
Pagi ini kepala Anggi terasa sangat berat, perut mual seperti di aduk-aduk dan berbagai macam aroma sangat mengganggunya . Mungkin efek hamil mudanya baru terasa akhir-akhir ini. Hal ini membuatnya sangat tersiksa, hingga tidak mau lepas dari masker.
Rama merasa kasihan pada istrinya, dia tidak tahu jika hamil memang sesulit itu. Mungkin hanya sebagian ibu hamil yang merasakan gejala seperti itu, salah satunya adalah Anggi istrinya.
"Sayang, minum lah teh hangat ini "Rama menyodorkan teh hangat kepada Anggi, semoga saja itu bisa mengurangi rasa mual yang di alaminya .Anggi kemudian mengambil teh hangat dari suaminya dan langsung meminumnya.
Rama melihat wajah istrinya sangat pucat, tubuhnya yang kecil juga bertambah kurus. Kasihan sekali istrinya ini. Rama kemudian membelai rambut panjang Anggi dengan sayang. " Maafkan aku sayang, karena kau hamil anakku kau jadi menderita seperti ini " ucap Rama yang merasa sangat kasihan pada Anggi, karena di usianya yang sangat muda Anggi sudah harus hamil anaknya.
"Kok minta maaf, aku malah seneng ternyata gini ya rasanya hamil. Dulu aku cuma denger cerita Yura sama kak Bira aja. Tapi sekarang aku bisa ngerasain sendiri "jawab Anggi tersenyum. Rama merasa bahagia dan langsung menarik tubuh kecil itu ke dalam pelukannya. Entah kenapa pelukan hangat suaminya selalu terasa sangat nyaman. Dan aroma khas suaminya selalu membuatnya tenang.
"Kok aku jadi pengen di peluk terus ya sama kak Rama, kak Rama libur ke kantor aja dulu seharian peluk aku aja ya, soalnya ini nyaman banget " ucap Anggi yang terus memeluk Rama dengan erat. Hingga Rama tersenyum senang karenanya.
"Baiklah kalau begitu, hari ini aku bekerja dari rumah saja dan akan menemanimu, kau mau? "tawar Rama
"Mau bangeeettt, makasih sayang " ucap Anggi sambil mengecup bibir Rama. Inisiatif Anggi yang selalu menciumnya duluan membuat hati Rama berbunga-bunga. Rama jadi merasa menjadi orang paling bahagia karena di cintai oleh orang yang sangat di cintainya.
"Jangan menggodaku sayang, aku sedang menahannya dari semalam " Rama melepaskan pelukan Anggi dan memegang dagunya dan langsung mencium bibir itu dengan lembut. Dan tentu saja ciuman itu langsung di balas oleh Anggi. Hingga Rama mengerang karena harus menahan sesuatu yang ingin ia lakukan kepada istrinya. Rama tidak tega jika harus meminta istrinya yang terlihat rapuh itu untuk melayaninya.
"Sudah sayang.... " Rama mengusap bibir Anggi yang basah karena ulahnya. Tapi Anggi malah memeluknya lagi. Anak kambing ini ternyata sedang mencoba untuk menyiksanya.
"Kalo kak Rama mau, aku ga keberatan " ucap Anggi, tentu saja kata sederhana itu telah menjadi angin segar untuk burung Rama yang sedang mencoba untuk bermain di lembah kesukaannya.
__ADS_1
" Benarkah? " tanya Rama
"Iya kak.... " jawab Anggi sambil mengalungkan tangan kecilnya ke leher kokoh Rama. Dan terjadilah ritual aye-aye di pagi itu.
Rama dan Anggi lumayan lama bermain kikuk-kikuk pagi itu, hingga Anggi kelelahan dan tidur lagi dalam. pelukan Rama. Setelah melihat istrinya terlelap lagi Rama segera menghubungi Stevan untuk menghandle meetingnya nanti, karena dia tidak bisa meninggalkan istrinya dalam keadaan seperti ini.
Untung saja asistennya sangat pengertian, meskipun dalam hatinya Stevan menjerit pilu karena dia juga ingin menghamili seseorang ehhh...
"Astaga Stevan kau jangan sampai gila karena kejombloanmu " gumam Stevan dalam hati setelah berbincang masalah pekerjaan di telepon barusan.
Setelah itu, Stevan melanjutkan pekerjaannya di kantor dia menghandle semua pekerjaan Rama pagi itu agar dia tidak terlambat untuk meeting siang nanti . Sialnya hari ini Stevan harus meeting berhadapan dengan asistent pelit. Benar-benar membuatnya sangat malas berhadapan dengan manusia bermulut mercon itu.
Tak terasa waktu sudah siang Stevan pun bergegas untuk pergi meeting bersama 3R dan 1B David entah ikut atau tidak dalam meeting itu, karena dia bilang semalam baru saja melakukan ritual malam pertama dengan si Nobita, jadi David memutuskan ingin menambah beberapa ronde lagi, karena ternyata praktek cara berkembang biak itu sangat enak. Jadi David merasa ingin lagi dan lagi. Sungguh tidak tahu malu pikir Stevan. Manusia menyebalkan itu memang tidak pernah menghargai perasaan si jomblo ini.
Apa mereka tidak tahu jika burung Stevan juga ingin berkicau seperti yang lainnya. Dasar hidup jomblo memang sangat menyedihkan. Sudahlah lebih baik sekarang ia berangkat saja, karena meratapi kejombloan itu tidak akan ada habisnya kecuali dia mendapatkan kekasih hati. Maka status menyedihkan itu akan berakhir.
Meeting di lakukan di perusahaan Maheswara Group, untuk itu kini semua orang tengah berkumpul di sana untuk membahas proyek baru mereka.
Di dalam ruangan pak Anton menjelaskan tentang keuntungan proyek yang akan mereka jalani, serta memberikan lokasi dimana tempat proyek itu akan di bangun. Semua setuju dengan usul pak Anton begitu juga tambahan dari Revan dan juga Regan tentang proyek itu hingga semua orang berdecak kagum kepada kedua bersaudara si junior dan senior itu serta master suhu keduanya.
Setelah dua jam melaksanakan meeting, meeting pun di akhiri karena sudah selesai dan semua setuju dengan ide tentang proyek itu.Kini tinggal pembangunannya saja yang akan di awasi langsung oleh Stevan. Membuat Stevan merasa bangga karena dia yang akan bertanggung jawab dengan semuanya. Itu artinya Stevan orang hebat karea sudah di percaya memegang pembangunan proyek besar ini.
__ADS_1
Sebelum dia tahu alasan yang sebenarnya kenapa mereka malah menunjuk Stevan yang notabene adalah asistent. Karena sejujurnya mereka menunjuk Stevan dengan alasan yang tidak masuk akal dan membuatnya menjadi kesal sedih dan perasaan bercampur aduk semuanya ada.
Alasan mereka menjunjuk Stevan itu karena Stevan itu jomblo jadi dia punya banyak waktu untuk bekerja, berbeda dengan mereka yang harus membagi waktu dengan pasangannya. Aihhh manusia-manusia itu memang sangat kejam padanya. Bagaimana dia akan mencari pacar jika dia sangat sibuk dengan kegiatannya.
"Kalian jahat.... "jerit Stevan dalam hati
Karena meeting sudah selesai para pria tampan itu kini sedang mengobrol santai kecuali pak Anton. Dia tidak mau bergabung, selain sudah beda umur Pak Anton merasa malas jika masalah yang akan di bicarakan mereka akan menuju tentang kesejahteraan pabrik bibit bayi.
Awalnya pembicaraan mereka baik-baik saja, sebelum asisten pelit dan menyebalkan mengeluarkan kata-kata yang menyangkut tentang kejombloan Stevan dan juga Ivan.
Karena mereka berdualah yang akan di sibukan oleh proyek ini. Membuat Bagas tergelak membayangkan betapa mirisnya duo jomblo itu.
"Astaga kalian berdua memang sangat menyedihkan duo van-van " ledek Bagas.
"Siapa yang kau maksud duo van-van? " tanya Ivan
"Tentu saja kalian berdua, Stevan dan Ivan jika di gabung kan akan menjadi duo van-van " ucap Bagas sambil tertawa.
"Stevan apa kau punya pemikiran yang sama denganku? " tanya Ivan kepada Stevan
"Iya Ivan, aku sepemikiran denganmu " jawab Stevan dengan pandangan masih ke arah Bagas
__ADS_1
"ASISTENT PELIT GILA..." ucap Stevan dan Ivan bersamaan
Kencengin likenya dong sama komen, kalo yang like. nya nambah nanti mimin bakal up lagi 😘😘😘