Tambatan Hati Timmy

Tambatan Hati Timmy
Bab 85


__ADS_3

"Apa...? " tanya Stevan merasa bingung


"Aku kaya melayang-layang ini, ya ampuuun Om ganteng bakal jadi pacar aku..." ucapnya girang


"Ralat, pacar pura - pura " ucap Stevan


"Haahh.... " serasa di ajak terbang kemudian di dorong ke bawah lautan. Kejam sekali....


"Aku memintamu untuk pura-pura jadi pacarku... " ucap Stevan tapi Sera malah diam saja. Mungkin gadis kecil itu masih schok mendengar permintaan Stevan yang terasa aneh.


"Aku akan membayarmu tenang saja, aku akan membayar lima kali lipat dari gajimu... " ucap Stevan lagi, Sera tampak berpikir dulu kemudian dia tersenyum.


"Okelah siap, tapi aku minta dp nya dulu sisanya nanti aja di depan penghulu di bayar tunai "jawab Sera, hingga Stevan cengo melihat kelakuan gadis ini.


"Astaga.... ternyata kau lebih bar-bar dari anak kambing... " ucap Stevan


"Gimana setuju ga....? " ucap Sera tanpa mempedulikan Stevan yang shock dengan ucapannya


"Terserah kau saja, nanti pulang kerja kau harus ikut aku mengerti. Kau harus di beri les dulu " ucap Stevan sambil pergi duduk di sofa yang ada di sana. Sera bingung kenapa harus ada les segala. Les semacam apa pikirnya apa pelajaran tentang memegang tangan yang mesra atau memegang-megang yang lainnya.


Wuoahh pikiran titisan anak kambing sedang berkelana di dunia khayal ternyata. Sera berdiri sambil tersenyum -senyum membuat Stevan berdecak kesal melihatnya.


"Hey anak biri-biri " panggil Stevan


"Tidak salah kan aku memanggilnya anak biri-biri karena dia titisan anak kambing. Yang sebentar lagi akan menjadi salah satu personil anak pokemon. Aiih bicara apa aku ini "


"Apa Om sayang, maaf pikiran Sera barusan sedang melayang-layang... " jawabnya sambil menghampiri Stevan dan duduk sangat dekat dengan Stevan. Hingga Stevan merasa terkejut karena hatinya baru saja akan melompat dari tempatnya. Untung saja Stevan sigap hingga hatinya ia tangkap kembali sebelum di tangkap oleh Sera. Ya ampun Stevan ini berpikir apa sihh dari tadi.


"Jangan dekat - dekat, menjauhlah sedikit " pinta Stevan.

__ADS_1


"Om gimana sihh katanya kita pacaran, ya harus deket dong " jawab Sera tidak terima di minta menjauhi pria pujaannya.


"Pura-pura bocah, pura-pura.... kau dengar itu " Stevan mendorong kening Sera dengan telunjuknya. Hingga Sera kesal mengerucutkan bibirnya.


"Astaga dia imut sekali, aku jadi ingin mencium bibirnya pasti sangat ahhh.... " Stevan menyadarkan didrinya lagi dan langsung pura-pura berwibawa di depan Sera.


"Kenapa kau jadi cemberut....?" tanya Stevan


"Sera kesel pacar Sera ga mau di pegang... " Sera masih menekuk wajahnya kesal. Stevan jadi merasa bingung kenapa dia seperti sedang pacaran betulan saja dengan Sera.


"Kenapa kau jadi marah...? " Stevan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Bukan marah, tapi kesel... di bujuk dong biar ga marah lagi " ucap Sera.


"Aku tidak bisa membujuk seorang gadis, aku tidak berpengalaman " jawab Stevan memalingkan muka


"Beneran....? " tanya Sera dengan wajah bersinar seterang lampu jalan.


"Ya ampun ternyata Om bujangan ting-ting" ucapnya girang. Sontak saja Stevan kesal karena ucapan Sera sama dengan yang di ucapkan teh celup itu .


"Jangan panggil aku begitu, aku tidak suka " kesal Stevan.


"Oke siap Om... " jawab Sera sambil tersenyum. Benar-benar ajaib gadis ini, barusan dia kesal dan merajuk tapi sekarang dia sudah tertawa lagi.


"Oh ya Om, kenapa les nya ga sekarang aja. Sera udah siap banget nihh.... " ucap Sera.


"Astaga bocah ini, sepertinya aku harus mempersiapkan kesabaran yang luar biasa demi gadis ini" Stevan geleng-geleng kepala.


"Bukankah kau sedang bekerja. ?" tanya Stevan

__ADS_1


"Sebentar lagi juga pulang aku kan masuk shif pagi" jawabnya santai.


"Jadi kau ingin bolos begitu...?" tanya Stevan.


"Kasih ijin dong Om sayang.... " ucapnya tidak tahu malu.


"Jangan panggil aku Om terus, aku belum tua bocah" kesal Stevan.


"Oke dehh mas pacar...." jawabnya sambil tersenyum


"Baiklah, aku minta kau jaga sikapmu jangan terlalu bar-bar" pinta Stevan


"Oke bos... " sambil mengacungkan kedua jempolnya.


Hufftt....


"Apa lagi ya aku bingung, orang pacaran itu biasanya seperti apa? " Stevan mengusap tengkuknya merasa serba salah. Sera tertawa melihat sikap Stevan. yang menurut Sera sangat lugu. Padahal Stevan pria yang tampan dan mapan, tapi dia tidak pernah pacaran. Sera semakin yakin jika Stevan pria yang sangat baik


Sera gadis yatim piatu yang tiga tahun terakhir ini. hidup sendiri sangat merindukan yang namanya kasih sayang. Hingga saat melihat Stevan hatinya terketuk dan sangat ingin mengenalnya lagi lebih dalam.


"Mas pacar beneran ga tahu, orang pacaran mesti ngapain? " tanya Sera, Stevan menggelengkan kepalanya.


"Oke deh, karena Sera orangnya baik hati Sera ajarin sedikit mau ga? " Karena Stevan merasa tidak berpengalaman akhirnya ia mengangguk pasrah. Sera senang melihat reaksi Stevan dan langsung mendekatinya dan meletakan kedua tangannya di bahu kekar Stevan lalu mencium pipi pria tampan itu.


Serasa bagai tersengat listrik, Stevan tidak bergerak sama sekali. Dia merasakan bibir mungil dan lembut itu menempel di pipinya.


*


*

__ADS_1


*


Jam segini mimin udah double up nihh, mana dong hadiahnya 😘😘😘


__ADS_2