Tambatan Hati Timmy

Tambatan Hati Timmy
Bab 65


__ADS_3

Hari minggu waktunya beres -beres untuk Danisa dan David, mereka bekerja sama untuk membersihkan rumah dan juga kontrakan itu. Agar tempat itu terlihat lebih bersih dan nyaman. Danisa terlihat membawa beberapa genteng rumah dan menyerahkannya kepada David.


seumur hidup baru kali ini David melakukan pekerjaan membetulkan genteng rumah. Karena semalam hujan dan kamar yang di tempati David bocor, terpaksa ia membetulkannya hari ini. Karena ia tidak mau tertidur di samping ember dan terkena cipratan air hujan.


"Hey Nobita pegang tangganya jangan sampai tangganya jatuh, jika sampai jatuh kau harus bertanggung jawab padaku" ucap David yang sedang berada di atas tangga dengan Danisa yang memegang tangganya di bawah.


"Iya tenang aja nanti aku tanggung jawab, dasar suneo bawel "ucap Danisa sambil memegang tangga.


"Oh astaga Nobita ini tinggi sekali aku takut jatuh..!!!" teriak David dari atas genteng.


"Kamu itu laki-laki bukan sihh, benerin genteng aja takut, malu sama badan dong... tinggi gede tapi naik tangga gemeteran " ledek Danisa dari bawah


"Hey anak pendek, ini tidak ada hubungannya dengan badan...!!!" ucap David masih berteriak dari atas genteng.


"Cepetan ihh, mau tidur lagi sama ember... !!!"


"Tidak mau...!!!" kesal David


"Ini sangat merepotkan, mamah papah...apa kalian sudah melupakan anakmu yang tampan ini" gumam David.


*


*


*


Di sebuah rumah besar sepasang suami istri setengah baya tengah tertawa dengan senangnya. Melihat anak semata wayangnya tengah berada di atad genteng rumah dengan mimik wajah ketakutan. Ya mereka adalah orang tua David tuan Darma dan nyonya Diana. Nyonya Diana dan tuan Darma memang sengaja menyuruh orang untuk memantau apa saja kegiatan David selama masa hukuman. Agar mereka tahu apa saja yang anaknya lakukan selama di luar sana.


"Astaga anakku yang tampan jadi seperti si ongky..." ucap nona Diana sambil tertawa


"Dia mirip anak koala yang kehilangan induknya" timpal tuan Darma. Mereka berdua pun tertawa melihat foto David yang di kirimkan oleh orang suruhan mereka.


"Apa kita akan menjemputnya, aku kasihan dengannya " ucap nyonya Diana.


"Sepertinya hukumannya sudah beres, kita jemput saja " sambung tuan Darma.


Nyonya Diana pun tersenyum senang "baiklah besok suruh orang untuk menjemput David, aku sudah merindukan anakku " ucap nyonya Diana dan tuan Darma pun mengangguk.


*

__ADS_1


*


*


Setelah selesai membetulkan genteng mereka berdua tengah beristirahat dan meminum minuman dingin dan memakan cemilan yang di buat oleh Danisa.


Mereka berdua asik mengobrol, namun ada saja yang mereka debatkan. Nobita dan Suneo tidak pernah akur, mereka akan akur jika mulut mereka sedang mengunyah makanan dan saat sedang tidur saja.


"Hey Danisa.....!!! "teriak seorang wanita bertubuh tambun dengan berbagai perhiasan menempel di tubuhnya. Tubuh tambun itu sudah mirip seperti toko mas berjalan saja.


"B-bu Rima.... " ucap Danisa


"Ini sudah masuk jatuh tempo Danisa, mana uang saya....!!" ucap wanita tambun yang bernama Rima itu.


"Bukankah masih ada waktu satu minggu lagi ?" tanya Danisa.


"Di sini saya yang punya uang, jadi terserah saya dong " jawabnya pongah.


"Masalahnya sekarang uangnya masih kurang, satu minggu lagi saya gajihan jadi saya nunggu gajian dulu ya bu " pinta Danisa dengan memelas.


"Dasar bocah, awas saja jika kamu tidak membayarnya minggu depan rumah ini akan saya sita, kebetulan sudah ada orang yang menawarnya.


"Lohh kok gitu, tiap bulan aku bayar kan. Kenapa rumah saya mau di sita? " ucap Danis terkejut, sedangkan David masih menyimak obrolan mereka karena belum mengerti apa yang sedang mereka bicarakan.


"Kok ibu gitu, itu keluar dari perjanjian lohh..." ucap Danisa dengan wajah yang berkaca-kaca menahan tangisnya


"Saya bilang terserah saya....!!! " jawabnya dengan berteriak, membuat David merasa kesal dengan wanita tambun itu.


"Maaf nyonya, bukankah bisa dibicarakan baik-baik kenapa anda harus berteriak " kesal David.


"Orang luar jangan ikut campur " deliknya


"Jika saja bukan wanita tua sudah aku congkel matanya dari tadi " Gumam David


"Saya kasih waktu sampai kamu gajihan, awas kalo kamu tidak bayar. Saya jual rumah ini.... " ucapnya sambil pergi meninggalkan Danisa dan David di sana.


Danisa sudah tidak bisa menahan tangisnya sekarang, ia. menangis setelah wanita itu pergi. David membawanya ke dalam karena takut ada yang melihat jika Danisa tengah menangis.


Kini mereka berdua sudah ada di dalam rumah dan duduk di ruang tamu. " Katakan padaku apa yang terjadi? " tanya David.

__ADS_1


"Dulu aku meminjam uang untuk berobat ayah dengan jaminan rumah ini. Karena saat itu aku sedang membutuhkan uang banyak untuk pengobatan ayah. Meskipun akhirnya ayah meninggal" Danisa menangis tersedu membuat David tidak tega dan langsung membawa tubuh kecil itu kedalam pelukannya.


"Ahh, andai saja keadaanku tidak seperti sekarang. Aku pasti akan membantumu Nobita " gumam David dalam hati. David semakin memeluk erat tubuh rapuh itu merasa bersalah karena tidak bisa membantunya.


*


*


*


Di kediaman Wijaya


Rama melihat istrinya sibuk mencatat sesuatu entah untuk apa semua catatan itu. Jadi dia memutuskan untuk bertanya. "Hey Timmy apa yang sedang kau lakukan dari tadi ?" tanya Rama.


"Aku lagi bikin daftar ngidam buat kak Rama... " ucapnya santai.


"Ngidammu itu di rencanakan Timmy, tidak ada ngidam seperti itu " jawab Rama


"Aku mau ngidamnya itu teratur kak... jadi nanti kak Rama nya ga repot. Kurang perhatian gimana coba aku sama suami aku yang ganteng "jawabnya enteng hingga Rama ingin sekali menjitak kepala istrinya itu.


"Kita atur jadwal dulu untukmu periksa baru membuat jadwal ngidammu " Rama menarik istrinya ke tempat tidur dan menyimpan buku dan balpoint istrinya.


"Aku lelah seharian ini, peluklah aku " ucap Rama yang memeluk tubuh kecil itu dan menyusupkan kepalanya ke leher Anggi. Anggi langsung mendekap tubuh Rama dengan sayang dan membelai rambut suaminya.


"Hari ini aku sangat bahagia karena istriku yang cantik ini tengah hamil anakku " ucap Rama sambil mengusap perut Anggi yang masih rata.


"Aku juga bahagia banget, aku bakal jaga anakku baik-baik aku ga mau kaya kemarin lagi " ucap Anggi dengan nada sedih.


"Yang terjadi biarlah, itu adalah pelajaran agar kita bisa menjaga anak kita dengan lebih baik lagi " ucap Rama dan Anggi pun mengangguk mengerti.


"Ingatlah, jangan pergi tanpa aku mengerti..." ucap Rama lagi.


"Iya, tapi kak Rama mesti nganter aku kemana pun aku mau pergi " ucap Anggi


"Siap tuan putri...ehh salah anak kambing.... "jawab Rama sambil tertawa dan semakin memeluk Anggi dengan erat.


"Dasar anak onta nyebelin.... " ucap Anggi sambil memukul punggung Rama.


*

__ADS_1


*


Aku udah up double nihh.... minta hadiahnya ya dengan poin, vote like dan komen 😊💕💕💕


__ADS_2