
Akibat kecupan tidak seberapa itu Stevan sampai tidak tidur, Stevan terus membayangkan bibir kecil itu menempel di pipinya. Masih terasa sekali benda kenyal itu di pipinya. Hingga Stevan gelisah semalaman. Di pipi saja rasanya sudah luar biasa, bagaimana jika di bibirnya. Oh ya ampun Stevan yang lugu menjadi Stevan yang mesum.
Stevan berguling - guling di kasurnya, dia jadi membayangkan acara ritual aye-aye bersama dengan Sera.
Aarrgghhh....
"Aku pasti sudah gila... " Stevan berteriak frustrasi di kamarnya. "Sera awas kau.... " kesal Stevan karena gara-gara gadis kecil itu Stevan tidak bisa tidur.
"Sedang apa ya dia sekarang " Stevan kini tengah tiduran lagi sambil melipat tangannya dan di simpan di bawah kepalanya sedangkan pandangannya menatap langit-langit kamarnya dengan pikiran menerawang membayangkan Sera biri-biri kecilnya.
"Sebenarnya aku ini pacaran betulan atau tidak sihh dengannya ? aku merasa sangat rugi jika menjadi pacar pura-pura saja. Karena dia sudah mencium pipiku. Oh ya ampuuunnnnn" Stevan berguling-guling lagi di kasurnya. Sungguh tidak tahu malu Stevan ini, wajah tampan dan bertubuh kekar tapi kalah dengan ciuman di pipi yang dilakukan oleh gadis kecil. Tubuhnya terasa lemas jika mengingat hal itu lagi.
*
*
Di kediaman Adyatama
Rama dan Anggi tengah berpelukan di kasur luasnya. Malam ini tidak ada acara bercocok tanam karena sudah mereka lakukan tadi siang. Demi keamanan penerusnya Rama akan menahan untuk tidak terlalu sering aye-aye dengan Anggi.
Tapi tangan kecil anak kambing itu tidak mau diam, dia terus saja membelai dan mengusap dada bidang dan roti sobek milik Rama. Sungguh sangat menyiksa sekali, apalagi Anggi meminta Rama untuk tidak memakai pakaian atasnya hingga ia bisa leluasa menyentuhnya. Benar-benar tega ibu hamil itu menyiksa Rama dengan cara seperti ini.
"Sayang jika kau seperti ini terus aku tidak bisa tidur, dan itu sangat menyiksaku" ucap Rama
__ADS_1
"Tapi aku suka, dedenya juga mau di peluk sama papa unta katanya... " jawabnya dengan manja.
"Kenapa hanya minta peluk , kenapa tidak memintaku untuk menengoknya saja itu akan jauh lebih menyenangkan " ucap Rama, Anggi hanya terkikik geli mendengar omelan suaminya. Apalagi tanpa sengaja Anggi menyentuh gagang sapunya yang sudah berdiri tegak sempurna.
"Kasian banget papa unta.... "ledek Anggi, Rama hanya mencebikan bibirnya saja merasa kesal karena akibat perbuatan istrinya, gagang sapunya tidak mau tidur dan terus memberontak.
"Kak Rama.... " panggil Anggi yang masih dalam pelukan Rama.
"Kenapa ? apa ada yang sakit? " tanya Rama
"Engga, tapi aku pengin makan ayam bakar sekarang, boleh ya... " ucapnya merengek
"Jadi anak kambingku ini sedang mengidam, tapi kenapa tidak ada di jadwal yang kau buat ?" tanya Rama
"Ini ngidam alami bukan ngidam buatan...boleh ya..." bujuknya lagi dengan mencium bibir Rama sekilas.
Rama memilih untuk memesannya secara online saja, karena hari sudah malam. Tidak baik untuk ibu hamil pergi ke luar rumah. Anggi pun setuju yang terpenting baginya adalah ayam bakarnya tersedia.
Malam ini di rumah hanya ada Rama dan Anggi saja, karena David dan Danisa pergi ke luar kota sore tadi atas permintaan tuan Darma dan nyonya Diana. Mereka berdua ingin anak dan menantunya tinggal di sana, menemani mereka. Sedangkan rumah Danisa yang dahulu sedang di renovasi oleh David setelah sebelumnya David menebusnya dari wanita bertubuh tambun itu.
Danisa dan David tidak berniat tinggal di sana, hanya saja rumah itu adalah peninggalan orang tua Danisa. Maka dari itu rumah itu harus tetap terawat walau tidak di tinggali oleh mereka. Karena mungkin saja sewaktu-waktu mereka akan pergi kesana untuk berlibur.
*
__ADS_1
*
Kembali kepada anak kambing yang sedang mengidam, setelah ayamnya datang dia memakannya di ruang makan di temani oleh Rama. Meskipun matanya sangat mengantuk tapi Rama tetap setia menunggui istrinya yang sedang memakan ayam bakar keinginannya itu.
Anggi memakannya dengan sangat lahap, Rama merasa senang karena akhirnya istrinya itu bisa makan dengan lahap mengingat nafsu makannya sangat buruk setelah mengandung.
*
*
Setelah selesai makan malamnya untuk yang kedua kali, Anggi dan Rama pun kembali ke kamar untuk tidur. Namun ibu hamil ini sepertinya masih ingin menyusahkan suaminya.
"Kak Rama.... "
"Ada apa lagi Timmy..." jawab Rama sambil menutup matanya karena mengantuk.
"Isshhh nyebelin banget sih papa unta... padahal dedenya barusan minta di tengok lagi lohh... " ucap Anggi lalu tidur membelakangi Rama.
"Haahh.... " Hilang sudah rasa kantuknya, tapi sayang anak kambingnya merajuk padahal papa unta ingin sekali menjenguk dede pinguin 😆
*
*
__ADS_1
*
Saweran like nya di tunggu ya 😘😘😘