Tambatan Hati Timmy

Tambatan Hati Timmy
Bab 40


__ADS_3

Setelah perbincangan itu tuan Wira dan nyonya Sarah pergi kembali untuk ke kantor, namun Rama masih setia menunggu Anggi di rumah sakit. Semua pekerjaannya dia percayaka kepada asistentnya Stevan.


Anggi mulai sadar dan membuka matanya, melihat Anggi sadar Rama pun langsung menghampirinya. "Kamu sudah bangun, apa kamu menginginkan sesuatu ?" tanya Rama


"Aku pengen minum kak " ucap Anggi karena tenggorokannyanterasa sangat kering sambil mencoba untuk bangun dan Rama pun langsung membantunya. Kemudian memberikan minum pada Anggi.


"Apa ada yang kau butuhkan lagi ?" tanya Rama lagi


Anggi terlihat bingung dan malu mengatakannya kalau dia ingin ke kamar mandi. "Ada apa ? kenapa malah diam, katakan saja " ucap Rama sangat lembut sambil membelai sayang rambut Anggi.


"Nih anak onta kok jadi romantis gini sih" gumam Anggi dalam hati.


"Kenapa ?" tanya Rama tersenyum melihat Anggi seperti sedang berpikir.


"Gilaaaa, laki gue ganteng bangeeeett. Gue pengen cium boleh ga sihh " Anggi masih bermonolog dalam hatinya


"Kau sangat aneh, kenapa melihat ku seperti itu " Rama semakin mendekat kepada Anggi


"Stop kak....." ucap Anggi tiba-tiba. Rama agak terkejut dengan sikap istrinya bukan kah semalam mereka sudah saling mengatakan perasaannya masing-masing, kenapa dia mendadak berubah begini. Apa istrinya marah karena Rama tidak bisa menjaganya.


"Ada apa ?" tanya Rama dengan wajah serius, hinga terlihat semakin tampan di mata Anggi.


"Kak Rama jauh-jauh jantung aku deg-degan liat kak Rama " ucap Anggi hingga membuat Rama tertawa.

__ADS_1


"Dasar anak kam-bing aku pikir kenapa" ucap Rama sambil mengacak-acak rambut Anggi dengan gemas.


"Abisnya kak Rama mendadak ganteng banget, aku kan jadi nervous" ucap Anggi, Rama pun langsung memeluk Anggi dengan sayang. "Selama ini kau kemana saja, bukan kah aku sangat tampan dari dulu.


Anggi hanya diam saja menikmati pelukan dari Rama yang terasa hangat.


"Kak Rama ?" panggil Anggi


"Ada apa ?" masih dalam posisi memeluk Anggi


"Aku mau pip*s "jawabnya pelan. Rama langsung melepas pelukannya dan tersenyum.


"Ayo, aku akan menggendongmu " ajak Rama


"Akhh....ssshhhh" Anggi mendesis kesakitan


"Diamlah aku akan menggendongmu " ucap Rama sambil menggendong istrinya. Rama pun langsung menggendong Anggi ke kamar Anggi dan mendudukannya di sana.


"Kak Rama panggilin suster aku takut..." rengek Anggi


"Kenapa ? ada aku di sini aku akan menjagamu" jawab Rama


"Kayanya ada darahan dehh, aku takut panggilin suster aja " ucapnya lagi

__ADS_1


"Baiklah tunggu " Rama pun segera pergi untuk memanggil suster untuk membantu istrinya. Setelah di panggil suster pun datang untuk membantu Anggi, dan Rama pun ada di sana untuk menungguinya. Walau Anggi terus menyuruhnya keluar namun Rama tetap berada di sana membuat Anggi sangat malu .


"Kak Rama keluar aku malu " usir Anggi


"Tidak mau, lagi pula kau tidak usah malu aku sudah melihat semuanya, suster cepat bantu istriku" ucap Rama enteng membuat wajah Anggi memanas karena malu dengan ucapan suaminya.


"Dasar anak onta nyebelin " ucap Anggi pada suaminya, namun Rama sama sekali tidak peduli pada omelan Anggi.


Setelah suster membantu Anggi suster itu pun kembali keluar dan Rama menggendong Anggi lagi ke tempat tidurnya.


"Jangan cemberut wajahmu jadi jelek" ucap Rama


"Aku malu tahu " masih dengan wajah marahnya namun Rama hanya tertawa menanggapi istrinya.


"Kenapa harus malu, aku ini suamimu "


"Iya suami mesum...."


"Biar saja aku mesum pada istriku"


"Anak onta nyebelin....!!!"


"Anak kam-bing gemesiinnnn" ucap Rama menirukan gaya Anggi bicara. Hingga Anggi pun ikut tertawa melihat anak untanya ternyata bisa bercanda.

__ADS_1


__ADS_2