannya yang sekarang dia harus bisa melewatinya. Agar dia tidak merasa tersiksa.
"Lapar sekali " gumam David karena semalam dia tidak makan malam. David baru ingat kalau dia punya mie instan, tapi sialnya tidak ada tempat untuknya memasak, "bagaimana ini, tidak mungkin aku makan mie mentah kan. Itu tidak akan kenyang " ucapnya.
Akhirnya dia memutuskan untuk ikut memasak mie instan di rumah pemilik kontrakannya. Setelah mengetuk pintu, gadis itu pun langsung membuka pintunya.
"Ada apa ?" tanyanya
Sambil memegang satu bungkus mie instan David berdiri di depan pintu, keadaan David benar-benar memprihatinkan. Seorang CEO tampan kini berada di depan pintu rumah orang dengan sambil memegang satu bungkus mie instan.
"Aku, aku ikut memasak mie instan perutku lapar dan belum sarapan " ucapnya, gadis itu menatap kasihan kepada David.
"Ini masih pagi dan kau mau makan mie instan?" tanyanya
"Iya, bolehkan Nobita "ucap David, hingga membuat gadis itu berdecak sebal .
__ADS_1
"Nama aku bukan Nobita, nama aku Danisa "jawab gadis itu.
"Terserah , boleh tidak perutku lapar dan sebentar lagi aku harus bekerja " ucap David
"Gak boleh..." ucap Danisa
"Dasar pelit..." ucap David
"Kamu ga boleh makan mie pagi-pagi, aku tadi masak nasi goreng buat sarapan dan kebetulan aku masak lebih, kamu mau ga ?" tawar Danisa
David yang merasa sangat lapar langsung mengangguk menerima tawaran Danisa, David pun di persilahkan masuk oleh Danisa dan duduk di meja makan Danisa juga membuatkannya teh manis untuk David.
"Kalau kamu mau aku bisa buatin kamu sarapan dan bekal makan siang" tawar Danisa, hingga membuat David senang.
"Tapi gak gratis, kamu harus bayar " ucap Danisa tersenyum, namun David tersedak saat mendengar makanan yang ia makan harus di bayar. David pikir Danisa kasihan padanya, tapi ujung-ujungnya gadis itu malah minta bayaran.
uhuk
__ADS_1
uhuk
uhuk
Danisa pun langsung memberikan air minum untuk David.
"Jadi makanan yang aku makan sekarang harus aku bayar ?" tanya David setelah berhenti terbatuk-batuk.
"Buat yang sekarang aku kasih gratis , dan aku juga udah siapin bekal makan siang buat mas jangkung, nihh..." ucap Danisa sambil memberikan satu kotak makan siang. Karena Danisa tahu kalau David selalu membeli makan di kantin dengan harga yang lumayan, sangat sayang untuk pegawai cleaning servis sepertinya. Gajinya akan habis hanya untuk makan dan tidur saja.
"Ternyata kau gadis mata duitan...." ucap David, tapi sepertinya gadis itu tidak tersinggung sama sekali.
"Hidup itu realistis mas jangkung, apalagi aku hidup cuma sebatang kara, aku mesti ngandelin diri aku sendiri buat bertahan hidup. Gimana mau ga ? nanti sarapan sama makan siangnya aku buatin " ucap Danisa
"Aku ingin sekalian dengan makan malamnya " jawab David
"Oke dehh, aku nanti bakal siapin mulai dari sarapan bekel makan siang samoe makan malam. Sebagai bonusnya aku bakalan kasih tahu mas jangkung jalan pintas ke tempat kerja biar deket jadi ga usah naik angkot, lumayan kan bisa menghemat ongkos " ucap Danisa tersenyum bangga karena sudah memberikan bonus pada David.
__ADS_1
David geleng-geleng kepala melihat gadis di depannya ini. Bonus jalan pintas katanya, ternyata kehidupan orang biasa sangat aneh menurut David. Akhirnya pagi ini David pergi bekerja bersama dengan Danisa melewati jalan pintas, lumayan menghemat pengeluarannya.
Aku udah duoble up nihh.....kasih mimin hadiah ya 😁😅😅